Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
29. Digendong.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #Drivers licensi-Olivia Rodrigo🍃...


...🌾🌾Jangan membuat ku bingung karena sikapmu yang tidak jelas itu, karena aku mudah goyah🌾🌾...


           Feli dengan susah payah berjalan menuju pintu utama rumah sakit tempat ia sempat diperiksa tadi, kakinya terasa sangat sakit untuk digerakkan.


"Akhh,, " Feli memekik sakit saat kakinya tak kuasa lagi untuk ia gerakkan.


Angkasa yang berjalan dibelakang nya langsung buru-buru menghampiri Feli yang menahan sakit itu. Lututnya seolah hampir patah saja saking sakitnya.


"Jangan dipaksakan saat kakimu sakit, " Angkasa berbicara lembut kearah Feli.


"Aku baik-baik saja mas, " Ucap Feli mencoba untuk bangkit namun ia malah jatuh kembali.


Dan beberapa saat kemudian ia dikagetkan saat Angkasa mengangkat tubuh nya ala bridal style.


"Ma,, mas? Kenapa mas menggendong ku? " Tanya Feli dengan wajah sembab nya.


Angkasa langsung menyadari sejak tadi ternyata gadis tak hentinya menangis. Ia tak tahu tepatnya apa yang ditangisi oleh Feli, apakah karena perbuatan nya yang sudah tega mengurung gadis itu hingga masuk rumah sakit.


"Kakimu sedang sakit jadi aku tidak ingin malam semakin larut karena berlama-lama begini, " Angkasa beralasan.


"Aku akan mencoba untuk berjalan lebih cepat mas, jadi turunkan saja aku mas. Aku sudah cukup merepotkan. " Feli hampir saja menangis lagi namun ia tahan air matanya itu.


"Sudahlah kamu diam saja, aku paling tidak suka saat kamu banyak berbicara. "


Feli pun akhirnya memilih untuk diam karena mendengar ucapan Angkasa itu. Ia menahan air matanya dan melihat kearah lain agar Angkasa tidak melihat wajah sembabnya itu.


Setelah sampai dimobil Angkasa langsung memasang sabuk pengaman untuk Feli yang hanya diam saja melihat kearah luar jendela.


Suasana mobil sangat sepi dan canggung karena mereka berdua hanya diam saja sejak tadi. Feli masih saja merasa ia sudah sangat lelah dengan hidupnya, bertahun-tahun lamanya ia berpura-pura baik-baik saja menjalani kehidupannya tanpa keluarganya. Ia selalu meyakinkan hatinya bahwa suatu hari nanti kakaknya yang menghilang malam itu akan datang menjemputnya. Tapi sampai kini tak ada tanda-tanda bahwa kakaknya akan datang.


"Hiks,,, " Feli menahan tangisannya dengan menutup mulutnya sendiri sembari terus melihat kearah luar jendela.


Apakah ia harus memutuskan harapan itu? Apakah sudah saatnya ia berhenti berharap dengan kedatangan kakaknya? Ia sering kali dihantui rasa sakit bahwa hanya tersisa dirinya sendiri di dunia ini. Ia takut kalau kalau kakaknya ternyata sudah tiada hingga tak kunjung datang menjemput nya.


Angkasa sendiri masih saja fokus menyetir dengan beberapa pikiran yang melayang layang di otaknya itu. Entah kenapa pertahanan nya serasa runtuh karena melihat Feli yang begitu rapuh saat ini. Bahu gadis itu tak hentinya bergetar dengan wajah sembab dan mata yang menggambarkan seolah ia sudah sangat lelah mengeluarkan bulir-bulir bening dari wajahnya.


"Kenapa dia sangat ketakutan didalam ruangan itu tadi? Sampai-sampai ia sembunyi dibawah tempat tidur. " Batin Angkasa bertanya tanya.


Ia memiliki banyak sekali pertanyaan sejak melihat kejadian tadi. Feli memeluknya sangat erat dengan tubuh bergetar takut seolah gadis itu sedang diburu oleh seseorang saja.


"Kakak? Kenapa dengan kakaknya? Kenapa dia berkata lelah menunggu? "


Angkasa tak hentinya memikirkan banyak hal tentang Feli, hingga ia sadar bahwa masih banyak hal yang tidak ia ketahui tentang gadis yang berstatus sebagai istri nya itu.


Mobil berhenti tepat disebut restoran yang memang selalu jadi tempat terfavorit bagi Angkasa dan restoran itu selalu buka selama 24 jam dengan pelayanan yang memiliki tiga sifh yakni pagi, siang dan malam. Angkasa sangat suka dengan pelayanan mereka dan tentunya rasa masakan disana sudah tidak diragukan lagi.

__ADS_1


Angkasa turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Feli yang sejak tadi sudah mulai reda tangisan nya.


Feli heran kenapa tiba-tiba mereka berhenti tepat di sebuah restoran? Namun ia langsung dikagetkan oleh Angkasa yang menggendong nya lagi menuju restoran itu.


"Mas turunkan aku sekarang juga! " Feli benar-benar tidak habis pikir kenapa dengan Angkasa yang tiba-tiba bersikap seolah peduli kepada nya itu.


Laki-laki itulah yang mengurungnya seharian dan sekarang ia bersikap seolah peduli? Feli sampai dibuat bingung apakah dia memiliki kepribadian ganda atau semacamnya?.


"Diamlah, kamu mau jadi pusat perhatian? " Angkasa dengan suara lembut nya.


"Sekarang saja sudah jadi pusat perhatian mas. " Dengan terpaksa Feli membenamkan wajahnya didada bidang milik Angkasa hingga Angkasa sampai kaget karena ulah Feli.


