Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
36. Kebenaran apa ini?.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #one and only-Exo🍃...


...🌾🌾Bisakah aku tetap bertahan hidup saat sepotong hatiku sudah hancur tak terbentuk lagi🌾🌾...


     Sudah hampir tiga bulan lebih pernikahan mereka berlangsung dan Angkasa juga sudah sangat sering membuat Feli kesusahan, laki-laki itu benar-benar membuat Feli mengalami banyak sekali masalah baik itu saat di kantor dan saat mereka berdua bersama.


Ia tidak ingin dibuat bingung oleh hatinya yang tidak jelas apakah membenci gadis itu atau bahkan sebaliknya. Jadi ia pun memutuskan untuk membuat Feli menderita dan ia yakin saat ini ia sangat membenci gadis itu.


Namun, terkadang ia dibuat goyah saat melihat Feli bersama dengan fahdan ia terlihat sangat kesal dan tidak suka. Tidak mungkin ia cemburu saat melihat gadis yang ia benci dengan laki-laki lain.


"Cepatlah sedikit, klien ku sudah menunggu dibawah. " Angkasa membentak Feli hingga gadis yang tengah mengikatkan dasinya itu kaget.


"Baik mas sebentar lagi selesai, " Ucap Feli memperbaiki dasi yang Angkasa kenakan.


"Ck, dasar lamban. "Angkasa mendorong Feli hingga Feli sedikit tersungkur.


" Awas saja kalau sampai aku terlambat, kamu akan terkena akibatnya. "Angkasa menarik Feli meninggalkan kamar hotel tempat mereka saat ini berada.


Angkasa dan Feli sedang berada di luar kota karena bertemu dengan klien Angkasa. Awalnya ia hendak berangkat dengan Radon tapi papah menyuruh Angkasa untuk membawa Feli ikut serta karena Feli belum pernah ia bawa kemanapun.


" Mas tolong jalannya jangan terlalu cepat, aku tidak bisa mengikuti. "Feli sangat kesusahan saat menyelaraskan langkah nya dengan Angkasa.


" Ck, jangan manja bisa kan? "


Feli akhirnya diam mengikuti dengan susah payah hingga ia bernafas lega karena kini mereka sedang berada di dalam lift.


"Dengar ini baik-baik! " Titah Angkasa saat Feli sedang memeriksa kakinya yang terasa sedikit sakit.


"Baik mas. "


"Kamu duduk saja di kursi lain, dibawah sedang ada pesta karena ini sudah malam jadi kamu jangan pergi kemana-mana. Aku sedang melakukan pertemuan penting dibawah jadi jangan membuat masalah atau semacamnya! "


Feli buru-buru menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti.


"Jangan hanya menganggukkan kepala, dijawab! "


"Ba,, baik mas. "


"Kenapa baju itu sangat cocok untuk nya? " Batin Angkasa saat melihat Feli yang sedang memakai dress yang disiapkan oleh Radon itu.


Meskipun Feli merasa sedikit tidak nyaman karena dress itu sangat pendek menurut nya. Memang melewati lutut tapi bagi Feli yang memiliki kebiasaan memakai celana itu sangat tidak nyaman.


"Kamu diam disini, aku mengadakan pertemuan tidak jauh dari sini. Ingat!! Aku mengawasimu. "

__ADS_1


Angkasa meninggalkan Feli yang menganggukkan kepala nya itu.


Feli merasa sangat tidak nyaman dengan keadaan disana. Ini sungguh pesta yang sesungguhnya bagi orang-orang disana. Mereka melakukan banyak sekali hal-hal yang membuat Feli sedikit terganggu.


Banyak sekali beberapa pasangan yang berdansa ria disana dengan memakai baju minim dan tidak ragu untuk saling melakukan skinship Baik itu berpelukan dan bahkan saling bercumbu baik itu dimeja dan dikursi tidak sedikit juga yang melakukan nya sambil berdiri.


Feli menggeleng tak nyaman "kenapa mas Angkasa datang ke tempat seperti ini? "


Namun Feli melihat kearah Angkasa yang juga sedikit tidak nyaman, akhirnya Feli sadar bahwa ini adalah tuntutan pekerjaan. Dan klien nya yang meminta untuk datang kesini.


Angkasa sendiri sudah tersenyum sejak tadi karena klien yang berada di hadapan nya itu adalah sahabat lamanya saat SMA dulu. Yah dia adalah Rio yang selalu bersamanya sebelum ia pindah sekolah keluar negeri.


"Gilee, ini beneran elu ngit? " Rio masih saja tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Iya yo ini gua langit si bocah gendut yang selalu nraktir lu makan di kantin dulu. " Angkasa tersenyum meraih tangan Rio yang menjabat nya.


"Wahhh gak nyangka banget lu berubah se drastis ini. Kalau bukan karena lu yang ngenalin gua dan bilang ini langit gua gak bakal kenal sama lu. Lu jauh berbeda. " Rio tersenyum dan memukul bahu Angkasa saking gemesnya.


"Jahat juga yah lu lupa sama temen sendiri, apa karena lu udah sukses begini jadi lupa sama gua hmm? "


"Jahat juga elu pindah gak bilang-bilang. Gua nungguin gak Nongol-nongol pengkhianat banget. "


Mereka berdua akhirnya berbicara banyak hal karena pertemuan ini sungguh diluar dugaan mereka.


"Pantas saja gadis jahat itu tak mengenaliku sama sekali," Ucap Angkasa dalam hati.


"Gimana sekarang? Lu udah keren nih tajir dan juga berwibawa kenapa masih sendiri aja? " Tanya Rio dengan senyuman di bibir nya.


