Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
74. Ikut kantor.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #stay-Exo🍃...


...🌾🌾Banyak sekali hal-hal yang terjadi dan lupa untuk kita syukuri karena setiap perjalanan memiliki maksud dan tujuan tersendiri 🌾🌾...


   Feli memulai pagi dengan senyuman karena hatinya sangat bahagia akhir-akhir ini. Selama ini ia tak pernah sedikit pun bermimpi sejauh ini, karena kehidupan kelamnya ia sudah menyerah dari jauh-jauh hari untuk mendapatkan kebahagiaan seperti saat ini. Ia hanya ingin menghabiskan hidupnya dengan rasa bersalah dan akan berakhir sendirian tanpa siapapun.


Tapi, pikiran-pikiran itu sudah ia buang jauh sejak malam dimana ia dan Angkasa saling menyatakan cinta dan melakukan hubungan layaknya suami istri sesungguhnya untuk mengikat cinta itu semakin kuat lagi.


Dan laki-laki itu benar-benar memperlakukan dia sangat spesial seperti apa yang ia katakan. Feli semakin banyak tersenyum juga tertawa karena tingkah juga perhatian nya.


Dan kebahagiaan Feli semakin bertambah saat ia mendapatkan keluarga yang lengkap saat ini, ia memiliki mamah, papah, adik dan suami. Juga seperti yang Angkasa katakan ia bahkan akan bersama dengan kakaknya dalam waktu dekat ini meskipun ia belum tahu kapan waktu itu akan datang.


"Aku akan menjalani hidup ku lebih baik lagi dan berusaha menjadi orang yang berguna. " Feli membatin sambil tersenyum pelan saat melihat mamah tersenyum menyambutnya dibawah.


"Aku bantuin mamah masak yah? " Senyuman Feli begitu lebar dan mamah tersenyum menganggukkan kepala.


"Sebenarnya mamah tidak usah dibantu juga tidak apa nak, memang nya kamu tidak mengurus langit hendak ke kantor? " Tanya mamah pelan.


"Mas langit sedang mandi mah, aku sudah siapkan setelan diatas tempat tidur. Aku merasa tidak enak jika mamah ngerjain semuanya sendiri. "


Mamah tersenyum lalu mengelus surai hitam itu dengan pelan"Mamah malah lebih tidak enak sayang kalau kamu harus repot begini, lebih baik kamu mengurus langit sekarang sayang. Masa-masa seperti ini akan kalian rindukan saat kalian sudah sesuai mamah juga papah. "Mamah tersenyum membuat Feli berkaca-kaca karena saat ini ia seperti sedang melihat sosok mamah yang ia rindukan sejak beberapa tahun terakhir ini.


Feli dengan pelan memeluk mamah yang begitu kaget karena pelukan itu.


" Aku sangat menyayangi mamah, "ucap Feli dan mamah tersenyum mengelus pelan punggung Feli.


" Mamah juga sayang, "ucap mamah tersenyum.


" Kalau begitu aku keatas yah mah, sepertinya mas langit sudah selesai mandinya. Aku juga takut mengganggu acara memasak mamah. "


Feli berlalu dengan senyuman dan menghapus bekas air mata di pipi nya.


"Dia pasti merindukan sosok ibunya, " Ucap mamah melihat kearah Feli yang menghilang dibalik pintu kamar.


Benar sekali dugaan Feli Angkasa sudah selesai mandi dan sedang mengancing kemejanya sekarang.


"Eh sudah selesai yah mas? " Tanya Feli datang dan mengambil alih mengancing kemeja Angkasa.


Angkasa tersenyum mengangguk" Kamu dari mana sayang? "


"Tadi aku hendak membantu mamah memasak tapi mamah malah menyuruh ku untuk kesini mengurus mas, kata mamah kalau kita sudah seusia mereka kita akan merindukan masa-masa seperti ini. " Jelas Feli.


Angkasa tersenyum dan mengelus surai hitam Feli "Jangan kan masa-masa ini sayang, sedetikpun aku tak melihat mu sudah membuat ku rindu, " Goda Angkasa hingga Feli manatap Angkasa dengan aneh.


"Masih pagi mas, sudah mulai menggombal saja. "


Cup,

__ADS_1


Angkasa menyambar bibir merah itu hingga Feli kaget namun ia pun kini mulai membalas gerakan bibir suaminya yang sangat liar itu.


Angkasa menarik Feli lebih dekat lagi dengan memeluk pinggang gadis itu dan mel*mat bibir tipis itu hingga Feli semakin menikmati permainan bibir suaminya yang sangat lihai itu.


"Mashmp,, " Feli mulai merasakan udara kian menipis hingga Angkasa dengan wajah tidak rela melepaskan ciuman itu.


"Mas kok liar banget sih? Aku gak bisa ngikutin. "


Angkasa tersenyum lalu mengusap bekas liurnya dibibir Feli " Kalau begitu mau yang lembut gak sayang? "


Angkasa hendak mendekat lagi tapi Feli mendorong bibir Angkasa dengan tangan nya "Mas harus berangkat ke kantor sekarang, " Ucap Feli memakaikan Angkasa dasi yang sudah ia pegang sejak tadi.


