
...🍃Soundtrack #love bug-Gfriend 🍃...
...🌾🌾Untuk terus bersama dengan mu aku akan bersedia melakukan apapun itu🌾🌾...
Feli menutup mata pelan menikmati semilir angin saat berada di tepi danau Tempat dimana Angkasa membawanya. Meskipun ia dibuat bingung kenapa Angkasa bahkan menyuruhnya berdandan saat mereka hanya akan pergi ke sebuah danau?.
"Sejuk sekali udaranya.. " Feli menikmati semilir angin itu.
Beberapa hari ini Angkasa membawanya menuju tempat yang sangat indah juga menyejukkan seolah laki-laki itu sedang berusaha menghilangkan kenangan buruk mereka.
"Bagaimana sayang? Apakah kamu senang datang kesini? "
Feli dengan cepat mengangguk tersenyum "Aku mendapatkan banyak sekali udara segar juga pikiran ku semakin rileks mas. " Feli duduk diatas rumput.
Angkasa membuja jaket nya dengan pelan lalu menutupi kaki Feli yang sedikit terlihat pahanya karena memakai dress. Feli tersenyum melihat perhatian itu.
Angkasa duduk disamping Feli sembari melihat kearah mata Feli memandang "Lihatlah betapa hijaunya pemandangan disini. " Angkasa tersenyum senang.
Feli menyandarkan kepalanya dibahu Angkasa "Apa kedepannya kita akan tetap seperti ini mas? "
Angkasa mengeryit pelan karena tiba-tiba saja Feli bertanya seperti itu "Tentu saja sayang, bahkan kita akan lebih bahagia lagi karena menjadi keluarga yang indah dihadiri oleh beberapa malaikat kecil dirumah kita. "
Mendengar itu air mata Feli mengalir karena membayangkan nya saja ia sudah sangat senang "Aku sangat mencintaimu mas. "
Angkasa tersenyum lalu melihat kearah Feli yang menatap kearah nya dengan tatapan sendu "Aku bahkan lebih mencintaimu sayang, " Ucap Angkasa mengusap pelan air mata Feli.
"Jangan menangis, mas jadi merasa bersalah! "
"Aku sangat bersyukur karena diberikan kesempatan untuk bersama dengan mu mas, maafkan semua kesalahan ku dahulu dan sekarang. "
Angkasa menggeleng lalu memeluk Feli dengan erat "Tidak ada yang perlu dimaafkan sayang,mas juga bersyukur karena bisa memiliki mu. Kita lupakan semua itu dan mari berusaha menciptakan keluarga yang bahagia dengan anak-anak kita nantinya. "
Feli tersenyum "Aku sangat tidak sabar menunggu hari itu mas, " Ucap Feli.
"Kalau begitu malam ini kita harus berusaha membuat anak sayang, " Bisik Angkasa ditelinga Feli hingga gadis itu kaget hampir saja ia jatuh ke belakang.
Kalau bukan Angkasa yang menahan tubuhnya ia pasti sudah ambruk "Kenapa kamu sekaget itu sayang? hehehe. "
"Mas juga kenapa selalu mengatakan hal-hal seperti itu dengan mudah, mesum banget sih. "
"Oh yah? Bukankah si mesum ini sudah sangat sering membuat mu mendesah kenikmatan? "
Pipi Feli merona malu karena ucapan Angkasa itu, belum lagi itu adalah kebenaran yang nyata.
"Apaan sih mas? Gak tuh, " Ucap Feli tidak mengakui nya.
__ADS_1
"Kalau kita punya anak mas mau berapa? " Tanya Feli pelan.
Angkasa tersenyum lalu merapikan posisi rambut Feli "Hmmm mas mau punya anak sebanyak-banyaknya sama kamu heheh, kalau perlu kita buat anak selusin biar bisa buat tim nas hahah. "
Mata Feli membelalak kaget karena ucapan Angkasa "Elleh, mas kan enak gak ngerasain yang perempuan rasakan. Kalau sampai aku harus mengandung 12 kali bisa-bisa remuk semua badanku mas, itu adalah definisi suami puas istri tewas. "
Angkasa terbahak karena ucapan Feli sungguh lucu, ia tak tahu kalau Feli memiliki lelucon walaupun hanya sebatasnya saja.
"Mas akan bersyukur jika diberikan anak sayang, berapapu itu mas akan tetap bersyukur. Kita akan menjadi keluarga bahagia sayang. "
Feli tersenyum lalu memeluk Angkasa yang merentang kan tangan kearah nya.
Mobil Angkasa hentikan tepat dijalan menuju rumahnya yang jaraknya masih sangat jauh sekali. Angkasa membawa Feli pulang kerumah saat sudah mendapatkan kode dari mamahnya.
"Loh, kenapa berhenti mas? Mobilnya mogok yah? " Feli bingung.
Angkasa tersenyum lalu mengeluarkan sebuah kain dari sakunya "Mas tutup matanya bentar yah sayang? "
Feli kaget tiba-tiba Angkasa menutup matanya hingga kini ia tak bisa melihat apapun lagi.
Kini Angkasa sudah membawa Feli tepat diujung jalan yang dihiasi dengan beberapa bunga juga lilin yang menambah kesana indah jalan itu. Siapapun yang sudah lewat dari sana pasti akan kaget.