"Yahhh begitulah yo. " Angkasa memang sengaja merahasiakan nya. Karena ia belum yakin untuk memberitahu Rio masalah pernikahan dan balas dendam nya itu.


"Jangan bilang lu masih ngarepin Feli kan? "


"Uhuk,,, uhuk,, " Angkasa yang sedang minum itu langsung tersedak karena ia takut Feli mendengar ucapan Rio yang memanggil namanya.


"Nah,, nah,, reaksi lu mencurigakan banget. Jangan bilang kalau tebakan gua bener? " Rio sangat excited karena melihat reaksi Angkasa yang mencurigakan itu.


"Lu pikir gua kayak lu apa, dari dulu sampai sekarang mesumnya gak berubah. Lu juga kapan nikah jangan kelamaan sendiri dan ngadain party party gak jelas kayak gini. " Angkasa meledek Rio.


"Lu belum pernah nyoba sih, kali-kali lu ikut gua ngeparty pasti lu bakal ketagihan. Liat gadis-gadis seksi bikin mood gua naik hahah. "


Angkasa Hanya menggeleng saja karena ucapan Rio yang menurut nya sangat tidak terdidik itu. Tapi bagaimana pun Rio adalah temannya sejak dulu bahkan sampai sekarang ia masih merasa mereka itu dekat.


"Gimana? Lu Terima gak kerjasama nya? " Angkasa memberikan dokumen itu kearah Rio.

__ADS_1


"Gak perlu dibaca lagi kalau itu dari elu ngit, nih gua tanda tangan hahah. Sekalian gua tulis nih nomor gua dibelakang. " Rio memicingkan matanya seolah menggoda Angkasa hingga laki-laki itu bergidik ngeri.


"Kamvrett,, gak berubah lu. " Ia tabok pelan bahu Rio.


"Oh iya ngit, karena tadi gua sempat bahas Feli kayaknya lu belum tahu hal ini kan? " Rio berbicara sedikit serius hingga Angkasa langsung menanggapinya dengan anggukan.


"Paan? "


"Gua sih sebenernya gak mau bahas ini tapi demi kebaikan bersama gua mau lurusin masalah yang terjadi beberapa tahun lalu, mungkin sampai sekarang kamu masih membenci Feli karena perbuatan nya dulu kan? "


Angkasa hanya diam saja menunggu Rio untuk melanjutkan kata-katanya itu.


"Gua juga sempat marah dan membenci Feli karena sikapnya yang tiba-tiba berubah sama lu, dan gua makin marah saat tahu lu tiba-tiba pindah sekolah dan gua yakin banget saat itu lu pindah karena tidak tahan dengan perlakuan Feli. "


Rio melihat kearah Angkasa sekilas dan Angkasa hanya diam saja menunggu kata selanjutnya.


"Lu kenal gak kaka senior yang namanya Adit itu? "


"Iya gua kenal, hubungan nya apa sama kejadian itu? "


"Nah, lu bakal kaget saat denger ini. Yang nemuin surat lu duluan itu si Adit dan dia langsung nemuin Feli siapa sangka dia tahu Feli ternyata juga suka sama lu. Dia pun memberikan pilihan untuk Feli, Feli lebih milih kalau lu dibully oleh Adit dan kawan-kawan dan itu akan sangat sadis semua orang tahu dan mungkin ku juga tahu kan Adit kalau ngebully orang gak kira-kira atau Feli sendiri yang melakukannya. Jika Feli memilih untuk melakukannya sendiri maka lu bebas dari bully an adit juga kawan-kawan nya. "


Angkasa tak menyangka cerita dibalik kejadian beberapa tahun lalu seperti ini adanya. Ia sudah salah faham dengan Feli, gadis itu ternyata terpaksa melakukan nya.


"Maksud lu bilang kalau Feli juga suka sama gua apa? "


"Lu sih main pindah sekolah aja tanpa tahu yang sebenarnya, Feli tuh bener-bener tulus sama lu dan dia juga sangat terluka dengan kepindahan lu dulu. Ia bahkan jadi bahan olok-olokan Adit juga teman-temannya. Ia diledek karena menyukai lu. " Rio bercerita dengan detail kepada Angkasa yang sangat terkejut dengan cerita Rio.


"Setelah kepergian lu Feli juga tidak bertahan lama disekolah karena masalah yang terjadi dengan keluarga nya. Seluruh sekolah kaget banget dengan berita itu. Semua orang tertawa mengatakan kalau itu karma untuk Feli karena sudah menjadi gadis yang sombong. Gua sih secara pribadi menilai Feli adalah gadis yang sangat baik, ia tulus juga kejadian itu dia adalah korban. " Rio benar-benar respect terhadap Feli.


Angkasa hanya diam saja mendengar ucapan Rio, pertanyaan dalam benaknya kini terjawab sudah.


Ia sangat bingung dalam beberapa bulan belakangan ini, gadis itu ternyata adalah gadis yang menjadi korban baik itu hati dan juga batinnya. Ia sudah salah karena membuat gadis itu menderita karena dendam tak beralasan nya.


Ia juga kian menyadari bahwa perbedaan antara benci dan terlalu cinta itu sangat tipis hingga tak menyadari perasaan nya itu adalah cinta bukan malah benci.


...🎋🎋Bersambung🎋🎋...


Nah kan,,, ternyata selama ini kamu salah sangka mas langit....


Jangan lupa like, komen dan vote nya yah wan kawan.


See you guys🌺

__ADS_1


__ADS_2