Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
39. Demam.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #Sing for you-EXO🍃...


...🌾🌾Kau layaknya sebuah jarum, semakin lama kamu berjalan semakin menusuk. Tapi aku bukanlah sebuah kain yang tak merasakan sakit bahkan berkali-kali tertusuk🌾🌾...


        Angkasa sejak tadi tak ada hentinya mengusap pelan keringat Feli yang bercucuran itu, masih pagi sekali gadis itu sudah berpeluh karena demam yang membuat ia tidak tenang bahkan untuk tidur saja.


"Eugh,, " Feli sejak tadi tak hentinya bergumam tidak jelas dalam tidurnya. Mungkin karena merasa pusing dengan demamnya.


"Kenapa dia semakin panas saja? Bukankah tadi dokter mengatakan kalau dia akan segera baikan? " Khawatir Angkasa sembari mengganti handuk basah didahi gadis itu.


Karena merasa terganggu Feli perlahan membuka matanya dengan sesekali mengerjap-erjapkan matanya kearah langit-langit kamar.


"Ma,,, mas? " Feli bingung saat melihat Angkasa tengah duduk ditepi ranjang sembari memegang handuk basah di kening nya.


"Ah kamu sudah sadar? Bagaimana? Apakah kepala mu masih sakit? " Tanya Angkasa pelan.


Feli merasa sangat pusing dikepalanya, ia bahkan sangat susah ubah sekedar bergerak belum lagi ia juga merasa sangat kedinginan walaupun ia mengeluarkan banyak sekali keringat.


"Aku baik-baik saja mas, " Ucap Feli berbohong dan hendak bangkit namun sangat susah untuk ia lakukan.


"Kenapa tubuhku sangat susah untuk sekedar bergerak? Aku takut mas Angkasa akan marah jika hanya diam saja. "Batin Feli.


Angkasa dengan pelan membantu Feli bangkit dan menyenderkan tubuh gadis itu disisi ranjang hingga kini mereka sangat dekat.


" Kamu sedang tidak baik-baik saja saat ini, kamu sedang demam dan tadi dokter sudah memeriksa katanya kamu hanya kelelahan saja. Beristirahat lah untuk saat ini. "Angkasa memperbaiki posisi Feli yang bersandar itu. Ia juga menyibakkan rambut Feli kebelakang telinga gadis itu hingga Feli sedikit kaget.


" Sekarang kamu sarapan pagi dulu untuk menambah stamina kamu, "Angkasa menyendok satu sendok bubur kearah Feli.


Saat mengantarkan dokter kebawah tadi angkasa menyempatkan diri membeli semangkuk bubur untuk nya.


" Aku tidak selera makan mas, aku merasa sangat pusing saat ini. "Feli memejamkan matanya menahan rasa pusing.


" Makanlah selagi buburnya masih panas, kalau kamu tidak makan maka sakitmu bisa semakin parah nantinya. "Angkasa.


Feli menarik nafas pelan, ia tidak tahu harus bagaimana lagi untuk menolak itu karena ia sungguh tidak berselera untuk makan saat ini.


" Ini cobalah, "angkasa menyodorkan satu sendok bubur itu kearah Feli.


" Biar aku saja mas, mas tidak usah repot untuk menyuapiku heheh. "Feli masih saja mencoba untuk tersenyum dengan bibir pucat itu.


" Kenapa dia sangat tidak nyaman dengan ku? Apa karena perlakuan ku selama ini? Tidak mungkin kan dia tahu kalau aku adalah langit yang pernah menjadi teman SMA nya? "Angkasa bingung.


" Kamu diam saja dan Terima ini. "Angkasa menyuapi Feli yang dengan berat hati menerima suapan itu.


Seperti yang Feli takutkan kalau ia memaksa untuk makan ia akan merasa mual karena terasa sangat pahit didalam lidahnya.


" Kenapa? Apa tidak enak? "Tanya Angkasa yang melihat perubahan wajah Feli setelah memakan bubur itu.


" Eugh,, tidak apa-apa mas. "Setelah bersusah payah Feli akhirnya bisa menahan dan menelannya.


Angkasa bernafas lega walaupun Feli hanya menelan satu sendok bubur saja ia merasa itu sudah lebih baik dari pada tidak sama sekali.


