
...🍃Soundtrack #love is gone-slander feat dylan Matthew 🍃...
...🌾🌾Setiap orang memberi luka dan rasa sakit untuk ku, Bisakah kamu menjadi penawar untuk setiap luka itu?🌾🌾...
... ...
Feli terus saja berusaha menghentikan emosi Deva yang meluap-luap itu, Deva sangat marah karena Feli mengungkit masalah nya yang sudah ia tutup tutupi itu. Sedang Feli hanya ingin mencoba menyadarkan Deva bahwa masalah kita sendiri seharusnya kita selesai kan sendiri jangan melampiaskan kepada orang lain yang bahkan tidak bersalah.
"Deva, kumohon jangan lakukan ini padaku, " Ucap Feli dengan penuh pengharapan.
Deva sudah melanjutkan aksinya dengan menggunting beberapa bagian baju Feli hingga kini keadaan Feli sudah sangat berantakan dengan baju yang sudah tidak bisa dibilang baju, karena tubuh bagian atasnya sudah terekspos keluar.
"Kenapa kamu melakukan hal seperti ini? Kita sama-sama peremp,, "
Plak,
Lagi-lagi Deva menampar wajah Feli dengan keras hingga gadis itu sudah tak bisa bahkan untuk sekedar berbicara lagi.
"Kita tidak sama, kamu adalah perempuan hina jadi jangan samakan aku dengan mu. " Kesal Deva.
"Cepat sediakan kamera, kita jual video ini dengan harga mahal! " Senyum Deva dengan licik lalu mendekat ke arah Feli yang terlihat sangat panik itu.
Kenapa mereka bisa berbuat sejauh ini hanya karena membenci Feli? Sejauh mana lagi mereka membuat Feli menderita dengan menghadirkan beberapa luka baru dibatin juga fisik gadis itu.
Deva benar-benar sudah menarik keras baju tersisa ditubuh Feli hingga gadis itu kini hanya mengenakan tanktop saja.
"Kumohon jangan lakukan itu! " Feli sangat panik dengan tangan Deva yang hendak menggunting tanktop nya.
Kalau sampai tanktop itu juga ia singkirkan maka harga diri Feli benar-benar sudah hilang dihadapan mereka.
"Diamlah, kamu bisa merusak video itu jika terus saja berbicara dan menolak. Mari bekerjasama yah? " Deva dengan suara dibuat buat untuk selembut mungkin.
"Deva, kamu jangan berbuat sejauh ini hanya karena membenci ku. Kumohon hentikan ini, aku tidak akan mempermasalahkan ini jika kamu berhenti sekarang. " Feli dengan keadaan yang sudah sangat berantakan itu.
"Diamlah! Kamu tidak mau mendengarkan ku yah? " Deva berdiri dengan rasa kesal karena sejak tadi Feli tidak mau diam.
"Kalian berdua cepatlah ambil roti dengan selai kacang yang sudah kusiapkan tadi, " Perintah Deva hingga menbuat Feli semakin takut.
"Ma,, mau apa kamu dengan roti itu? "
"Menurut lu mau apa yah? Gua denger didalam ruangan ini ada seseorang yang tidak bisa makan kacang, kalau makan kacang bisa mati secepatnya. " Tawa Deva dengan sedikit keras.
"Jangan lakukan itu Deva, kamu bisa terkena masalah jika melakukan kejahatan terencana seperti ini. " Feli terus saja mencoba untuk melerai emosi deva.
"Diamlah, mendengar suaramu saja sudah membuat ku semakin emosi saja. "
"Aku harus bagaimana sekarang? Aku tidak bisa memakan kacang karena pernafasanku akan sesak. Aku tidak boleh kenapa-kenapa sampai menemukan kakak. " Panik Feli dalam batinnya.
"Bagaimana? Apa kamu sudah sangat kelaparan? " Deva datang dengan roti lengkap dengan selai kacang ya sudah ada disana dengan jumlah banyak.
