
...🍃Soundtrack #bad girl-Wooah🍃...
...🌾🌾Hukuman tidak harus membuat seseorang menderita fisik dan mental, sebab hukum yang dapat memberikan penderitaan akan melahirkan kekerasan tanpa kekuatan.. 🌾🌾...
Angkasa masih saja bingung harus bagaimana dengan Feli, apalagi mendengar kata-kata tidak bermoral dari adiknya membuat ia semakin canggung untuk sekedar mengganti baju Feli. Padahal secara agama dan hukum mereka sudah sah dan ia tidak akan salah jika pun menelanjangi istrinya itu.
"Aduhhh,, bagaimana ini? "
Angkasa semakin pusing saja namun melihat Feli yang tak tenang itu membuat ia semakin tak bisa berpikir jernih.
Ia mencoba untuk mendekat kearah Feli dan membuka satu persatu kancing kemeja yang Feli kenakan itu. Baru beberapa kancing saja Angkasa sudah gemetaran karena merasa sesuatu yang aneh dalam dirinya seolah mendorongnya.
Ia mundur perlahan dari arah Feli, ia benar-benar tidak bisa melakukan ini.
Ia tekan nomor ponsel milik adiknya itu dan tiba-tiba saja langsung diterima oleh Vania.
"Iya mas ada apa manggil gini? Udah jadi gantiin baju mbak Feli? Setelah itu mas kompres yah. "
"Eugh,, gini. Kamu kesini sebentar mas,,, "
"Aku ada tugas mas, mas bisa kan kompres sendiri? Duhh mana deadline tugas aku besok loh mas padahal masih banyak yang harus aku kerjakan, aku tutup yah mas. " Panggilan langsung ditutup oleh Vania.
"Aduhh nih anak pas gua butuh ada aja alasannya. " Kesal Angkasa.
Ia semakin dibuat bingung dengan situasi ini, melihat Feli yang semakin tidak tenang itu membuat ia juga ikut tidak tenang.
"Eugh,, " Feli memeluk dirinya seolah pertanda bahwa ia kedinginan.
"Hei,, kamu bangunlah dan ganti pakaian mu. " Angkasa mendekat kearah Feli dengan menaiki tempat tidur dan mencoba untuk menyadarkan Feli.
Gadis itu bahkan tak bisa membuka matanya karena merasa sangat lemah bagaimana ia akan menggantikan bajunya?.
Angkasa semakin dibuat frustasi "kenapa kamu harus sakit disaat seperti ini sih? Ahh memusingkan. "
__ADS_1
Dengan berat hati Angkasa membuka kancing kemeja Feli dan melepaskan nya hingga kini Feli hanya mengenakan tanktop.
"Aku tidak bisa menggantikan **********, seperti nya bajunya saja diganti sudah mendingan.
Angkasa membulatkan tekad hanya menggantikan baju Feli saja, untuk celana saja ia tak sanggup apalagi harus dalaman.
" Sial, aku berkeringat sangat banyak sekali. "Angkasa membaringkan diri karena merasa sangat lelah tanpa alasan.
Namun, saat ia melihat kearah kanan ia dikagetkan oleh wajah Feli yang terlihat sangat pucat itu. Wajah mereka sangat dekat dan hanya beberapa senti saja.
Saat seperti ini lah ia memiliki kesempatan untuk melihat wajah itu dengan dekat, jantung nya berdetak tak karuan saat melihat wajah itu.
" Kenapa dengan ku? Aku membencinya kenapa aku malah berdebar hanya karena melihat wajah pucat nya ini? Aku yakin ada yang salah dengan ku. "Gumam Angkasa tak Terima dengan kenyataan itu.
" Erghh,,"Feli merasa sangat tidak nyaman dan terus bergerak hingga tak sengaja mencium pipi Angkasa yang saat ini terbelalak sangat kaget.
Jantungnya seolah memaksa keluar saat benda kenyal itu mendarat sempurna di pipi nya hingga ia merasa sedikit lembab disana.
Feli masih saja diam tak bergerak begitu juga dengan Angkasa yang mematung tak percaya dengan apa yang sedang terjadi ini.
Ia langsung bangkit dari tempat tidur itu dengan wajah sangat kesal, namun ia tidak lupa menyelimuti Feli hingga bagian dada dan meletakkan handuk basah itu dikening Feli.
