
...🍃Soundtrack #First sight-Heize🍃...
...🌾🌾Banyak hal yang menyenangkan di dunia ini, kenapa kamu tertahan pada sesuatu yang selalu menghilangkan senyuman mu? 🌾🌾...
Angkasa yang semula begitu semangat setelah memasak sup juga beberapa masakan lainnya untuk Feli langsung merasa kesal karena melihat juga mendengar Feli menelpon laki-laki itu.
"Loh, mas kok main matiin aja? " Bingung Feli.
Angkasa tersenyum tak habis pikir dengan Feli "Wahh kamu bahkan marah karena aku mematikan sambungan itu? Apa kamu dengan dia berselingkuh? " Kesal Angkasa.
Feli tertawa pelan karena merasa lucu dengan suaminya yang tiba-tiba bersikap cemburu seperti itu. Belum lagi ia membuang muka kearah lain.
"Apa mas cemburu? " Feli bergeser dengan pelan meskipun ia merasakan sakit diarea sensitif nya.
"Mas tidak sedang cemburu karena mas Fahdan kan? "
"Sudah kubilang jangan sebut nama laki-laki lain saat di dekat ku ah bahkan saat aku tidak ada disamping mu jangan berani menyebut nama laki-laki lain. " Angkasa dengan bibir manyun karena kesal.
Feli sudah tak bisa lagi menahan tawanya, karena Angkasa sungguh diluar dugaan nya. Seandainya dulu ia melihat sisi ini pasti ia akan meledek Angkasa saat bertingkah tegas padanya.
"Apa ini mas Angkasa yang dulu mengurungku? " Batin Feli tersenyum karena merasa lucu.
"Apa yang kamu tertawakan? Kamu merasa aku sedang stand up comedy yah? Aku sedang serius saat ini. " Kesal Angkasa.
"Mas tidak sedang cemburu kan? " Feli menebak dan mencoba untuk membujuk Angkasa.
"Kalau iya kenapa? " Angkasa melihat kearah Feli dengan wajah ditekuk.
Tawa Feli semakin lepas saja karena mendengar pengakuan Angkasa yang mengaku sedang cemburu itu.
"Apa yang membuat mas cemburu dengan mas Fah,, eh laki-laki itu? " Feli langsung mengubah nama itu saat melihat mata melotot Angkasa.
"Bagaimana aku tidak cemburu, tadi pagi ia menelpon mu dan mengajakmu sarapan. Dan sekarang ia juga menelpon mu? "
"Mas salah faham, kami gak ada hubungan apapun itu. Dia hanya kenalan ku yang sudah ku anggap sebagai kakaku sendiri. "
"Alasan,, kamu pasti sedang beralasan. Bagaimana bisa kalian berpikiran seperti seorang saudara saat kalian tak ada hubungan darah. Bagaimana pun aku tidak suka saat kamu dekat dengan laki-laki itu, " Ucap Angkasa.
"Wahh mas masak semua ini buat aku yah? " Feli mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Tidak usah mengalihkan pembicaraan, aku sedang serius saat ini. "
"Wahh enak banget mas, lain kali ajarin aku masak sup gini yah mas hehehe. " Feli mencicipi sup buatan Angkasa.
Dengan nafas berat Angkasa mendengus lalu menarik bahu Feli sembari memutarnya hingga kini mereka berhadapan.
"Aku serius saat ini, aku benar-benar tidak suka melihat mu dekat dengan laki-laki lain termasuk dia. "
Feli tersenyum mendengar itu, ia tahu kalau Angkasa hanya cemburu dan cemburu itu hadir karena rasa cinta yang sangat besar bukan?.
Cup,
Feli mencium bibir Angkasa hingga laki-laki itu kaget bukan main, ia seperti disengat listrik saja karena ciuman tiba-tiba itu.
"Ka,, kamu? " Angkasa memegang bibirnya sembari tersenyum.
Feli malu lalu minum jus alpukat buatan Angkasa itu, Angkasa sengaja meminta Radon untuk membawakan alpukat tadi karena itu bisa mengurangi rasa sakit dan perih area sensitif wanita setelah selesai berhubungan.
"Lagi dong sayang hmmm. " Angkasa meminta ciuman yang sama kepada Feli.
