Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
82. Bukan begitu.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #Gone with the wind🍃...


...🌾🌾Seperti angin yang berlalu aku akan membiarkan semua lukaku pergi bersamanya🌾🌾...


       Feli mendengus pelan karena mendapatkan pesan dari Angkasa kalau ia akan pulang malam nanti, mungkin karena pekerjaan terlalu banyak membuat ia harus pulang terlambat nanti.


"Huh, aku merindukan nya kini. "


Vania yang baru saja datang dengan mangkuk berisi mie yang ia masak itu melihat bingung kearah Feli yang terlihat uring-uringan itu.


"Mbak baik-baik aja kan? Kenapa keliatan ngak nyaman gitu? " Vania duduk disamping Feli sembari menyalakan televisi.


Feli menggeleng dengan pelan melihat kearah Vania sembari tersenyum "Gak kok sayang, mbak baik-baik heheh. "


"Kalau ada yang sakit mbak buru-buru kasih tahu yah, biar Vania bilangin ke mamah. "


"Mbak baik-baik aja kok heheh. "


Vania mengangguk faham lalu menukar saluran yang awalnya menayangkan beberapa gosip itu hingga sebuah drama kerajaan kesukaannya.


"Mbak liat kamu sangat suka menonton ini, mas langit bilang kalau drama ini juga ada di laptop mu. "


Vania cengir lucu tersenyum kearah Feli "Heheh iya Mbak, semua episode nya lengkap di laptop aku tapi ngk tahu kenapa kalau disiarkan di televisi rasanya lebih menyenangkan menontonnya disini. Belum lagi idola aku ikut main disini walaupun ditengah episode bakal mati huuu. "


Feli tersenyum mendengarkan cerita Vania, melihat senyuman gadis itu ia ikut bahagia.


"Oh iya Mbak aku mau nanya nih, " Ucap Vania tiba-tiba.


"Apa hmm? "


"Kado Vania udah mbak pake belum? "


Feli langsung merasa gugup karena adik iparnya itu sungguh sesuatu sekali, bagaimana bisa dia memakai baju kurang bahan seperti itu dirumah ini.


"Be,, belum heheh, mbak kurang nyaman kalau make baju itu dirumah ini sayang. "

__ADS_1


Vania tersenyum pelan dan kemudian tertawa karena merasa lucu dengan jawaban Feli "haha mbak lucu sekali, yah gak harus make dirumah ini mbak. Mbak nya make pas dikamar aja buat nyenengin mas langit. Dijamin bakal seneng dia tuh, " Tutur Vania kemudian ia kembali fokus menonton.


"Akhh,, suamiku ganteng banget duh, jangan mau sama seon dok mas, sama aku aja huu. " Vania lagi-lagi melakukan ritual hebohnya.


Feli sendiri hanya diam saja memikirkan ucapan Vania tadi, apa ini kesempatan nya untuk menggoda Angkasa yah? Ia sungguh merasa kalau suami nya itu semakin suka mengabaikan nya. Ia seolah sudah bosan dengan Feli saja.


Hari sudah mulai gelap sekali Feli sejak tadi tidak bisa diam di depan kaca kamar mandi dikamar itu.


"Ck,, sepertinya ini bukanlah ide yang bagus, " Ucap Feli merasa sangat tidak nyaman.


Ia mencoba saran Vania untuk memakai kado yang adik iparnya itu berikan, sebuah lingerie berwarna hitam pekat dengan bahan yang sangat tipis serta pendek hanya sampai di pahanya saja itu juga hampir sampai kepangkal karena ukuran perut Feli yang mulai membuncit itu membuat lingerie itu naik keatas.


Feli benar-benar melihat tubuhnya yang sudah tidak seperti dulu lagi, mulai membulat saja.


"Mas langit mungkin lebih tidak suka lagi melihat ku seperti ini, akhh aku sangat dilema, " Ucap Feli benar-benar frustasi.


Tiba-tiba ia mendengar suara pintu terbuka dan suara Angkasa mencarinya. Ia meremas lingerie itu dengan pelan sungguh ini bukanlah dirinya, ia tak punya keberanian untuk melakukan hal-hal seperti ini pada suaminya.