"Sialan sekali gadis ini, kenapa saat tidak saja membuat ku semakin bingung? Kenapa dia membuat ku tidak bisa menjadi diriku sendiri? Kenapa?. " Kesal Angkasa karena ia benar-benar seperti seorang laki-laki gampangan yang tak memiliki pendirian.
Ia sangat ingin menjadi laki-laki yang konsisten dan bisa membalaskan dendamnya tanpa rasa iba sedikitpun. Tapi kenapa hanya karena gadis itu tersenyum dan diam saja Angkasa dibuat mleyot dan tak bisa tenang.
Gadis itu seolah mengendalikan seluruh kuasa Angkasa, ia tak bisa berbuat lebih tega dan kejam padahal ia sangat ingin membuat gadis itu sangat menderita.
"Akhhh,, kamu kenapa sebenarnya? Kenapa bertingkah seperti seorang pengecut? Kamu membencinya dan selamanya akan begitu. " Tegas Angkasa pada dirinya sendiri.
Ia mencoba untuk menguatkan hati agar ia tidak lagi jatuh kedalam pesona seorang gadis jahat seperti Feli. Ia tak akan lagi jatuh hati karena ia adalah seorang pembenci.
"Eugh,, huh. " Feli terlihat sangat tidak tenang di tempat tidur milik Angkasa.
__ADS_1
Angkasa yang sedang merenung itu sedikit kaget dan mendekat kearah Feli yang terlihat sangat kesakitan itu.
"Aku tak akan khawatir bagaimana pun itu, saat kamu kesakitan seperti ini harusnya membuat ku senang. Jadi untuk apa aku repot-repot memperdulikan mu. " Tegas Angkasa berbicara seolah ia benar-benar teguh dengan pendirian nya.
Namun, saat melihat wajah Feli ia perlahan luluh dan mengganti handuk itu dengan handuk basah yang lain, ia meletakkan kembali handuk itu di atas kening Feli.
"Baiklah untuk malam ini aku akan sedikit berbaik hati untuk mu, karena penderitaan yang sesungguhnya akan dimulai esok hari. Main-main nya kita sudahi sampai disini saja. " Senyum smirk diberikan oleh Angkasa yang terlihat sedang kepikiran beberapa rencana untuk membalaskan dendamnya itu.
"Terlalu lunak bukanlah langit yang sekarang, karena aku sudah tidak mengenal kata itu untuk seorang gadis jahat seperti dirimu ini. " Senyum Angkasa merasa sangat pantas untuk berbicara seperti itu.
Meskipun setelah mengatakan itu ia merasa sangat ragu karena melihat keadaan Feli yang 180° berubah total dengan kehidupannya saat mereka SMA dahulu. Gadis itu sangat terawat dan juga hidup dengan sangat baik dahulu, dengan teman-teman yang menghormati dan menyayangi nya. Berbeda dengan Feli yang saat ini sangat dihindari beberapa orang yang mengenalnya.
Feli juga kelihatan semakin kurusan seiring berjalan nya waktu. Sepertinya gadis ini menyimpan banyak sekali luka dan beban hingga ia terlihat sangat sengsara dalam menjalani hidup nya.
Saat sedang merenung tiba-tiba saja ponsel milik Angkasa berdering sangat keras.
"Halo ad apa? "Tanya Angkasa saat menerima panggilan itu.
" Begini pak, berkas yang kita Kirim kan kepada pak Salman sudah disetujui dan besok akan saya sampaikan surat balasannya kepada bapak. "Radon yang kebetulan adalah asisten pribadi Angkasa yang ia tugaskan untuk melaksanakan apapun yang ia perintah kan itu.
" Baiklah kalau begitu, kerja mu sangat bagus. "
"Terima kasih banyak pak, senang mendengar pujian dari bapak. "
"Kalau sudah tidak ada yang ingin disampaikan saya tutup telepon nya.
Panggilan langsung ditutup oleh Angkasa karena ia juga mulai mengantuk.
...🎋🎋Bersambung🎋🎋...
Ganti baju doang paniknya udah kayak ngehamilin anak orang aja kamu mas langit.
Jangan lupa like, komen dan vote yah Wan kawan.
__ADS_1
See you guys🌺