
...🍃Soundtrack #On rainy days-Heize🍃...
...🌾🌾Banyak cerita yang usai begitu saja tanpa angin juga hujan yang menerpa, apakah kisah kita akan seperti itu juga setelah ini? 🌾🌾...
Feli merasa sedikit pusing dikepalanya dan perlahan ia membuka mata, ia kaget saat melihat langit-langit rumah yang sangat asing baginya. Apa di dirumah sakit lagi?.
Feli perlahan melihat kearah sekeliling dan bingung sedang dirumah siapa dia? Jelas ini bukanlah sebuah rumah sakit. Karena diruangan itu terlihat sangat rapi dengan beberapa lukisan yang sangat indah.
Feli perlahan duduk dan melihat kearah ruangan itu, melihat banyak sekali lukisan disana mengingatkan Feli pada sosok kakaknya yang sangat suka dalam hal melukis, belum lagi kakaknya memang sangat ahli dalam bidang itu.
"Dimana aku? Kenapa aku disini? " Bingung Feli.
"Loh, sudah sadar rupanya? " Tanya seorang laki-laki dari arah kamar mandi.
"Mas Fahdan? " Bingung Feli saat melihat Fahdan baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk di bahunya.
"Bagaimana kepala mu? Apakah masih sakit? " Tanya Fahdan pelan membuat Feli bingung.
"Sa,, sakit? Memang nya aku kenapa Mas? Kenapa aku bisa disini? "
Fahdan tertawa pelan karena melihat wajah bingung Feli belum lagi gadis itu terlihat sangat khawatir.
"Kamu tidak takut dengan ku kan? Kenapa kamu sangat khawatir seperti itu? " Tanya Fahdan.
"Aku hanya tidak mengerti Mas, aku bingung. "
"Saat aku hendak pulang dari dokter hewan menjemput Eri aku tidak sengaja melihat mu ditepi jalan berjalan sendiri sambil menangis. Aku berhenti dan memanggilmu eh malah tiba-tiba kamu pingsan. " Jelas Fahdan melihat kearah Feli yang mencoba berpikir itu.
Feli baru ingat kalau dia dan langit bertengkar beberapa saat yang lalu, Feli keluar meninggalkan rumah dan mungkin ia pingsan saat berada dijalan tadi.
"Saat kamu pingsan aku bingung harus membawamu kemana, jadi aku membawamu kesini. " Jelas Fahdan dan Feli menganggukkan kepala.
"Maaf yah Mas kalau aku ngerepotin, " Ucap Feli merasa bersalah karena sudah membuat Fahdan kesusahan.
"Tidak apa, bagaimana dengan kepala mu? Apa karena kejadian beberapa hari yang lalu atau bagaimana? Sepertinya kepala mu masih belum terlalu pulih. "
"Sudah baikan kok Mas, mungkin karena hari terlalu panas saja makanya aku sampai pingsan begitu heheh. "
"Kenapa kamu menangis dijalan seperti itu? Belum lagi sejak tadi ponselmu terus saja berbunyi. Suamimu tak hentinya menelpon, apa kalian bertengkar? " Tanya Fahdan dengan pelan.
"Bukan maksud aku untuk mengurusi hubungan kalian, hanya saja aku ingin membantu dan mencari solusi untuk mu. " Fahdan terlihat sangat khawatir dengan Feli.
__ADS_1
Feli menggeleng tersenyum "Terima kasih karena sudah sangat peduli Mas, tapi kami baik-baik saja kok. " Feli bangkit dengan pelan.
"Terima kasih karena sudah menolong aku Mas, aku akan kembali kerumah sekarang. " Feli berjalan pelan namun ditahan oleh Fahdan.
"Hari sudah sangat larut untuk mu kembali kerumah sekarang! Kamu kembali besok saja bagaimana? " Tanya Fahdan terlihat khawatir.
Feli menggeleng sembari tersenyum "Rumahku tidak terlalu jauh dari sini Mas, kita hanya berbeda beberapa rumah saja hehheh. Aku pergi Mas, terima kasih karena sudah mengurus ku tadi. " Feli keluar dari rumah Fahdan.
Sedang Fahdan terlihat sangat khawatir dengan Feli, gadis itu sedang berbohong saat ini.
"Kenapa dengan mereka berdua? Apa mereka bertengkar? " Bingung Fahdan sembari duduk merenung.
Feli sendiri berjalan dengan pelan dan suasana hati yang sangat membingungkan, air matanya seolah memaksa keluar tanpa sebab.
"Kenapa aku jadi sangat mellow akhir akhir ini? Ahhh jangan menangis! " Feli melihat kearah langit agar air matanya tidak jatuh.
Tapi melihat kearah langit ia jadi teringat dengan Langit, laki-laki yang mengisi hari-harinya saat dulu hingga sekarang juga walaupun dalam keadaan yang berbeda.
"Aku merindukan nya tapi aku sangat merasa bersalah untuk bertemu dengan nya hiks,, " Feli berjalan dengan pelan dan ia juga hampir sampai dirumah nya.
Dengan cepat ia hapus air matanya saat melihat Langit sedang duduk didepan pintu rumahnya, laki-laki itu pasti sudah menunggu lama karena terlihat sangat lesu.
"Fe,, Feli? Kamu dari mana saja? " Langit dengan pelan berdiri dan hampir saja oleng karena terlalu lama duduk disana kalau bukan karena ditahan oleh feli mungkin laki-laki itu akan terjatuh.
