Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
50. Meminta pendapat.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #The road to me-joy(red velvet) 🍃...


...🌾🌾Jika aku adalah sebuah Duri diantara mawar mu, kumohon untuk jangan membuangku begitu saja! Karena tanpaku sang mawar tak akan terjaga hingga sekarang ini🌾🌾...


       Angkasa tidak bisa fokus bekerja karena memikirkan bagaimana ia harus meluruskan masalah ini dengan Feli, gadis itu benar-benar tidak membiarkan dia untuk berbicara sedikitpun apalagi ia menjelaskan.


"Akhh bisa gila aku nih, " Angkasa membuang pulpen yang saat ini ia pegang.


Dia merogoh ponsel nya dari saku celana dan mulai mengetik sesuatu disana.


Ia menatap ke layar ponsel dengan mata yang tajam tanpa berkedip, matanya sesekali menyipit dan dahi yang berkerut bingung.


"Kenapa tak ada satupun hal yang menarik sih? Masa mau nyenengin istri harus godain sih? Yang ada aku malah kena sembur lagi. " Kesal Angkasa saat membaca artikel disana.


Ternyata ia sedang mencari cara untuk menyenangkan Feli tapi tak ada satupun hal yang menarik baginya.


"Apa lagi ini? Ada-ada saja. Akhhh malah aku makin pusing dibuatnya. " Kesal Angkasa dan menutup ponselnya dengan kasar.


Tiba-tiba saja ketukan dari luar membuat Angkasa sedikit terlonjak.


"Permisi pak, "


"Masuklah! "


Radon yang baru saja sampai dari pertemuan untuk mewakilkan Angkasa karena ia sedang tidak ingin rapat saat ini. Kalian bisa saja menyebutnya tidak profesional karena ini adalah pertama kalinya ia mengahadapi seorang gadis yang sedang ngambek.


"Saya sudah mencatat semua detail dari pertemuan tadi pak, dan sedang saya,,  "


"Sudah sudah, nanti saja kita bahas kamu duduk lah disofa aku ingin berbicara sesuatu dengan mu. " Angkasa dengan wajah serius membuat Radon was-was tanpa sebab.


Hatinya bertanya tanya apakah ia membuat kesalahan karena melihat kondisi Angkasa sangat tidak seperti biasanya.


"Apa saya berbuat sesuatu yang salah pak? " Tanya Radon dengan hormat dan masih saja berdiri melipat tangan didepan.


Angkasa duduk disofa lebih dulu lalu melihat kearah Radon yang masih saja berdiri itu.


"Kamu duduklah sekarang, ini sangat penting untuk dibicarakan! "


Radon dengan ragu duduk di hadapan Angkasa dan melihat dengan seksama menunggu apa gerangan yang akan dibahas oleh atasannya itu.


Angkasa menarik nafas dalam-dalam lalu menatap kearah Radon yang sekarang ini merasa sangat tidak nyaman. Ia sangat takut kalau kalau ia berbuat sesuatu yang salah tanpa ia sadari.


"Kamu,,, "


"I,, iya pak! " Radon mulai keringat dingin karena merasa was-was.


Angkasa diam sejenak lalu melihat lagi kearah Radon.


"Kamu pernah pacaran kan? " Tanya Angkasa pelan.

__ADS_1


Seketika pernafasan Radon lancar kembali dan ia malah dibingungkan dengan pertanyaan Angkasa yang tiba-tiba itu.


"Hah? Ah maksud bapak? " Bingung Radon.


"Saya bertanya kamu pernah pacaran kan? " Ulang Angkasa memperjelas.


Radon dengan ragu mengangguk "Pernah pak dua kali. " Tutur Radon kemudian menunduk.


Angkasa mengangguk mengerti, ternyata hanya dia yang tidak pernah pacaran. Radon bahkan sudah dua kali memiliki seorang kekasih.


"Ternyata hanya aku yang selama ini merasa kesepian, " Gumam Angkasa membatin.


"Apa saat ini kamu masih memiliki seorang kekasih? " Tanya Angkasa lagi.


Radon bingung kenapa arah bicara bossnya sangat jauh sekali sampai perihal perasaan nya saja diurusi.


"Masih pak dengan pacar kedua saya! " Jujur Radon dengan sopan.


"Aah begitu, kenapa kamu bisa putus dengan pacar mu yang pertama? " Tanya Angkasa pelan.


Radon terlihat sangat kaget dengan pertanyaan itu, ia bahkan menunjukkan sikap tidak nyaman dengan pertanyaan itu.


"Ah kamu tidak harus menjawab nya sih,, saya hanya.. "


"Pacar pertama saya meninggal dunia karena sakit kanker pak. "


Angkasa kaget saat mendengar itu, dia memang sudah salah karena mengungkit masa lalu menyakitkan asisten pribadinya itu.


Radon tersenyum dengan pelan ia menggeleng "tidak apa pak, kenapa tiba-tiba bapak menanyakan itu? " Tanya balik Angkasa.


"Aah sebenarnya saya punya pertanyaan kepadamu, karena kamu lebih berpengalaman mengenai perempuan saya ingin tahu apa saja hal yang bisa kita lakukan untuk mengembalikan mood seorang gadis agar mereka tidak lagi ngambek atau semacamnya. " Tanya Angkasa serius.