" Ini makan lagi agar kamu merasa lebih baik lagi, tubuhmu sangat lemah sekali. "


"Aku benar-benar baik-baik saja mas. "


"Kamu pikir siapa yang kamu coba bohongi? Terlihat sekali kamu sedang tidak baik-baik saja. Matamu sayur, bibirmu pucat dan lebih lagi kamu sangat susah untuk bergerak. "


Feli terdiam karena semua yang angkasa sebutkan adalah fakta, laki-laki itu benar-benar tahu dan faham dengan keadaan Feli.


"Ayo dimakan, dan istirahat kembali. " Angkasa menyodorkan satu sendok lagi kearah Feli.


"Yatuhan aku sudah tidak sanggup lagi untuk memakan itu, kenapa mas Angkasa bertingkah seolah perduli sekarang? "Batin Feli.

__ADS_1


" Huek,, "Feli merasa sangat mual dengan bubur yang ia makan itu.


" Ditahan jangan dikeluarin, kamu sudah bersusah payah memakannya. "


"Ta,, tapi mas aku sangat merasa mual sekarang. "


"Itu hanya sebentar, karena kamu demam kelenjar ludahmu menjadi terasa pahit sekarang! "


"Apa dia seorang dokter atau pebisnis sih? " Batin Feli kagum karena pengetahuan Angkasa tentang kondisinya.


"Kata dokter begitu tadi, " Lanjut Angkasa kembali menyuapi Feli.


"Pantas! " Kecewa Feli karena telah salah menebak.


"Tunggu sebentar yah! "


Angkasa meraih sebuah termos dari nakas lalu menuangkan air panas yang ada disana ke sebuah bekas berisi gula dan teh.


"Angkasa meniup pelan teh yang telah ia buat itu agar nanti Feli tidak merasa panas saat meminumnya.


" Ini minumlah setidaknya untuk menambah stamina tubuhmu karena tadi kamu tidak terlalu banyak memakan bubur itu. "


Feli dengan ragu menerima teh itu lalu meminumnya, meskipun tidak terasa enak dalam pengucapannya ini lebih baik daripada bubur tadi.


"Mas ada telpon masuk di ponsel mas, " Feli memberikan ponsel Angkasa yang berada diatas tempat tidur.


"Halo pah! " Angkasa menyapa papahnya yang ternyata adalah seorang yang menelpon itu.


"Halo, papah cuma mau mastiin jam berapa tepatnya papah jemput kalian ke bandara? " Tanya papah.


"Ah, sepertinya langit sama menantu papah gak jadi pulang hari ini pah. Feli sedang tidak enak badan karena demam. Mungkin kami akan pulang besok pah. " Angkasa berbicara dengan pelan dan Feli dibuat kaget.


"Mas tidak harus membatalkan jadwal pulang hanya karena aku mas. " Feli takut ia akan membuat laki-laki itu merasa kesal lagi karena sudah merepotkan nya.


Angkasa hanya menggeleng sambil tersenyum kearah Feli hingga membuat gadis itu bingung kenapa dengan laki-laki didepan nya itu?.


Feli dapat mendengar kekhawatiran itu karena Angkasa memasang mode speaker saat ini.


"Nih kamu saja yang bicara dengan papah, " Ucap Angkasa memberikan ponsel itu kearah Feli yang ragu untuk menerimanya.


"Eugh,, aku sudah merasa baikan pah, mas Angkasa merawat ku dengan sangat baik. " Ucap Feli dengan tulus karena laki-laki itu memang merawatnya sejak pagi tadi.


Angkasa sendiri yang mendengar itu merona pipinya karena merasa salah tingkah hanya karena dipuji oleh Feli.


"Syukurlah menantu, kalau begitu papah matikan sambungan yah papah masih ada urusan. "


"Iya pah silahkan! "


Feli memberikan ponsel itu kepada Angkasa, sedang Angkasa sendiri masih senyum-senyum sejak tadi hanya karena pujian singkat itu.


"Apa kita tidak jadi pulang karena aku sakit yah mas? Aku minta maaf mas karena sudah merepotkan, " Ucap Feli dengan khawatir.


"Ahh tidak, aku hanya beralasan tadi. Aku masih sedikit kelelahan dan juga sedikit malas untuk kembali sekarang. "Angkasa berbohong agar gadis itu tidak merasa bersalah.


" Kenapa ia sangat khawatir sih? Padahal ia tidak menyusahkan sama sekali. Aku malah senang kalau dia mau menyusahkan ku. "Senyum Angkasa merapikan rambut Feli yang berada didepan wajahnya.


