
...🍃Soundtrack #Baby don't cry-exo🍃...
...🌾🌾Aku hanya berpura-pura mengacuhkan mu, padahal sebenarnya hatiku menggebu karena rindu 🌾🌾...
Angkasa sudah sangat kesal dan marah saat ini, melihat Feli yang diam saja saat Fahdan mendekat kearah nya seakan ingin menciumnya membuat ia kian kesal saja.
"Sial, aku sangat kesal saat ini. Kenapa laki-laki sialan itu berlagak seolah Feli adalah miliknya hingga berbicara banyak sekali, " Ucap Angkasa dalam hatinya.
Matanya menatap tajam kearah jalan dan tangan nya masih saja memegang setir mobil.
"Aku sangat kesal hari ini, aku ingin marah dan aku sangat ingin meluapkan rasa kesal ku. " Angkasa menahan amarahnya hingga kini.
Feli sendiri hanya diam saja di dalam mobil, melihat wajah Angkasa yang tak bersahabat itu membuat ia sangat ketakutan dan khawatir kini. Apalagi sudah lama sekali laki-laki itu melunak tanpa sebab kepadanya.
"Kenapa mas Angkasa sangat kesal sekali? Wajahnya sangat tidak bersahabat. " Batin Feli.
"Bagaimana kalau mas Angkasa akan mengurungku lagi seperti saat itu, atau bagaimana kalau mas Angkasa sampai memukul ku nanti? " Feli memikirkan banyak sekali hal-hal menakutkan yang akan terjadi saat Angkasa sedang marah. Karena tempramen laki-laki itu sangat tidak bisa ditebak. Kadang ia marah dan kesal tanpa sebab dan terkadang ia sudah melunak serta lembut seperti beberapa hari terakhir ini.
Mereka turun dari mobil dan Angkasa langsung menarik Feli memasuki rumah, memang tarikan itu masih terkesan lembut dari tarikan yang Angkasa berikan saat dulu. Tapi tetap saja Feli masih merasakan aura kemarahan dari Angkasa.
"Eh udah pulang yah mbak? " Tanya vania yang sedang menonton televisi di ruang depan karena jam ini adalah jadwal tayang variety show kesukaan nya.
"Kami ada urusan diatas, kamu lanjutkan saja menonton nya. " Angkasa berusaha menetralkan wajahnya agar tidak menimbulkan kecurigaan untuk vania.
"Hmmm urusan apa nih mas? Pasti sesuatu yang sangat waw kan. Bisa bikin mas keringetan kan? " Vania masih saja menyempatkan untuk menggoda Angkasa yang sedang kesal itu.
Pintu tertutup rapat hingga vania kaget "kenapa dengan mereka? Ahh sudah tidak sabar rupanya hahah uhhh jadi kepo deh. " Vania kembali sibuk menonton.
Saat sampai dikamar Angkasa mendudukkan Feli diatas ranjang dengan pelan, untuk kali ini ia mencoba untuk tetap mengontrol emosinya karena ia takut akan melukai Feli.
"Ke,, kenapa mas? Apa aku berbuat salah? " Tanya Feli dengan nada gugup.
Angkasa menarik rambutnya kesal, pertanyaan Feli sungguh membuat ia semakin kesal saja. Bagaimana bisa gadis itu bertanya apakah ia berbuat salah saat ia berkeliaran diluar sana dengan laki-laki lain dan apa yang Angkasa lihat tadi? Kalau saja Angkasa tidak secepatnya datang mungkin mereka akan berciuman.
__ADS_1
"Akhh,, aku sangat kesal dan marah saat ini. " Angkasa sedikit berteriak frustasi dan memukul tembok untuk melampiaskan kekesalan nya. Setidaknya ia tak melukai Feli walaupun tangannya kini terasa perih karena sedikit terluka.
Feli kaget saat melihat itu.
"Kenapa kamu sangat sering keluar dengan laki-laki itu? Apa kamu menyukai nya? " Tanya Angkasa sedikit keras karena ia sudah terbakar rasa cemburu.
"Apa maksud mas? Kami bukan seperti yang mas pikirkan. " Feli mencoba untuk menjelaskan.
"Apa kamu bilang? Aku lihat dengan jelas hubungan kalian sangat tidak biasa, kalian jelas seperti memiliki hubungan yang sangat dekat. Apa kamu berkencan dengan nya? " Tanya Angkasa mencoba untuk menahan dirinya untuk tidak semakin emosi.
"Mas salah faham, aku dan mas Fahdan hanya berteman biasa. Dan dia juga menganggap ku sebagai seorang adik mas. " Jelas Feli dan Angkasa langsung tertawa mendengar itu.