"Ayolah Feli, kamu tidak ingin suamimu bosan padamu kan? " Feli menarik nafas dengan kuat lalu perlahan membuka pintu kamar mandi.


Dengan berat Angkasa menelan ludah karena itu bukanlah pemandangan yang bisa membuat ia bisa tenang, bagaimana ia tidak langsung bereaksi saat melihat dia gundukan itu begitu samar dan benda kecil di ujung nya seolah ingin keluar saja. Belum lagi bagian bawah Feli juga terlihat sangat samar dihadapan Angkasa karena gadis itu tidak menggunakan dalaman lagi.


"Sial, aku sungguh tidak bisa menahan diri lagi, kenapa dia sangat seksi dan menggoda sekali. Dadanya yang kian padat dan tubuhnya yang semakin montok itu membuat ku mulai hilang akal, "


Feli sendiri sangat takut kini, ia meremas lingerie itu menunggu reaksi Angkasa. Apakah benar laki-laki itu sudah mulai bosan padanya atau bagaimana.


"Sayang kenapa kamu memakai baju seperti ini? Terlalu tipis nanti kamu masuk angin. " Angkasa datang mendekat membuka jasnya lalu memakaikan nya kepada Feli takut ia benar-benar akan lepas kendali nanti nya.


Feli tersenyum miris karena Angkasa benar-benar tidak tergoda dengan usahanya itu, laki-laki enggan melihat tubuhnya kah?.


"Ayo ketempat tidur sayang, mas bantu kamu untuk ganti pakaian. "


Feli dengan cepat membuang jas itu lalu melihat kesal kearah Angkasa hingga laki-laki itu benar-benar kaget.


"Aku tidak ingin ganti baju mas, "ucap Feli kesal.

__ADS_1


" Loh, kenapa sayang? Nanti kamu masuk angin dan itu gak baik buat debay kita. "Ucap Angkasa dengan lembut lalu memegang tangan Feli.


Ia sungguh tidak tahu kenapa Feli benar-benar kesal saat ini, ia hanya ingin memaklumi saja karena hormon seorang ibu hamil benar-benar tidak bisa di prediksi.


" Kenapa aku harus ganti baju mas? "


"Nanti kamu masuk angin sayang, malam sudah sangat larut dan kamu akan kedinginan dengan ini. " Angkasa mencoba lagi membujuk Feli namun gadis itu sudah terlanjur kesal.


"Alasan,,, "


Angkasa sedikit bingung kenapa tiba-tiba Feli berbicara seperti itu padanya.


"Mas pasti sedang beralasan kan? Bilang aja mas ngk mau liat tubuh aku. Mas udah bosan kan sama aku karena sekarang tubuh aku udah gak sebagus dulu lagi, " Air mata Feli hampir saja jatuh namun ia tahan.


Angkasa sendiri benar-benar kaget kenapa istrinya sampai berpikiran seperti itu, dia tidak tahu saja berapa kali Angkasa harus mengelus dada menahan gejolak dalam dirinya. Bahkan ketika Feli berpakaian lengkap saja Angkasa sudah tidak tahan apalagi dengan pakaian seperti ini.


"Sayang kamu salah faham, mas gak pernah bosan sama kamu sayang. " Angkasa mencoba untuk membujuk Feli.


Feli menggeleng dengan kesal "Apa aku harus begini untuk bisa menarik perhatian mas? Mas sudah tidak suka dengan tubuhku hiks, " Ucap Feli hampir saja membuka lingerie itu namun ditahan oleh Angkasa karena ia mungkin akan benar-benar lepas kendali nanti.


"Sayang jangan seperti ini, kamu salah faham dengan maksud mas. "


"Lihatlah mas, kamu bahkan melarang ku untuk memperlihatkan tubuhku, apa tubuhku se menjijikkan itu mas? " Tangis Feli lagi.


Angkasa benar-benar kepalang harus bagaimana ia menjelaskannya kepada Feli. Ia hanya tidak ingin menyakiti Feli itu saja.


"Sayang, kamu,, "


"Aku mau sendiri mas, tolong keluar dari sini. " Feli menutup pintu kamar mandi membuat Angkasa lebih kepalang lagi.


...🎋🎋Bersambung🎋🎋...


Wahhh salah faham lagi nihh.


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys🌺


__ADS_2