"Lagi apa mas? " Feli berpura-pura tidak tahu lalu lanjut mencicipi masakan Angkasa.
"Cium bibir mas lagi. "
__ADS_1
Feli tersenyum malu karena mendengar itu, ia merasa malu karena main nyosor aja.
"Apa aku terlihat agresif tadi? Akhh kenapa aku menciumnya? " Batin Feli.
"Ayo dong sayang, kita ciuman yuk hmmm. "
"Aku mau makan mas, aku sudah sangat lapar. " Feli beralasan untuk menghindari kecanggungan.
"Hmm yaudah deh, kamu makan yang banyak yah sayang karena tenaga mu sudah terkuras habis tadi malam. "
"Uhuk,, " Feli yang sedang meminum kuah sup itu langsung tersedak karena mendengar ucapan Angkasa.
"Hati-hati sayang, ini minum dulu. "
Feli minum air putih yang diberikan oleh Angkasa kearahnya. Ia sangat bersusah payah menunjukkan sikap biasa saja padahal hatinya sangat gugup karena mengingat kejadian tadi malam. Dan Angkasa mengingatkan nya lagi.
"Kenapa di ingetin sih mas? " Feli malu dengan pipi yang memerah.
Angkasa tertawa pelan karena merasa lucu dengan reaksi Feli "Kenapa hmmm? Kamu malu? " Goda Angkasa.
Feli diam saja berpura-pura tidak dengar.
"Wahhh aku tidak lupa bahkan sedetikpun setiap adegan nikmat tadi malam, bagaimana dengan mu sayang? Apa kamu juga mengingat nya dengan jelas? " Angkasa menggoda Feli yang semakin memerah pipinya karena ucapan Angkasa itu.
"Ihh mas udah dong jangan dibahas lagi, aku malu. " Feli benar-benar merasa tidak nyaman dengan pembahasan itu.
Tawa Angkasa lepas karena itu, sedang Feli malu dan masih saja lanjut makan berpura-pura tidak mendegar setiap kata-kata godaan suaminya itu.
"Aku kenyang mas, minggir sebentar mas aku mau ke kamar mandi. Tubuh aku udah lengket banget minta dibersihin. " Feli perlahan turun dan tiba-tiba ia terjatuh.
"Akhh,, ssst. " Feli menahan rasa ngilu serta perih diarea sensitif nya saat mencoba untuk melangkah.
"Sayang, kamu kenapa? " Panik Angkasa saat melihat Feli meringis dilantai.
"Apa yang sakit sayang? Dimana? "
"Itu,, anu,, terasa sakit saat hendak berjalan. " Feli terduduk karena tak sanggup untuk berdiri.
Angkasa langsung paham kemana arah bicara Feli, area sensitif Feli pasti masih saja sakit karena baru pertama kalinya ia berhubungan intim.
"Loh, kenapa mas ngangkat aku? " Bingung Feli.
"Pasti itumu masih sakit karena mas masuki tadi malam sayang, jadi mas akan mengurus mu dengan baik sebagai bukti pertanggungjawaban mas atas perbuatan mas. " Angkasa berjalan membawa Feli menuju kamar mandi.
Ia mendudukkan Feli diatas closet duduk itu kemudian mengambil handuk diluar.
"Loh, kenapa mas masih disini? Kan aku mau mandi mas. Nanti aja deh mas angkat aku lagi setelah aku mandi. " Feli mencoba untuk berdiri meskipun susah payah.
Angkasa tersenyum lalu membuka celananya begitu saja dihadapan Feli.
"Akhh,, mas kenapa sih? Aku nyuruh keluar malah buka celana gitu? " Bingung Feli dan segera melihat kearah lain.
Angkasa tertawa pelan karena reaksi Feli masih saja sama kaget nya saat melihat junior Angkasa.
"Kita mandi bareng yah sayang, biar mas bantu ngebersihin tubuh kamu heheh. " Senyum smirk Angkasa mendekat kearah Feli yang menutup mata sembari bergerak mundur dengan rasa nyeri yang ia tahan.
"Mas ih ngapain? Jangan bikin takut yah. "
"Masa takut sih sayang? Bagaimana kalau kita ulangi adegan semalam? Sepertinya didalam kamar mandi lebih nikmat deh. " Angkasa berhasil meraih pinggang Feli yang kaget itu.