Ia dudukkan feli diatas kursi dan seorang pelayan langsung menghampiri mereka dengan cepat. Ini adalah salah satu alasan kenapa Angkasa sangat suka ditempat ini, mereka memperlakukan pelanggan sebagai prioritas.


"Mau pesan pak? " Tanya seorang pelayan.


"Hidangkan semua jenis makanan yang ada ditempat ini, " Ucap Angkasa tiba-tiba hingga Feli juga pelayan itu langsung kaget.


"Semua jenis pak? " Tanya pelayan itu memastikan lagi dan dengan cepat Angkasa menganggukkan kepalanya.


"Apa mas bisa menghabiskan semua nya? " Tanya Feli lemas.


"Bukan untukku tapi untuk mu, " Ucap Angkasa pelan.


"Aku tidak ingin makan mas, jadi kita pulang saja. " Feli hendak bangkit namun ditahan oleh Angkasa.


"Kamu harus makan, lihatlah keadaan mu itu sangat parah. Kata dokter asam lambung mu kambuh. "


Feli tersenyum kearah Angkasa yang bingung dengan sikap Feli itu.


"Kenapa mas peduli jika penyakit ku kambuh? Apa mas takut aku akan mati saat utang ku belum juga lunas? "


Angkasa langsung merasa canggung karena arah pembicaraan Feli sungguh jauh di luar dugaan nya.


"Banyak sekali pertanyaan mu, duduk dan turuti saja perintah ku. " Angkasa langsung bersikap sok tegas padahal ia bagai tertampar ucapan Feli tadi.


Feli sendiri hanya diam saja  setelah Angkasa mengatakan untuk nya diam saja. Ia benar-benar tidak tahu dari mana datangnya keberanian nya untuk berbicara seperti itu tadi.


"Cepat buka mulut mu! " Perintah Angkasa menyodorkan satu sendok makanan kearah Feli.


Feli masih saja tidak ingin membuka mulutnya, baginya ini adalah kesempatan nya untuk mengakhiri semua penderitaan ini. Lebih baik memperparah sakitnya saja agar ia secepatnya menyusul kedua orang tuanya.


"Buka mulutmu atau aku buka dengan bibir ku? " Angkasa dengan wajah kesalnya karena sejak tadi Feli benar-benar sangat susah untuk diajak berkompromi.


Dengan cepat Feli menurut saat mendengar ancaman itu dari Angkasa, ia tahu laki-laki itu sangat nekat untuk melakukan itu.


Feli benar-benar tidak berselera makan saat ini, biasanya saat melihat makanan enak ia akan langsung tergiur namun sekarang ia malah ingin muntah tanpa sebab.

__ADS_1


"Aku kenyang mas, aku sungguh tidak sanggup lagi. "


"Satu sendok lagi, kamu baru makan sedikit tadi, "


"Aku mau muntah mas, akun sungguh tak bisa lagi. "


Angkasa akhirnya menuruti ucapan Feli karena melihat Feli benar-benar tidak ingin makan  lagi.


Mobil Angkasa parkirkan dengan tepat lalu ia turun dan menggendong Feli ala bridal style memasuki rumah.


"Mas, aku mohon turunkan saja aku. Yang lain pasti sudah tidur dan mas tidak usah lagi bersandiwara sampai menggendong ku begini. " Feli mencoba untuk turun namun ditahan oleh Angkasa.


"Diamlah, apa aku terlihat sedang bersandiwara? " Angkasa masih saja kukuh menggendong Feli memasuki rumah.


Dan benar saja rumah sudah sangat sepi sekali, mungkin semua sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing.


Angkasa membaringkan Feli diatas ranjang dan menyelimuti gadis itu hingga Feli merasa sangat bingung saat ini.


"Istirahatlah sekarang, " Ucap Angkasa.


Feli langsung mencoba untuk bangkit hingga ia duduk di tepi ranjang.


"Aku tidak bisa tidur disini mas, aku tidur dilantai saja mas. "


Angkasa yang sedang membuka baju kaosnya langsung berjalan kearah Feli dengan bertelanjang dada. Ia memang hendak mengganti bajunya yang terasa gerah karena banyak bergerak sejak tadi.


"Kamu tidur lah diranjang, sudah tau sakit masih saja nekad mau tidur dilantai. " Kesal Angkasa masih berdiri dengan dada telanjang nya itu.


"Mas aku benar-benar baik-baik saja, aku akan tidur di bawah mas saja yang tidur diatas. " Feli hendak menurunkan kakinya namun ia dikagetkan dengan Angkasa yang tiba-tiba menindih tubuhnya itu.


"Ma,, mas? " Feli canggung karena Angkasa saat ini sedang tidak mengenakan baju.


"Kenapa kamu sangat susah untuk diatur? Tidur diatas atau aku tiduri? " Ancam Angkasa hingga Feli langsung panik.


Dengan cepat Feli menarik selimut menutupi wajahnya karena takut dengan ancaman Angkasa.


Setelah beberapa saat barulah gadis itu tertidur nyenyak dengan keringat yang masih saja mengalir itu.


"Tenyata ia memiliki seorang kakak dan menghilang saat kejadian itu. " Angkasa yang baru saja membaca kisah Feli dari internet membuat ia jadi faham dengan situasi tadi.


"Kenapa banyak sekali hal yang tidak ku ketahui tentang gadis ini. " Angkasa memperhatikan wajah pucat yang sedang tertidur itu.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Hayoloh mas langit, kamu yang buat Feli sakit jadi bertanggungjawab lah.


Jangan lupa like, komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys🌺


__ADS_2