"Kamu ikut aku ke kantor yah sayang, " Ucap Angkasa hingga Feli bingung.


"Ikut ke kantor mas? Apa aku diterima lagi kerja disana? " Feli terlihat sangat bahagia.


Angkasa dengan cepat menggeleng "Tidak, bukan begitu sayang. Kamu ikut aku kesana bukan untuk bekerja seperti dahulu lagi. "


"Lalu? Kenapa aku kesana dengan mas? " Bingung Feli.


"Aku hanya ingin kamu kesana dengan ku sayang, sudah kukatakan sejak tadi kalau sedetikpun aku tidak bisa tidak melihat wajah cantik mu ini, " Ucap Angkasa mengecupi setiap sisi wajah Feli hingga ia kegelian.


"Ihh mas, geli tau. "


"Abisnya kamu ngegemesin sayang. "


"Mah kami berangkat ke kantor dulu yah, " Angkasa turun kebawah untuk menemui mamah yang sedang sibuk memasukkan beberapa jenis makanan ke dalam rantang.


"Wah tepat sekali, ini mamah buatkan rantang karena kalian belum sarapan. "


Feli dengan senang hati meraih itu dari mamah "Maaf yah mah ngerepotin banget, " Ucap Feli merasa tidak enak dan mamah hanya tertawa pelan.


"Apa yang direpotkan sayang? Mamah senang bisa membuatkan kalian makanan seperti ini. "


"Terima kasih banyak mah, " Ucap Feli masih sungkan dan Angkasa hanya tersenyum.


"Feli ikut ke kantor hari ini mah, kita berangkat yah mah. "


Feli dan Angkasa meninggalkan pekarangan rumah dengan mobil mewah Angkasa yang sangat indah itu.


Tiba-tiba ponsel Angkasa berbunyi sangat lantang "Tolong angkat sayang, " Ucap Angkasa pokus menyetir.


Feli perlahan merogoh saku celana Angkasa dibagian depan hingga Angkasa sedikit kegelian.


Setelah Feli mengangkat panggilan dari Radon itu ia arahkan ponsel itu ke telinga Angkasa.


"Halo pak, " Ucap Radon sopan.

__ADS_1


"Iya, bagaimana dengan pesan saya kemarin? "


"Saya sudah sampai kan kepada seluruh karyawan pak. Semua sudah hadir saat ini. "


Angkasa tersenyum pelan " Kerja bagus, saat ini saya sedang diperjalanan menuju kesana. Kamu bisa ambil alih  vodium sebentar. "Angkasa terlihat sangat senang.


Feli sedikit kebingungan dengan arah bicara keduanya. Ia benar-benar bingung apa yang sedang mereka bahas.


" Mas, memang nya ada acara apa di kantor? "Bingung Feli.


" Tidak ada sayang, "ucapan Angkasa tersenyum.


" Ooh kirain ada sesuatu mas, "


"Kenapa kamu bertanya sayang? "


"Tadi kalau tidak salah aku mendengar kata vodium mas, jadi kukira ada acara saat ini disana. "


"Tunggu dan lihat saja sayang, apa kamu merasa tidak nyaman ke kantor saat ini? " Angkasa bertanya karena sejak tadi Feli terlihat tertekan.


Dengan cepat Feli menggeleng karena itu "Tidak mas, aku baik-baik saja hehe. Aku senang karena bisa bersama mas bahkan saat di kantor. Aku tidak perlu cemas lagi, " Ucap Feli membuat Angkasa kebingungan.


"Loh, cemas kenapa sayang? "


"Aku cemas kalau sewaktu-waktu ada klien mas datang memiliki tubuh bagus, wajah yang cantik dan dia menggoda mas. Ahh aku tidak bisa membayangkan nya. "


Angkasa tertawa pelan karena Ucapan Feli itu, dengan cepat ia sambar bibir Feli lalu kembali fokus menyetir.


"Mas,, Hati-hati! Mas sedang menyetir jadi jangan lakukan hal berbahaya seperti tadi, " Ucap Feli panik dan Angkasa hanya tertawa pelan.


"Abisnya bibir kamu menggoda banget sayang, mau lagi mau lagi. " Angkasa memonyongkan bibir nya saat sedang menyetir.


Feli menggeleng karena melihat Angkasa begitu terobsesi dengan bibirnya. Belum lagi laki-laki itu tidak takut kecelakaan apa bagaimana?.


"Mas fokus nyetir gih, aku gak mau mas kita kenapa-kenapa. "


Angkasa tersenyum "iya sayang iya, mas fokus nih. "


Angkasa sangat puas menggoda Feli yang sangat mudah panik itu. Padahal Jalanan sangat sepi kini. Tidak ada yang perlu ditakutkan.


...🎋🎋Bersambung🎋🎋...


Wahhh mas langit suka cium-cium mendadak. Meng-mesum kamu mas.


Jangan lupa yah like, komen dan votenya yah wan kawan.


See you guys🌺.

__ADS_1


__ADS_2