" Ma,, mas? "Kaget Feli Karena Angkasa tiba-tiba bertingkah manis padanya.


" Ahh itu tadi ada benang di rambut mu, kamu jangan salah faham! "Angkasa mencari alasan karena tertangkap basah.


" Sial, kenapa dengan ku? "Rutuk Angkasa pelan.


" Euh,, iya mas maaf. Aku hanya kaget saja, "Ucap Feli pelan.

__ADS_1


Tiba-tiba saja panggilan masuk ke ponsel Feli dengan sebuah nama bertuliskan fahdan disana.


" Fahdan? "Bingung Angkasa karena tak sengaja melihat nya.


Feli langsung mengangkat panggilan itu dengan bibir tersenyum, Angkasa langsung merasa kesal dan tidak Terima dengan itu.


" Halo mas, "Ucap Feli dengan bibir tersenyum.


" Halo, apa kamu sedang sibuk saat ini? "Tanya Fahdan dari seberang telepon.


" Tidak mas, memangnya ada apa? "Tanya Feli bingung.


Angkasa sejak tadi hanya diam saja menatap tajam kearah Feli karena gadis itu terlihat sangat senang mendapatkan telepon dari laki-laki lain yang bernama Fahdan itu.


" Ah tidak ada hanya ingin berbicara dengan mu saja, kalau kamu sibuk aku matikan saja heheh. "


"Aku sebenarnya memang tidak sibuk mas, tapi kalau mas mau mematikan sambungan silahkan mas hahaha. "


"Apa kamu sedang sakit? Suaramu terasa berbeda. " Tebak Fahdan keren merasa suara Feli terdengar sedang tidak sehat.


"Hahah aku baik-baik saja mas, mas sendiri bagaimana kabarnya? " Tanya Feli sekedar berbasa-basi.


"Hahaha apa dia pernah menanyakan kabar ku? " Kesal Angkasa karena Feli menanyakan kabar Fahdan.


"Alhamdulillah sangat sehat, kamu juga cepatlah sembuh karena aku tidak bisa merawatmu saat ini. "


"Hah? Maksud mas bagaimana? " Bingung Feli karena ucapan Fahdan terasa membingungkan.


"Maksud,, "


"Kamu istirahatlah sekarang, jangan banyak bicara dulu karena kamu belum sepenuhnya pulih. "


Angkasa meraih ponsel itu lalu mematikan sambungan begitu saja. Feli kaget karena ulah Angkasa yang begitu tiba-tiba itu tapi ia hanya diam saja tak ingin protes karena ia sudah banyak menyusahkan Angkasa.


"Mau kemana kamu? Cepat istirahat! "


"Aku mau ke kamar mandi mas, " Ucap Feli dengan susah payah bangkit.


"Ck, giliran begini aku yang kamu butuhkan. Kenapa tidak panggil saja si Fahdan Fahdan itu untuk membawamu kedalam kamar mandi? " Kesal Angkasa mengangkat tubuh Feli ala bridal style.


"Hah? Maksud mas apa? " Bingung Feli kenapa tiba-tiba Angkasa membawa bawa nama Fahdan. Apakah mereka saling mengenal?.


"Mas tidak usah menggendong ku seperti ini, aku bisa ke kamar mandi sendiri mas. "


"Diamlah dan menurut. "


"Tapi mas, aku benar-benar baik-baik saja sekarang, aku bisa berjalan sendiri ke kamar mandi. "


"Diam atau aku akan mencium bibir mu yang tidak bisa diam itu? " Kesal Angkasa.


Feli langsung diam karena takut dengan ancaman Angkasa yang sangat diluar dugaan nya itu.


"Kalau sudah panggil saja aku, jangan memaksakan dirimu karena kamu masih sangat lemah. "


Angkasa menutup pintu kamar mandi dan berjalan menuju sofa.


"Kenapa dengan laki-laki itu? " Heran Feli.


"Kenapa dia takut saat aku mengatakan akan menciumnya? Dengan laki lain ia tersenyum begitu lebar. Ahhh menyebalkan sekali. " Kesal Angkasa mengingat Feli yang tersenyum saat menelpon dengan Fahdan tadi.


...🎋🎋Bersambung🎋🎋...


Waduhhh mas langit sedang cembokur tuh gaes hahaha. Makanya kalau cinta mas jangan jual mahal.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan votenya yah wan kawan.


See you guys 🌺


__ADS_2