"Sekarang buka matamu sayang, " Angkasa melepaskan penutup mata itu hingga Feli perlahan membuka mata.
Ia dikagetkan dengan pemandangan yang dilihatnya itu, jalan raya itu sungguh bersinar sekali karena dihiasi dengan beberapa lilin juga bunga disetiap sisinya.
"Happy birthday sayang, selamat dan Terima kasih karena telah lahir juga ada untuk aku. Semoga kedepannya hanya akan ada bahagia saja, " Ucap Angkasa dengan mata yang tak hentinya melihat kearah Feli yang kebingungan itu.
Jujur saja, Feli bahkan tidak ingat kalau hari ini adalah hari yang spesial untuk nya. Ia lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya.
Mata Feli berkaca-kaca karena terharu dengan Angkasa yang mengingat hari itu "Ma,, mas? Aku bahkan tidak ingat hari ini. "
Angkasa tersenyum lalu memegang tangan Feli menuntun gadis itu sepanjang jalan menuju rumah.
"Aku sengaja membuat bunga disetiap sisi jalan untuk mu sayang, agar kedepannya kamu hanya akan berjalan dijalan berbunga dan selalu diliputi dengan hal-hal yang indah saja, " Ucap Angkasa terus berjalan dengan Feli dalam gandengan nya.
Feli tak hentinya menatap kagum jalanan dan Angkasa secara bergantian dengan mata memerah berkaca-kaca dan bibir yang tak bisa berkata lagi.
Saat sampai digerbang tiba-tiba saja beberapa lampion berwarna-warni melayang di hadapan mereka membuat mulut Feli menganga kagum.
"Wahh,, indah sekali. " Feli kagum hingga matanya tak berkedip sama sekali.
"Lampion itu dilayangkan untuk menghilangkan semua kesedihan juga keresahan mu sayang, aku berharap kamu selalu merasa damai dan selalu bahagia. "
Air mata Feli kini mengalir sangat deras karena setiap kata yang Angkasa ucapkan juga pembuktian itu sungguh mengharukan baginya.
__ADS_1
Angkasa terus saja berjalan menuju rumah dan perlahan membuka pintu yang didepan pintu sudah ada mamah, Vania juga papah yang berdiri sembari memegang sebuah kue ulang berukuran besar.
"Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun... " Mereka bernyanyi lagu ucapan selamat ulang tahun untuk Feli yang kini sudah tak kuasa menahan tangis nya.
Sudah lama sekali ia tak mendapatkan acara seperti ini dan bahkan ia tak lagi pernah mendapatkan ucapan selamat ulang tahun.
"Hiks,,, mah,, " Feli tak kuasa menahan tangis lagi.
Mamah datang ke arah Feli dan memeluk nya dengan erat "Selamat ulang tahun putriku, semoga kamu selalu dilimpahkan karunia dan kebahagiaan. "
Air mata Feli mengalir deras karena mendengar ucapan itu dari mamah Angkasa yang mengatakan kalau Feli adalah putrinya.
"Selamat ulang tahun menantuku, semoga kamu selalu diberikan kesehatan dan selalu bahagia. " Papah tersenyum lalu memeluk Feli.
Vania datang dengan senyuman yang sangat lepas, ia memeluk Feli dengan erat "Selamat ulang tahun mbak, aku sangat senang dan bersyukur memiliki mbak. "
Air mata Feli kian menderas karena terharu bukan main. Mendapatkan kejutan malam ini membuat Feli sungguh tak bisa berhenti menangis.
"Sudahlah sayang, kamu sudah banyak menangis sejak tadi. " Angkasa mendekap erat Feli yang masih saja menangis itu.
"Hiks,, Terima kasih banyak mah, pah, Vania dan juga kamu mas hiks,, aku.. Aku sangat senang hingga tidak bisa berhenti menangis hiks,, "
Mamah, papah, vania juga Angkasa tersenyum melihat Feli yang masih saja menangis itu.
"Sekarang tiup lilinnya sayang, "
Angkasa mendekatkan kue itu kearah Feli dan dengan sekali tiupan lilin itu sudah padam.
"Selamat ulang tahun sayang ku, hari ini adalah hari spesial untuk mu. " Angkasa tersenyum kearah Feli dan Feli juga tersenyum sangat senang dengan matanya yang sembab.
"Oh iya nak, tadi ada kiriman untuk Feli. " Papah berjalan sebentar mengambil sebuah Kotak berukuran sedang dan memberikan nya kearah Feli.
Feli kebingungan siapa gerangan yang memberikan kiriman itu? Feli tidak punya kenalan siapapun. Tidak mungkin itu fahdan. Karena ia tidak tahu ulang tahun Feli.
"Ini kado dari Vania mbak, di bukanya nanti aja yah heheh. "
"Terima kasih sayang, "
Mamah juga papah memberikan bingkisan untuk Feli hingga Feli sangat bersyukur untuk itu.
"Kalau hadiah mas akan mas berikan di kamar sayang. " Angkasa berbisik hingga Feli sedikit bergidik ngeri.
...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...
Hmmm kado apa nih maksudnya hmm? Jangan-jangan sesuatu yang author pikirkan saat ini yah? 😁😬
__ADS_1
Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🌺