
...🍃Soundtrack # miracle in December -EXO🍃...
...🌾🌾Kebahagiaan adalah impian semua orang namun tidak smua orang bisa menghargai nya🌾🌾...
Angkasa dan Feli sudah lebih dulu sampai di bandara, mereka duduk dikursi tunggu sembari menunggu kedatangan papah untuk menjemput mereka.
"Terima kasih banyak mas, dan maaf karena sudah banyak merepotkan. " Feli merasa masih sangat bersalah kepada Angkasa.
Ia sama sekali tidak lupa sedikitpun kejadian saat ia benar-benar bukan dirinya sendiri Karena pengaruh obat perangsang itu. Angkasa benar-benar kesusahan melawan dirinya sendiri yang sebenarnya sangat ingin namun mengingat Feli sedang tidak sadar ia memilih untuk bertahan dan melawan hawa nafsunya sendiri.
"Sudahlah tidak usah di ingat, kamu hanya perlu mengingat hal-hal yang baik saja. " Angkasa tersenyum mengelus surai hitam Feli hingga gadis itu kaget.
"Apa perjalanan ini menyenangkan bagimu? " Tanya Angkasa pelan.
Dengan cepat Feli mengangguk senang "Sangat menyenangkan mas, apalagi saat kita meledakkan kembang api beberapa kali aku sangat senang bukan main, " Ucap Feli tersenyum semangat.
Angkasa ikut tersenyum dengan sedikit kekehan karena merasa lucu dengan gadis itu, makin hari makin banyak saja tingkahnya.
"Khem,, terlalu asyik berduaan kalian sampai tidak menyadari papah sudah berada disini. " Goda sang papah yang baru saja sampai disana.
Feli dan Angkasa kaget bersamaan lalu melihat kearah papahnya yang tersenyum itu.
"Papah tidak lama kan? "
"Gak kok pah, " Jawab Angkasa lalu berdiri begitu juga dengan Feli.
"Biar papah yang bawa menantu. " Papah meraih barang bawaan Feli dan Feli hanya bisa diam menurut. Ia tak pernah berani untuk menolak tawaran papah karena beliau sudah sangat banyak membantunya.
Sering kali Feli sudah tak tahan dengan hardikan mamah papah akan datang untuk membelanya.
"Bagaimana menantu apakah kamu masih demam? " Tanya papah masih fokus menyetir.
Feli dengan cepat mengangguk"Sudah pah sudah sembuh heheh, mas Angkasa merawat ku dengan baik. "
"Syukur lah menantu, papah senang mendengar itu. "
"Bagaimana perjalanan kalian selama disana? Apakah menyenangkan menantu? " Papah bertanya lagi.
Angkasa hanya diam saja mendengar percakapan papah dengan Feli, ia tersenyum terus menerus karena mengingat kencan mereka tadi malam.
"Sangat menyenangkan pah, mas Angkasa membawaku ke tempat yang sangat indah. Kami juga meledakkan beberapa jenis kembang api yang sangat indah sekali, disana sangat banyak sekali orang orang berdatangan. " Feli tersenyum saat menceritakan itu dengan semangat.
Papah sampai kaget, baru kali ini ia melihat sisi seceria ini dari sosok Feli. Karena selama ini ia hanya diam dan juga berbicara sedikit saat dirumah.
__ADS_1
"Wahh istri mu pasti sangat senang saat disana, lihatlah dia begitu semangat dan ceria. Kerja bagus nak papah bangga! " Papah sangat lega karena melihat Feli benar-benar senang. Ia sering kali merasa kasihan dengan anak itu karena sering kali tertekan oleh mamah dirumah.
"Iya pah dia sangat ceria hahah. " Angkasa senang sembari mengelus rambut Feli hingga Feli langsung kicep dan menunduk malu.
"Padahal memang menyenangkan, " Gumam Feli pelan.
Angkasa tersenyum mendengar gumaman yang pelan itu, ia merasa Feli semakin imut saja dimatanya.
"Vania sudah sangat sering menanyakan kepulangan kalian, katanya Kangen sama mbaknya. "
Feli tersenyum mendengar itu "Aku juga sangat merindukan Vania pah, tapi kami baru saja telponan tadi saat kami hendak berangkat. "
"Mereka selalu saja telponan pah, Vania tidak hentinya menelpon sampai terasa seperti seorang pengganggu saja! " Angkasa mencibir adiknya itu.
"Tidak mas, aku sangat suka karena Vania sangat baik padaku. Aku sudah lama tidak merasakan diperhatikan seperti itu, Vania sangat baik hati. " Feli tersenyum jujur dengan ucapannya.
Papah dan Angkasa saling memandang merasa sedikit kasihan karena ucapan Feli, mereka tahu masa lalu Feli. Sudah lama sejak ia kehilangan keluarganya pasti selama ini sangat berat untuk nya.
"Dan dia adalah gadis yang manis hehe. " Feli tertawa pelan begitu juga dengan papah.
