
...🍃Soundtrack #Lovin you mo-Exo🍃...
...🌾🌾Kamu kagum pada seseorang yang selalu saja tertawa, berkata ia sangat ceria seolah tidak ada luka. Padahal sebenarnya ia terlalu rapuh untuk tersenyum disaat sendirinya🌾🌾...
Feli semakin merasa tidak nyaman karena suasana disana semakin ramai saja, bahkan tadi sekeliling nya tidak terlalu banyak orang kini sudah semakin penuh. Mereka tidak ragu untuk mengatakan hal-hal yang membuat telinga Feli merasa risih.
"Kenapa mas Angkasa lama sekali? " Feli terus saja melihat kearah Angkasa yang jaraknya lumayan jauh darinya. Disana terlihat Angkasa masih sibuk berbincang dengan rekan nya.
"Kalau aku pergi aku takut mas Angkasa akan marah nantinya, " Gumam Feli resah dan gelisah.
Tiba-tiba saja seorang pria datang ke arah Feli dengan senyuman yang ramah. Laki-laki itu terlihat berbeda dari orang-orang disana.
"Boleh duduk disini? " Tanya laki-laki itu tersenyum ramah.
Feli awalnya sangat ragu namun belum juga ia sahuti laki-laki itu sudah duduk lebih dulu di depannya.
"Kenapa hanya diam saja sejak tadi? "
"Eughh,, tidak apa-apa mas heheh. " Feli merasa tidak nyaman.
Laki-laki langsung tau kalau Feli bukanlah berasal dari kota ini. Cara dia bersikap dan berbicara ia terlihat baru datang ke tempat ini.
Feli terus saja melihat kearah Angkasa yang masih sibuk berbincang itu, saat Feli sedang melihat lihat laki-laki itu menukar minuman yang tadi ia bawa dengan minuman yang saat ini ada dihadapan Feli.
"Kenapa sejak tadi kamu melihat kearah sana? Apakah kamu sedang menunggu seseorang? " Tanya laki-laki itu terus saja mengajak Feli berbincang bahkan saat gadis itu terlihat tidak nyaman.
Feli hanya tersenyum kikuk saja kearah laki-laki itu. Ia merasa benar-benar sangat terganggu dengan sekitar. Ia melihat segelas air berwarna putih dihadapan nya. Ia mengira itu adalah air putih hingga dengan sekali tegukan ia habiskan semuanya.
Laki-laki dihadapan nya tersenyum senang, Feli sendiri merasa tidak nyaman dengan lidahnya setelah meminum itu. Ia sadar itu bukanlah air putih.
"Satu,,, dua,,, tiga. " Laki-laki itu tersenyum sembari menghitung melihat kearah Feli yang masih saja melihat lihat kearah Angkasa.
Tiba-tiba saja Feli merasa hawa disana semakin panas saja, keringat nya kian keluar dan ia merasa kehausan terus menerus.
Ia meminum kembali minuman yang ada disana dan tidak perduli dengan rasa karena ia hanya ingin menghilangkan rasa gerah itu.
"Hhhhh,,, " Feli merasa sangat tidak nyaman bahkan dengan baju yang ia kenakan itu. Padahal sudah berlengan pendek tetap saja ia merasa terganggu.
"Kenapa? " Tanya laki-laki itu berpura-pura seolah ia perduli.
"Eugh,,, tiba-tiba sangat panas mas, apa mas juga merasa kepanasan? " Tanya Feli dengan wajah sedikit berubah dari biasanya.
"Kamu sudah masuk kedalam perangkap ku. " Senyum laki-laki itu senang.
"Bagaimana kalau kamu ikut aku untuk meredakan rasa panas itu, aku juga merasa sedikit kepanasan mungkin karena tempat ini terlalu ramai. "
__ADS_1
Feli menolak karena ia takut Angkasa akan marah jika ia berani untuk pergi, tapi ia sudah tidak tahan dengan rasa panas yang menjalar di sekujur tubuhnya itu.
"Ahhh,, panas sekali, " Ia mulai menarik bajunya sedikit kebawah karena merasa sangat panas.
"Kamu akan merasakan semakin panas jika terus menerus disini, ayo ikut aku saja. " Laki-laki itu memegang bahu Feli dan menarik gadis itu.
"Maaf mas saya tidak bisa, mohon lepaskan saya. "
"Sial, kenapa gadis ini keras kepala sekali sih? "
"Ada apa ini? Dan kenapa keadaan mu seperti ini? " Angkasa buru-buru melepaskan jasnya untuk menutupi tubuh Feli yang hampir terekspos karena ia membuka resleting dari dress nya.
"Mashh,, aku tidak tahu tiba-tiba aku merasa sangat kepanasan. " Feli berkeringat sangat banyak dan wajahnya sudah sangat berbeda dengan ekpresi yang biasanya.
Angkasa langsung sadar saat melihat wajah Feli seolah sedang terang*sang saja. Ia melihat tajam kearah laki-laki di hadapan nya itu.
"Apa yang kamu lakukan kepada istri saya? " Bentak Angkasa.
"Aku tidak melakuan apapun, " Elak laki-laki itu dengan cepat.