"Jangan lakukan itu kumohon! "
Feli berusaha menutup rapat mulutnya itu agar makanan itu tidak masuk kedalam mulutnya, tapi karena berbagai cara yang dilakukan Deva kini makanan itu dipaksa masuk kedalam mulut Feli.
"Ayo telan! " Titah Deva dengan keras menekan pipi Feli.
Feli menggeleng dengan air mata yang susah payah ia tahan itu kini jatuh bersamaan dengan rasa sesak yang kini ia rasakan.
__ADS_1
"Ha,, hha,, " Feli mencoba untuk tetap menstabilkan pernafasan nya namun ia sudah merasakan sesak.
Deva tertawa saat melihat itu, sedangkan rekan yang lain sudah panik karena melihat Feli benar-benar sangat sekarat saat ini.
"Ba,, bagaimana kalau dia benar-benar mati? " Tanya yang lain dengan khawatir.
"Yah baguslah, aku tidak perlu lagi melihat wajah gadis sialan ini. " Deva.
"Ta,, tapi. "
"Sudahlah, kamu semakin menyebalkan saja lama-lama. Cepat hidupkan kembali videonya kita buat gadis ini menjadi artis panas lalu kita jual videonya dengan harga mahal.
Deva berjalan kearah Feli dan menggunting tanktop Feli hingga kini tertinggal bra nya saja. Feli sudah sangat lemah bahkan untuk berontak saja ia sudah tak kuasa.
" Kumohon,, siapapun,, to.. Long aaku, "gumam Feli sebelum akhirnya ia sudah tak sadarkan diri.
Bruk,
Suara pintu ditendang dengan keras membuat semua orang yang ada diruangan itu kaget.
Mereka lebih dikagetkan lagi dengan kehadiran Angkasa yang datang dengan wajah sangat marah dan juga khawatir.
" APA-APAAN KALIAN? "Bentak Angkasa dengan sangat keras.
" Pa,, pak ini hanya peringatan untuk nya karena sudah sering terlambat. Ka,,. "
Plak,
Plak,
Plak,
Angkasa sudah lama ingin menyingkirkan gadis jahat itu tapi karena Feli yang selalu melarangnya ia tak kunjung mengusir gadis psychopath itu. Dan inilah akhirnya.
Angkasa juga mendekat kearah yang lain dan merampas ponsel itu kemudian menginjaknya hingga hancur lebur.
Mata Angkasa sudah sangat memerah karena marah dan rahangnya sudah mengeras menahan emosinya.
"Apa kalian semua manusia? " Tanya Angkasa dengan lantang.
Ia melihat keadaan Feli yang sudah sangat tidak pantas itu, gadis itu tidak sadarkan diri dengan keadaan tangan di ikat dan wajah yang lebam dan bibir yang berdarah.
Angkasa dengan cepat meraih gunting itu dari arah Deva lalu membuka ikatan itu. Setelah ikatan itu terlepas ia buka jasnya lalu memakaikan nya ketubuh Feli yang sudah hampir setengah telanjang itu.
Hatinya sangat sakit dan hancur saat melihat itu, ia sungguh sangat merasa bersalah lebih dalam lagi.
"Kenapa bapak sangat marah? Kami hanya ingin memberitahunya untuk tidak menggoda bapak dan... "
Plak,
Angkasa berdiri dan menampar lagi wajah Deva.
"Tutup mulutmu itu! Kamu pikir kamu siapa berani menghukum dan memperlakukan istri ku seperti ini? " Angkasa dengan penekanan dikata istri.
Seluruh yang ada di ruangan itu sangat kaget saat Angkasa mengakui Feli sebagai istrinya. Mereka sangat kaget hingga tak bisa bicara lagi termasuk Deva yang sangat kaget itu.
Angkasa merogoh ponselnya dengan cepat dan ia menghubungi Radon dengan keadaan sangat khawatir.