"Ma,, mas mau ngapain ih? Aku mau mandi jangan aneh-aneh. "
Angkasa tersenyum lalu mendekat kearah telinga Feli "Mas pengen lagi sayang, bagaimana hmm? "
__ADS_1
Tidak lupa ia menggigit pelan telinga Feli dengan penuh perasaan hingga Feli bergidik ngeri.
"Aku mau mandi mas, gak ada gak ada. Pokoknya aku mau mand,, mphh. "
Bibir Feli sudah berhasil dibungkam oleh bibir Angkasa yang tiba-tiba mengumbarnya dengan tangan memeluk erat pinggang Feli.
"Akhh,, " Feli tiba-tiba mendesis sembari menggigit binir karena sesuatu dibawah saja bergesekan dengan area sensitif Feli yang tidak di bungkus apapun itu karena saat ini ia hanya mengenakan baju kaos kebesaran Angkasa menutupi tubuhnya itu.
"Bagaimana sayang? Apa kamu juga menginginkan itu? " Tanya Angkasa pelan.
Feli merutuki bibirnya yang tiba-tiba mendesah itu, benar-benar pengkhianat. Akan lebih malu jika Feli menolak karena ia sudah terlanjur mendesah.
"Ta,, tapi masih sakit mas. "
Angkasa tersenyum lalu mengelus pelan rambut Feli "Baiklah bagaimana kalau kita bermain sebentar saja, mas tidak akan memasuki mu karena mas tahu kamu masih kesakitan. " Ucap Angkasa pelan mencium kening Feli.
Feli mengangguk tersenyum karena Angkasa begitu pengertian dengan keadaannya saat ini.
Dengan pelan Angkasa mendudukkan Feli diatas closet itu kembali lalu ia berjongkok didepan Feli sembari mencium bibir Feli yang juga disambut oleh Feli yang masih amatir dalam berciuman itu.
Tangan Angkasa dengan liar masuk kedalam baju kaos yang Feli kenakan, dengan perlahan ia meremas gundukan tanpa penghalang itu hingga Feli mendesah tak karuan dengan ulah Angkasa.
"Akhh,, mashh,,. "
Angkasa mengangkat baju kaos itu keatas lalu menghisap sebelah gundukan itu dan sebelah lagi ia remas hingga Feli merem melek meremas rambut Angkasa menikmati setiap sentuhan Angkasa yang memabukkan baginya.
"Mashh,, aku mau pipis ihh, " Feli mendorong Angkasa namun ditahan oleh Angkasa.
"Ihh mas aku mau pipis nih. "
"Keluarin aja sayang, gakpapa. "
"Mas gila? Aku gak mau pipis didepan suami aku sendiri. Ihh malu tau, " Ucap Feli namun ditahan oleh Angkasa hingga tiba-tiba Feli merasakan sesuatu memaksa keluar dari areanya dan ia ternyata mengalami pelepasan.
Angkasa tersenyum melihat wajah lega Feli karena pelepasan itu.
"Kamu sedang ******* sayang, apa terasa sakit? " Tanya Angkasa pelan kearah Feli yang malu karena tidak tahu apa-apa itu.
"Sedikit perih mas, " Ucap Feli menurun kan baju kaosnya.
"Cepat sekali kamu ******* nya," Goda Angkasa lagi.
"Ihh mas kenapa sih suka banget ngegodain gitu. " Feli merasa sangat malu.
"Yaudah sekarang kamu mandi yah sayang, kelamaan di dalam kamar mandi bisa buat kamu masuk angin dan flu. "
Angkasa menarik baju kaos itu keatas dan sekarang Feli benar-benar polos dihadapan nya membuat gadis itu tak hentinya menutupi beberapa bagian tubuhnya.
"Aku mandi sendiri aja deh mas, aku malu. "
Angkasa tertawa lalu mulai memandikan Feli yang hanya bisa pasrah walaupun sebenarnya ia benar-benar malu dengan situasi ini.
...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...
Hareudang gak gaes?
Aku emang gak berbakat dalam hal hareudang hareudang gini😁.
Dan masih kapok sama NT yang selalu nolak part sebelumnya 😩. Gak berani lagi bikin yang lebih hot wkwkw.
Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.
See you guys.
__ADS_1