"Wah adik yah? Apakah kamu yakin dia hanya menganggap mu seperti itu? Bagaimana bisa dia menganggap mu sebagai seorang adik saat kalian bahkan tidak memiliki hubungan darah ataupun kerabat? " Kesal Angkasa.
Feli merasa bingung kenapa tiba-tiba Angkasa mempermasalahkan itu saat ini. Apa karena Feli keluar dengan Fahdan Angkasa jadi semarah ini?.
"Kenapa mas marah? Apa karena aku keluar dengan mas Fahdan? " Tanya Feli menebak.
"Bagaimana kalau iy? " Tanya balik Angkasa.
Sudah beberapa hari ini ia ingin mengatakan itu, karena Angkasa sering kali melewati batas seolah mereka adalah pasangan sesungguhnya. Bahkan saat mereka tidak dihadapan anggota keluarga laki-laki itu sering kali bertingkah manis seolah sedang akting seperti biasanya.
"Bagaimana kalau aku benar-benar serius dengan pernikahan ini? " Tanya Angkasa perlahan mendekat kearah Feli.
Feli kaget dengan ucapan Angkasa yang tiba-tiba mengatakan itu, tidak mungkin laki-laki hebat seperti Angkasa akan menganggap serius pernikahan yang didasari dengan hutang piutang itu.
"Ma,, maksud mas apa? " Gugup Feli saat Angkasa sudah sangat dekat dengan nya hingga kini laki-laki itu sedang menindih tubuhnya.
"Aku mengatakan kalau aku benar-benar serius dengan pernikahan ini, dan kamu adalah milikku! "
Cup,
Feli kaget saat mendengar itu langsung dari Angkasa, dan ia malah dikagetkan lagi saat Angkasa mencium bibirnya dengan mata tertutup saat ini.
__ADS_1
Feli sangat kaget dan masih saja mematung dengan apa yang sedang terjadi saat itu, bibir Angkasa benar-benar sedang menempel sempurna dibibirnya.
Perlahan Angkasa menggerakkan bibirnya dibibir Feli, ciuman yang awalnya sangat lembut itu semakin berubah jadi sebuah luma*tan. Angkasa seolah menyalurkan rasa kesalnya melalui ciuman itu. Ia menunjukkan bahwa ia sangat tidak suka Feli bersama dengan laki-laki lain.
"Mashpp,, mpph. " Feli yang sadar itu langsung memberontak dalam ciuman itu.
Angkasa benar-benar masuk dalam ciuman sepihak nya itu, masih dengan mata terpejam ia menarik Tengkuk gadis itu dan memperdalam ciuman nya berharap akan dibalas oleh Feli.
Meskipun ia tak menerima balasan ia masih saja menikmati ciuman itu, mendekatkan tubuhnya kearah Feli yang terus saja berontak dalam kungkungan itu.
"Mashpp,, mas,,lepsm.. " Feli masih saja berusaha sekuat tenaga nya.
Karena Angkasa merasa Feli sudah mulai menghirup udara yang minim ia langsung melepaskan ciuman itu.
Plak,
Angkasa kaget saat menerima tamparan itu dari Feli, ia tak menyangka akan mendapatkan tamparan saat ini.
Ia menatap kearah Feli yang menatap tajam kearah nya, gadis itu terlihat sangat terluka karena perlakuan nya yang tiba-tiba itu.
Mata gadis itu memerah menahan air mata "Aku tahu aku adalah gadis yang menikah dengan mas karena memiliki banyak hutang pada mas, tapi aku punya harga diri mas. Mas memang memiliki banyak wewenang atas diriku tapi bukan berarti mas melakukan itu kepada ku, " Ucap Feli dengan wajah sendu.
Angkasa kaget mendengar ucapan Feli, padahal maksudnya bukan lah seperti itu. Ia hanya ingin membuktikan kepada Feli bahwa ia sungguh menganggap serius pernikahan itu.
"Bukan begitu maksud ku,, kamu sal,, " Angkasa mencoba menjelaskan namun Feli sudah lebih dulu pergi. Gadis itu memasuki kamar mandi dengan berlari dan menutup pintu kamar mandi dengan rapat.
Ia masih sadar diri untuk tidak menimbulkan masalah baru lagi, oleh karena itu ia memilih memasuki kamar mandi alih-alih keluar rumah dan menghindari Angkasa.
...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...
Waduhh mas ada apa nih? Kamu sih mas langit main nyosor aja sama Bibir feli.
Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys🌺