__ADS_1
"Halo pak, apa ada yang bapak per,, "
"Kamu cepat siapkan mobil sekarang juga! "
"Kenapa tiba-tiba sekali pak, apakah ad,, "
"Jangan banyak tanya laksanakan sekarang! " Angkasa buru-buru mematikan sambungan dan langsung mengangkat tubuh lemah Feli.
"Lihat saja, apa yang telah kalian semua perbuat dengan istriku akan aku balas dua kali lipat. Tunggu saja pembalasan ku! " Angkasa langsung berlalu dengan wajah yang sangat khawatir.
Sampai di lobi, Radon sangat kaget karena melihat Angkasa yang datang dengan Feli dalam gendongannya memakai jasnya dan dengan wajah yang sangat lebam.
"Ke,, kenapa dengan non Feli pak? " Tanya Radon khawatir.
"Jalanbkerumah sakit terdekat sekarang, jangan banyak tanya. " Angkasa langsung menjawab dengan ketus karena ia sudah sangat mengkhawatirkan Feli.
Di dalam mobil Angkasa tak hentinya berdoa dan melihat keadaan Feli yang sungguh sangat mengenaskan itu.
"Kumohon bertahanlah, sebentar lagi kita akan sampai, " Ucap Angkasa memegang tangan Feli dan mencium kening gadis itu.
Radon sendiri melihat kearah mereka dari kaca, ia tidak tahu sejak kapan hubungan mereka membaik karena melihat kekhawatiran Angkasa itu. Mata laki-laki itu sangat merah menahan air matanya dengan wajah yang memperlihatkan kekhawatiran yang mendalam.
"Cepatlah! Apakah kamu hanya bisa secepat itu? Nyawa istriku dalam bahaya sekarang! " Bentak Angkasa.
"Ini sudah melebihi kecepatan maksimal pak, semoga saja non Feli baik-baik saja pak. " Radon ikut khawatir.
"Kenapa berhenti? Kamu mau mati hah? " Panik Angkasa saat tiba-tiba mobil berhenti ditengah jalan.
"Ma,, maaf pak jalanan sedang macet sekarang, " Ucap Radon dengan wajah was-was.
"Sialan, kenapa harus sekarang? Istriku sedang butuh pertolongan medis. " Panik Angkasa.
Radon langsung menghubungi nomor pertolongan pertama dalam medis.
"Silahkan bapak bicara dengan pertolongan pertama untuk non Feli, " Radon memberikan ponselnya kearah Angkasa yang buru-buru diangkat oleh Angkasa.
"Halo, dengan pertolongan pertama? "
"Baik Pak coba jelaskan keluhannya. "
"Istri saya tidak sadarkan diri, apa yang harus saya lakukan? " Panik Angkasa dengan air mata yang sudah berhasil lolos.
"Bapak tenanglah! Pertama-tama coba periksa pernafasan nya apakah lancar atau tidak? "
Angkasa langsung menurut dan memeriksa pernafasan Feli yang ia rasakan adalah pernafasan gadis itu sangat tidak stabil bahkan hampir tidak merasakan nafas gadis itu.
"Istri saya bernafas dengan pelan dan seperti tidak bernafas saja dok, hiks,, apa yang harus saya lakukan. Saat ini kami sedang menuju rumah sakit. "
"Cepat berikan nafas buatan karena tidak lama lagi itu akan sangat fatal jika dibiarkan. " Angkasa langsung memberikan ponsel itu kepada Radon.
Angkasa membenarkan posisi Feli dan mulai menutup hidung gadis itu memberikan nafas buatan berkali-kali dengan deraian air mata.
"Kumohon sadarlah sekarang! Jangan buat aku khawatir seperti ini hiks, " Angkasa masih terus memberikan nafas buatan untuk Feli sedang Radon fokus menyetir menuju rumah sakit dengan kecepatan diatas rata-rata.
...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...
Waduhhh Deva itu bukan manusia tapi iblis, gimana bisa dia lakuin itu sama Feli?.
__ADS_1
Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.
See you guys🌺