"Kamu salah faham, aku tidak berniat diam saja. Aku memang ingin memberitahu mu tapi kam,, "
"Aku tidak mau dengar apapun, jadi tolong pergi dari sini! " Feli mencoba membuka pintu rumah namun ditahan oleh langit.
"Aku mohon kamu dengar kan dulu, aku tidak ingin berakhir seperti ini. "
"Apa lagi sih? Aku sudah cukup menderita selama ini tanpa kamu balas dendam pun aku sudah sangat menderita, sejak kepergian mu dulu aku sudah mendapatkan ganjaran dari perbuatan ku. Aku kehilangan keluarga ku dan juga sudah masuk ke penjara. Apa itu masih kurang menderita juga? " Feli melihat kearah Langit dengan mata berkaca-kaca.
"Bukan begitu,, kamu.. "
"Masih kurang juga yah? Saat aku keluar dari penjara dengan alasan tidak bersalah tidak ada satupun yang percaya bahwa bukan aku pelakunya. Mereka memandangku sebelah mata, tidak diterima ditempat kerja manapun. Dan aku hidup dikucilkan, disaat itulah kamu datang dengan alasan ingin balas dendam? Kamu membayar utang keluarga ku dan menyuruh ku membayarnya dengan menikah dengan mu. Apa kamu lupa saat mamah tidak menerima kehadiran ku? Apa kamu senang menyaksikan sendiri betapa hancurnya hidupku? " Feli dengan air mata yang sudah tidak bisa ia tahan lagi.
Langit sangat kaget dengan ucapan Feli, memang niat awalnya sudah salah besar tapi ia benar-benar sudah memperbaiki niat itu dan ingin memulai nya dengan Feli. Ia sungguh ingin membuat gadis itu bahagia.
"Bukan begitu, kamu harus dengar penjelasan ku dahulu! Kamu salah faham. Ayo kita kembali kerumah,mamah Vania dan papah udah nanyain kamu dari tadi."
"Perbuatan keji ku sudah terbalaskan, jadi kumohon tinggal kan aku sendirian. Aku sudah sangat menderita saat ini. " Feli menutup pintu dengan pelan dan menguncinya dari dalam.
__ADS_1
"Hiks,,, " Feli terduduk dengan hati yang sangat sakit. Jujur dari hati ia sangat ingin bersama dengan laki-laki itu, tapi apakah dirinya pantas untuk itu?.
"Hiks,, kenapa hidupku harus serumit ini? Aku juga berhak bahagia. " Feli memukul dadanya keras karena sangat sesak disana.
"Aku merindukan nya, aku mencintai nya hiks,, tapi... Aku tidak pantas untuk nya. "
Feli bangkit berdiri dan menghidupkan senter HP nya mencari saklar, pernafasan nya tercekat karena terlalu gelap disana. Tiba-tiba saja lampu kembali hidup itu membuat Feli bingung karena setaunya saat itu listrik dirumah nya sudah dipadamkan karena Feli belum bayar listrik.
Ia duduk disofa sembari merenung dan merenung, hidupnya sudah hancur dan tak ada harapan lagi. Kini ia bahkan harus merelakan laki-laki yang sudah lama ia tunggu. Ia merasa sangat tidak pantas untuk itu.
Langit sangat kesal dan marah pada dirinya karena terlambat memberitahu Feli kebenaran itu.
"Akhh,, kenapa aku sangat lamban? Kalau aku tidak terlambat memberitahu nya dia tidak akan semarah ini. "
Langit teringat kembali kata-kata yang Feli ucapkan tadi, benar sekali bahwa hidup gadis itu sudah sangat berantakan juga menderita bahkan sebelum Langit balas dendam.
"Kenapa aku sangat kekanakan dan bodoh hingga memikirkan untuk balas dendam padanya? " Kesal Angkasa masih saja fokus menyetir menuju rumah.
Sampai dirumah Angkasa langsung masuk dengan keadaan uring-uringan dan terlihat sangat frustasi.
"Bagaimana? Dimana istri mu? " Tanya papah dengan khawatir begitu juga dengan Vania dan mamah.
Angkasa menggeleng dengan wajah sangat frustasi "Ini semua salah langit pah. Langit adalah laki-laki jahat. "
Papah mendekat dan memukul pelan punggung putranya itu, mereka sangat khawatir saat tahu kalau Feli keluar dari rumah dan langit juga sudah menceritakan semua kejadian yang sebenarnya sejak awal hingga kejadian hari ini.
"Kamu jangan menyerah semudah itu nak, mungkin saat ini Feli hanya sedang bingung juga kaget. Kamu tetap lah berjuang dan kami akan selalu mendukung mu. "
"Mah, maafkan langit karena sudah menjadi laki-laki yang jahat seperti ini. Pasti dia sangat menderita selama ini. " Langit memeluk mamahnya sembari menangis.
Hatinya sangat sakit saat mengingat semua penderitaan yang sudah dialami oleh Feli selama ini, gadis itu benar-benar sudah mengalami banyak hal.
"Kamu juga melakukan itu karena salah faham nak, kalian berdua adalah korban karena kesalahpahaman. Mamah harap hubungan kalian akan segera membaik.
Langit sangat menantikan hubungan yang baik itu, saling menyayangi dan melupakan masa lalu adalah salah satu keinginan nya.
...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...
Waduh Feli akhirnya jujur juga kalau saat ini hidupnya sudah sangat menderita, bahkan tanpa langit balas dendam juga ia sudah sangat menderita.
Aaa pengen peluk Feli.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya yah wan kawan.
See you guys🌺