"Mashh,, aku tidak tahan lagi. Sangat panas akhh,, " Feli menjatuhkan jas Angkasa dan hendak membuka bajunya namun dengan cepat ditahan oleh Angkasa.
Ia menutupi lagi tubuh Feli dan menatap tajam kearah laki-laki itu, ia sangat ingin meminta penjelasan namun melihat keadaan Feli yang semakin parah ia memilih untuk membawa Feli menuju kamar hotel mereka.
Ia gendong tubuh Feli ala bridal style. Feli terus saja mengeluh kepanasan dalam gendongan Angkasa.
"Mashh akhh,,, panas mashh. " Feli sudah tidak bisa diam dalam gendongan Angkasa.
"Sabar yah,, kita akan sampai ke kamar. " Angkasa mencoba untuk menenangkan Feli.
Tiba-tiba ia malah dikagetkan dengan ulah Feli yang berada di luar dugaan nya, dalam gendongan nya Feli menyeruak kan kepala nya dileher Angkasa dan Angkasa dikagetkan dengan benda kenyal yang menempel dileher nya itu.
Feli menciumi lehernya dengan sangat ganas membuat Angkasa sangat tidak nyaman.
"Kenapa kamar terasa sangat jauh sekali? " Angkasa benar-benar sangat ingin segera sampai ke kamar saat ini.
Setelah ia membawa Feli masuk Angkasa buru-buru menutup pintu dan membaringkan Feli diatas kasur.
"Kenapa dia sangat ganas sekali? " Angkasa melihat lehernya yang sedikit memerah dikaca.
"Mashh,, tolong aku hiks,,, sangat panas sekali. " Feli tidak bisa diam diatas tempat tidur itu. Rasa panas itu semakin menjadi jadi saja.
Dengan cepat Feli membuka dress yang ia pakai hingga Angkasa kaget bukan main kini gadis itu hanya memakai tanktop saja dengan short berwarna hitam ketat.
Angkasa memberikan segelas air untuk Feli dan gadis meminumnya habis.
__ADS_1
"Mashh,, masih terasa sangat panas hiks,,, tolong aku. " Feli hampir saja menarik lepas tanktop nya namun Angkasa langsung menaiki tempat tidur dan menahan tangan Feli.
Siapa sangka Feli langsung menindih tubuh Angkasa dan mencium bibir laki-laki itu dengan ganas.
Angkasa membelalakan matanya kaget saat Feli dengan liar mengeksploitasi bibirnya.
Angkasa mendorong Feli dengan keras hingga gadis itu sedikit tersentak.
"Sadarlah kamu sedang dipengaruhi obat perangsang! "
Feli seolah sudah dibutakan oleh hawa nafsunya sendiri ia menaiki tubuh Angkasa dan mengalungkan tangannya dileher Angkasa.
Bibir itu kembali menyatu dengan perlahan Feli menggerakkan bibirnya dengan pelan dan kian melaju hingga kini berubah menjadi sebuah lu*atan yang bergairah.
Angkasa yang mencoba untuk menghentikan Feli mulai ikut terbawa dengan permainan Feli itu. Ia baringkan Feli diatas tempat tidur dan menarik tengkuk gadis itu untuk memperdalam ciuman itu.
"Akhh,, " Lenguhan pertama Feli keluar saat Angkasa memasukkan tangannya ke dalam tanktop Feli, ia remas dengan pelan gundukan itu hingga Feli menggelinjang dengan nikmat.
Tak ingin ketinggalan permainan Feli membalikkan tubuh Angkasa hingga kini ia berada dibawah tindihin Feli, dengan pelan dan terarah gadis itu mencium bibir Angkasa dengan kenikmatan tiada tara. Belum sampai disitu Feli juga menghisap leher Angkasa hingga Angkasa sedikit melenguh menahan nikmat.
Saat Feli hendak membuka tanktop nya Angkasa langsung sadar dengan apa yang telah ia lakukan. Kenapa ia malah bertindak bodoh dengan ikut terbawa permainan itu?.
"Sial, kenapa aku sebodoh ini? Kamu memang sudah tidak waras langit! "
Angkasa buru-buru bangkit dan mengangkat tubuh Feli menuju kamar mandi.
"Mashh,, panas sekali hiks,, " Feli kembali mendekat kearah Angkasa dengan pelan Angkasa meraih Feli kedalam pelukan nya.
"Sabar yah, sebentar lagi akan mendingan! "
Angkasa menghidupkan shower dan air jatuh mengguyur tubuh Feli juga dirinya, Feli masih saja tak bisa diam karena masih merasa sangat panas.
"Panas mash hiks,, " Feli masih tidak bisa diam dan menangis menahan rasa panas itu.
Angkasa merasa kasihan dengan Feli, ini salahnya karena terlalu lama meninggalkan gadis itu disana.
"Panas hiks,,, " Feli tidak bisa diam bahkan diguyur air pun ia masih merasa kepanasan.
...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...
Waduh,,, Feli kasian banget gara-gara obat itu jadi tersiksa.
Hmmm kuakui imanmu sedikit kuat mas langit, dapat kesempatan malah disia-siain.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys🌺