
...🍃Soundtrack #Even of the day-Day6🍃...
...🌾🌾Kamu adalah luka dalam nyata yang diobati dalam mimpi🌾🌾...
Pagi ini Feli bangun lebih awal dari biasanya, namun tubuhnya sangat kaku untuk ia gerakkan belum lagi kakinya terasa sangat sakit dan juga nyeri untuk ia gerakkan.
"Akhh,, " Ia sedikit meringis menahan sakit saat ia mencoba untuk turun dari ranjang.
Dengan susah payah ia berjalan ke arah kamar mandi melewati sofa yang disana Angkasa sedang tertidur lelap sembari bersedekap dada.
"Kenapa sakit sekali? " Feli menahan sakit di kakinya saat menyiapkan air untuk Angkasa mandi.
Dengan kaki terseret ia berjalan kearah Angkasa yang masih terpejam matanya. Feli melihat kearah Angkasa yang masih terlelap itu. Banyak sekali pertanyaan yang sangat ia tanyakan kepada laki-laki itu.
Kenapa Angkasa bersikap seolah ia memiliki dendam pribadi pada Feli? Kenapa laki-laki itu sangat ingin ia sengsara? Apakah karena hutang nya? Mengingat kejadian semalam Feli jadi sadar bahwa dia bisa saja sewaktu-waktu dihukum dan diperlakukan tidak wajar oleh Angkasa jika ia membuat Angkasa marah dan kesal.
"Agar aku bisa bertahan disini lebih baik aku diam saja dan jadi penurut. Aku harus bertahan hidup untuk menemukan kakak dan aku tak akan menyerah sebelum kakak benar-benar ditemukan baik itu mayatnya ataupun,,, " Feli tak melanjutkan kata-katanya saat melihat Angkasa yang menggeliat tertidur diatas sofa.
"Mari lupakan kejadian semalam dan jadilah orang yang penurut, " Gumam Feli mencoba untuk tetap tegar.
"Mas, bangun mas air sudah aku siapkan. " Feli mencoba membangunkan Angkasa namun laki-laki itu tak kunjung bangun juga.
"Mas bangun Mas. Aku takut Mas akan terlambat jika masih tidur sekarang, " Ucap Feli dengan terpaksa menyentuh bahu milik suaminya itu hingga Angkasa akhirnya membuka matanya.
Pagi hari yang cerah ini Angkasa membuka matanya secara perlahan dan yang ia dapati adalah wajah Feli yang melihat kearah nya. Wajah pucat itu terlihat sangat cantik dalam pandangan nya, belum lagi bulu mata lentik itu menambah indah mata sayu milik Feli.
"Mas,, " Bibir mungil tipis dan merah itu sering kali membuat dunia fokus Angkasa tak bisa ia kendalikan. Bahkan saat sakit saja gadis itu terlihat sangat bersinar dimata Angkasa.
"Kenapa ia sangat cantik disetiap saat? Jantung ku mulai tidak aman. " Batin Angkasa tidak sadar telah memuji gadis yang sangat ingin ia benci itu.
"Mas kenapa Mas malah bengong? " Feli lagi-lagi tak punya pilihan selain menyentuh bahu Angkasa untuk sekedar menyadarkan laki-laki itu dari lamunannya.
"Eh,, hah? Ada apa? " Tanya Angkasa sedikit gelagapan karena sadar ia sudah berpikiran aneh-aneh padahal masih pagi. Kenapa ia sering kali memuji gadis itu dalam hatinya?.
"Air sudah aku siapkan Mas, Mas sudah bisa mandi! " Feli yang sedikit meringis menahan sakit karena sejak tadi berdiri dan lututnya terasa sangat sakit.
Angkasa sempat menangkap wajah Feli yang menahan sakit itu. Ia tak habis pikir dengan Feli yang masih saja sakit itu sudah berkeliaran bahkan menyiapkan air untuk nya.
"Kenapa dia? Apa dia sedang cari muka dengan ku? Sedang sakit saja ia bahkan menyiapkan air untuk ku. " Batin Angkasa.
__ADS_1
"Bagaimana dengan kakimu? " Tanya Angkasa pelan menatap kearah Feli yang merasa bingung dengan pertanyaan Angkasa yang tiba-tiba itu.
"Eugh,, sudah tidak apa-apa Mas. " Feli masih saja berdiri menahan rasa sakit di kakinya itu.
"Apa Mas masih tidak ingin mandi sekarang? Aku takut Mas akan terlambat masuk jika masih duduk seperti itu. " Feli menunduk bukan maksudnya lancang ia hanya ingin laki-laki itu tidak terlambat kerja karena jika Angkasa terlambat ia yang akan disalahkan.
"Kamu tidak usah berangkat kerja hari ini! "
"Hah? Kenapa Mas? Aku tidak dipecat kan Mas? " Panik Feli masih berdiri tak bergerak sama sekali. Karena jika ia bergerak rasa sakit di kakinya akan semakin terasa.
"Keadaan mu masih belum pulih jadi kamu istirahat saja dulu, "
"Aku sudah pulih Mas, aku akan bekerja hari ini. "
"Jangan nakal dan menurut saja apa kata ku, " Ucap Angkasa pelan.