"Kalian sangat dekat sampai dia begitu merindukanmu, biasanya dia akan sangat merindukan masnya tapi sekarang ia bahkan tidak perduli kemana langit pergi. Karena yang selalu ia tanyakan adalah kamu menantu. " Papah dan itu membuat Feli merasa sangat senang.
"Padahal apa-apa yang dia andalkan adalah aku cih. " Cibir Angkasa hingga papah dan Feli tertawa.
"Ihh Kangen banget sama mbak, " Ucap Vania memeluk Feli dan dibalas oleh Feli.
"Hahaha mbak sudah pulang sayang. "
"Sama mas kamu gak Kangen gitu? " Tanya Angkasa menghampiri mereka berdua.
"Gak tuh, malah aku sampai lupa kalau aku punya mas wleee. "
Angkasa sedikit kesal dengan Jawaban Vania yang sangat suka menggoda nya.
"Kalau mas gak ada mbak Feli juga gak bakal ada buat kamu. Awas aja kalau butuh sesuatu manggil mas, ayok sayang jauh-jauh dari istri ku sanah. " Angkasa menarik tangan Feli dan membawanya masuk.
Vania terlihat kesal sedang papah hanya tertawa"Pahh liat tuh mas langit ngancem Vania. "Adunya sedang papah hanya tertawa.
" Mah langit dan Feli sudah pulang, "Angkasa dan Feli mendekat kearah mamah yang sedang sibuk menyiapkan makanan diatas meja makan.
Mamah berhenti dan meraih tangan Angkasa yang menyalamnya. Feli juga hendak menyalamnya namun mamah seolah tidak melihat, dan dengan pelan Feli meraih tangan itu lalu menciumnya.
" Feli dan mas langit pulang mah. "Ia tersenyum sedang mamah berpura-pura melihat kearah lain.
__ADS_1
Papah, Vania dan Angkasa hanya diam saja melihat itu. Mereka bangga dengan Feli yang selalu sabar menghadapi mamah yang masih saja bersikap dingin dengan nya.
" Mah, Feli punya sesuatu buat mamah. Semoga mamah suka yah. "Feli mengeluarkan sebuah syal dari totebag ditangan nya.
Mamah hanya diam saja melihat kearah lain seolah tak mendengar Feli.
" Karena mamah yang terlihat sangat cantik dan masih sangat mudah dengan kulit putih terawat itu Feli memilih warna peach untuk mamah. Pasti sangat cocok untuk mamah. "Feli tersenyum ikhlas mengatakan itu.
Mamah yang melihat kearah lain langsung melihat kearah Feli" Apa? Cantik dan mudah? Maksud kamu saya? "Tanya mamah dengan ragu.
Feli mendekat kearah mamah dan memberikan syal itu" Gadis cantik dirumah ini hanya mamah seorang jadi yang Feli maksud adalah mamah. Feli harap mamah mau menerimanya. "Feli tersenyum.
Papah tersenyum karena merasa menantunya itu sangat pintar mengambil hati istrinya, apa karena mereka sesama perempuan?.
" Baiklah kalau kamu memaksa, Terima kasih atas oleh-oleh nya. Langit kalian makanlah pasti kalian sudah sangat kelelahan. "
Vania tersenyum karena mamahnya sedikit luluh, memang akhir akhir ini mamah sudah sering memperhatikan Feli ia merasa gadis itu memang gadis yang baik hanya saja ia merasa sangat gengsi untuk bersikap baik kepada Feli.
Feli tak hentinya tersenyum karena merasa senang mamah menerima hadiah nya, ia sangat senang seolah sedang memberikan hadiah kepada mamahnya sendiri.
"Apa kamu sesenang itu sampai tidak berhenti tersenyum sejak tadi? " Tanya Angkasa pelan.
Feli mengangguk senang "Aku senang sekali mas, baru kali ini aku dan mamah berbicara lebih dari beberapa kalimat. Belum lagi mamah menerima hadiah ku mas. "
"Oh iya sejak kapan kamu menyiapkan hadiah itu? "
Karena seingat Angkasa mereka tidak pernah pergi membelinya.
"Ah itu aku beli saat kita didekat jembatan karena aku meletakkan nya dibelakang mas tidak melihat nya. "
"Kerja bagus, aku bangga! " Angkasa mengelus rambut Feli hingga Feli kaget dan bingung.
Ia benar-benar merasakan kalau Angkasa berubah sejak mereka keluar kota, laki-laki bertemperamen tidak menentu itu kini melembut dan juga terkesan sangat hangat padanya.
Apakah laki-laki itu sedang mengalami hal-hal baik akhir akhir ini?.
...🎋🎋Bersambung🎋🎋...
Siapa juga yang tidak senang saat disebut cantik dan terlihat muda? Feli kamu ternyata sangat pintar yah wkwkw.
Jangan lupa like, komen dan votenya wan kawan.
See you guys🌺.
__ADS_1