Radon sedikit memicing karena tiba-tiba saja Angkasa menanyakan perihal asmara padanya, apakah atasannya itu sedang dirundung cinta? Atau apakah ia dengan Feli sudah berbaikan atau semacamnya?.


"Bagaimana? Apa kamu punya solusi? " Tanya Angkasa pelan.


Radon sejenak berpikir dan Angkasa hanya diam saja menunggu jawaban Radon.


"Hmmm sebenarnya untuk masalah mood itu sendiri tergantung orang nya pak. Kalau gadis itu adalah orang yang sangat suka fashion maka kita akan mudah mengembalikan suasana hatinya dengan mengajaknya berbelanja. Dan kalau tipe gadis itu adalah orang yang suka hal-hal romantis maka kita bisa bersikap romantis kepada mereka seperti memberikan bunga, mengatakan kata-kata manis dan juga bisa diberikan sedikit skinship. " Radon menjelaskan dengan pelan.


Angkasa sudah memikirkan itu semua, tapi tidak ada satupun yang mengarah kepada Feli. Angkasa sendiri tidak terlalu tahu tipikal seperti apa Feli. Dan ia sadar bahwa ia sangat tidak mengerti dengan gadis itu.


"Kenapa aku tidak tahu apapun tentang nya? " Batin Angkasa pusing.


Radon melihat kearah Angkasa, laki-laki itu terlihat sangat frustasi dan berpikir keras.


"Kalau boleh tahu apakah ini tentang non Feli pak? " Tanya Radon tiba-tiba.


Angkasa dengan cepat mengangguk kearah Radon.

__ADS_1


"Iya ini tentang Feli, gadis itu sedang marah dan kesal kepadaku. Aku tidak tahu harus bagaimana menenangkan hatinya? " Bingung Angkasa.


"Bagaimana bisa non Feli memaafkan bapak kalau mengingat semua perlakuan bapak, aku tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi hingga bapak bersikap sangat perduli dengan perasaan nya. " Batin Radon bingung.


"Kalau menurut saya pak non Feli bukanlah orang yang sulit untuk ditaklukkan, hanya saja ia masih sangat membutuhkan banyak waktu dan ruang. Karena sebagian perasaan seseorang bisa sembuh dengan sendirinya. " Radon dengan pelan ia berbicara mencoba untuk membantu Angkasa.


"Baiklah, Terima kasih karena sudah meluangkan waktu untuk membahas ini dengan saya. " Angkasa bangkit dan memikirkan lebih lanjut lagi agar Feli benar-benar luluh padanya.


Radon keluar dari ruangan Angkasa dengan wajah masih penuh dengan tanda tanya.


"Apapun itu semoga hubungan mereka secepatnya membaik, " Gumam Radon berlalu.


"Selamat siang non, " Sapa Radon kepada Feli yang sedang menyemprotkan beberapa bunga dengan wewangian diluar kantor.


Feli kaget karena tiba-tiba disapa begitu hormat oleh Radon selaku asisten pribadi Angkasa.


Feli dengan cepat menunduk menghormati nya juga "Eh,, mas Radon, selamat siang mas. " Sapa balik Feli.


"Saya permisi non, " Ucap Radon berlalu setelah Feli mengangguk dengan cepat.


"Gadis baik itu tidak mungkin menjadi seorang pembunuh,bahkan saat jam istirahat saja ia masih sibuk bekerja diperusahaan suaminya sendiri," Gumam Radon sebelum memasuki mobil ia melihat kearah Feli yang sibuk bekerja itu.


Feli merasakan ponselnya berbunyi disaku celananya itu.


"Halo mas! "


"Halo, kamu memang tidak perduli dengan ku yah? Kalau bukan aku yang menelpon kamu tidak akan pernah mau menelpon lebih dahulu. " Gumam Fahdan dari seberang telepon.


Feli merasa bersalah sebenarnya karena sejak Angkasa menariknya dari bioskop dan mengatakan tentang pernikahan mereka Feli tidak pernah lagi menghubungi laki-laki itu. Fahdan memang bukan siapa-siapa tapi ia sudah menganggap Fahdan seperti seorang kakak.


"Kenapa diam saja hmm? " Tanya Fahdan dan suara itu terasa sangat nyata bukan seperti suara dari seberang telepon.


Tiba-tiba saja Feli merasakan bahunya dijentik sedikit oleh seseorang dari belakang.


"Mas Fahdan? " Feli kaget karena melihat Fahdan sudah ada dibelakang nya saat ia berbalik.


"Hai! " Sapa laki-laki itu kemudian mematikan sambungan telepon begitu juga dengan Feli.


"Ha,, Hai Mas heheh, " Canggung Feli.


"Setelah beberapa hari barulah kita bisa bertemu, bagaimana kalau kita ke cafe seberang jalan saja? Kamu harus menjelaskan sesuatu padaku. " Ajak Fahdan.


Feli pun mengangguk saja karena ia memang memiliki sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan Fahdan.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Mas langit nyari gugel gak dapet pencerahan eh nanya sama Radon malah nyinggung perasaan. Ada gerangan apa sih kawand?.


Jangan lupa like, komen dan votenya yah wan kawan.

__ADS_1


See you guys🌺


__ADS_2