Feli memang sudah berniat untuk menjadi seorang yang penurut tapi untuk ini ia tak akan bisa, bagaimana jika ia akan membuat rekan kerjanya semakin tidak suka kepadanya jika ia terus-menerus terlambat dan libur kerja.
"Aku serius Mas, aku sudah pul,, akhhh. "
Feli memekik kesakitan saat Angkasa menarik tubuhnya hingga jatuh ketubuh Angkasa yang sedang duduk disofa itu,rasa sakit di kaki Feli yang sejak tadi ia tahan kini tak bisa lagi ia tahan.
" Aku benar-benar tidak apa-apa Mas, jadi biarkan aku berangkat kerja hari ini."
"Aku bilang jangan yah jangan! Ingin melihat ku marah yah? " Ancam Angkasa didepan wajah Feli.
Feli merasa kurang nyaman dalam posisi itu, apalagi ia terlihat sedang menindih Angkasa yang kini memang bahunya menahan tubuh Feli.
"Ba,, baik Mas, tapi bisakah Mas melepaskan bahu ku?" Feli dengan canggung bangkit dari atas tubuh Angkasa yang saat ini masih merasa kaget karena kejadian beberapa saat itu.
"Aku akan mandi, kamu tidak perlu menyiapkan bajuku karena aku tidak ke kantor hari ini. " Angkasa berjalan dengan pelan menuju kamar mandi dengan handuk di tangannya.
Feli sendiri kini duduk diatas sofa memikirkan bagaimana ia akan masuk kantor lagi jika ia libur hari ini maka mereka akan memiliki alasan untuk membenci Feli namun, ia tak bisa melawan ego Angkasa yang menyuruhnya untuk tidak berangkat kerja hari ini.
"Kenapa Mas Angkasa juga tidak masuk kerja? " Bingung Feli.
"Akh,, kenapa sangat sakit saat aku bergerak? " Feli menahan sakit saat ia mencoba untuk bangkit menuju lemari.
Angkasa memang meminta ia untuk tidak usah menyiapkan pakaian tapi ia rasa itu tak baik karena ia tidak masuk kerja hari ini bukan berarti ia tak melaksanakan kewajiban nya sesuai dengan perintah Angkasa waktu itu. Ia harus menyiapkan baju untuk Angkasa.
__ADS_1
Feli menyiapkan setelan santai untuk Angkasa karena laki-laki itu menyebutkan tidak masuk rumah hari ini.
Angkasa sendiri keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit bagian bawah tubuhnya serta beberapa tetesan air yang masih ada ditubuh juga rambutnya itu. Ia terkesan sangat seksi dengan penampilan itu.
"Loh, kan sudah aku ingatkan untuk tidak usah menyiapkan baju untuk ku. " Angkasa terlihat bingung saat melihat Feli yang menyiapkan baju untuk nya.
"Aku merasa tidak enak Mas sudah bolos kerja dan bahkan tidak mengerjakan tugasku dengan benar, maaf jika itu membuat Mas kesal. "
"Aku tidak kesal, hanya saja kamu masih belum pulih jadi jangan banyak bergerak dulu. "
"Apa Mas Angkasa menghawatirkan ku? Rasanya tidak mungkin sekali. " Batin Feli.
"Aku tidak percaya bahwa aku benar-benar menghawatirkan gadis jahat itu. Sadarlah Angkasa kamu tidak boleh lembut seperti ini. " Batin Angkasa.
Angkasa sudah selesai memakai baju yang disiapkan oleh Feli tadi, ia sangat suka dengan perpaduan yang Feli siapkan meskipun itu adalah baju santai namun terkesan sangat elegan.
"Rambut Mas masih sangat basah, biar aku bantu keringkan dengan hairdryer ini. " Feli sudah memegang hairdryer yang ia siapkan tadi.
Ia akan mencoba mengabdi dengan baik dan berguna untuk Angkasa karena ia tak bisa hidup dengan gratis ditempat ini. Belum lagi hutangnya pada Angkasa tidak bisa disebutkan sedikit.
"Tidak usah aku bisa sendiri. " Angkasa hendak mengambil nya dari Feli namun Feli menolak dengan tegas.
"Setidaknya izinkan aku untuk berguna Mas, sejak datang kesini aku selalu menyusahkan Mas dan hutang ku juga sangat banyak. Jadi aku harus bersikap lebih berguna lagi untuk Mas. " Feli dengan wajah penuh harap.
"Huh, baiklah. " Angkasa duduk diranjang dan Feli mendekat kearah Angkasa lalu mulai mengeringkan rambut Angkasa dengan pelan dan hati-hati.
Angkasa sendiri tak menyangka akan mendapatkan perhatian seperti ini dari gadis yang membully nya dahulu.
Ia sempat berpikir bagaimana jika dahulu hubungan mereka sebaik ini? Bagaimana jika dahulu ia tidak gendut dan memiliki wajah yang terawat? Apakah ia dan Feli akan berakhir sebagai suami istri yang saling mencintai?.
"Bagaimana jika aku ternyata tidak pernah benar-benar membenci gadis ini? " Batin Angkasa tiba-tiba berbicara tanpa ka ketahui.
Dua insan itu hanya diam saja, Feli sibuk mengeringkan rambut Angkasa sedang Angkasa sibuk memikirkan banyak hal.
...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...
Author yakin Angkasa sebenarnya masih cinta tapi gengsi nya aja digedein😏
Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys🌺