Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
55. Menangislah.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #this love-davichi🍃...


...🌾🌾Tersenyum lah walau hati sedang menjerit menahan sakit dan menangislah saat hati tak sanggup tuk menahannya lagi🌾🌾...


      Feli terduduk ditepi ranjang nya, karena jam besuk sudah habis kini Feli sendirian didalam ruangan itu. Gadis itu merenungi banyak hal, ia bingung dengan hidupnya kedepan akan bagaimana.


Matang melihat kearah jendela yang tirainya terbuka dengan lebar hingga memperlihatkan keadaan di luar sana yang cahaya lampu sedang terang benderang menghiasi malam.


Hatinya terasa bahagia dan hampa secara bersamaan. Ia lega karena kini mamahnya Angkasa sudah menerima kehadirannya meskipun tidak terucap tapi Feli bisa merasakan hangatnya kasih sayang mamah. Dan ia hampa dan bingung dengan pernikahan mereka saat ini, laki-laki itu terus saja berkata ingin serius dengan pernikahan itu.


Feli rasa itu seorang omong kosong saja seperti angin berlalu begitu saja. Bagaimana mungkin laki-laki hebat seperti Angkasa, dia seorang CEO, laki-laki tampan dan mapan menganggap serius hubungan yang mereka awali dengan sebuah perjanjian karena hutang dan belum lagi Feli dengan masa lalu kelam pernah masuk penjara dengan tuduhan pembunuhan anggota keluarga. Apa itu mungkin?.


Tiba-tiba Feli merasakan sentuhan dibahunya hingga ia sedikit kaget dan terlonjak melihat kearah belakang.


"Ma,, mas? " Kaget Feli karena tiba-tiba saja Angkasa sudah ada disana dengan sebuah totebag ditangan nya.


Angkasa tersenyum lalu duduk didepan Feli yang juga sedang duduk itu.


"Bagaimana keadaan mu? " Tanya Angkasa dengan ragu.


Feli sendiri menunduk karena mendengar cerita mamah, Angkasa lah yang berjuang membawanya kerumah sakit serta mengubungi mamah juga papah.


"Bagaimana hmmm? " Tanya Angkasa pelan melihat kearah Feli.


"Maafkan aku mas, " Ucap Feli sendu sembari menunduk.


Angkasa kaget kenapa tiba-tiba gadis itu minta maaf padahal Angkasa lah yang sangat bersalah disini.


"Kenapa kamu minta maaf? " Tanya Angkasa pelan.


"Maafkan aku karena selalu saja menyusahkan mas. Maaf karena membuat mas kesusahan membawaku kesini mas. "


Angkasa tersenyum dan mengelus pelan pucuk kepala Feli dan langsung mengagetkan Feli hingga ia sedikit menghindar.


"Hahaha sudahlah, kamu tidak perlu minta maaf untuk itu. Aku malah senang jika harus kamu buat susah. "


Feli hanya diam saja mendengar itu, ia tak mengerti dengan ucapan Angkasa yang terakhir itu. Lagi-lagi ia susah menafikan pesan dalam kata itu.


"Kenapa mas bisa masuk? Ini kan bukan jam besuk? " Tanya Feli bingung.


Angkasa tersenyum "Apa yang tidak bisa dilakukan oleh laki-laki hebat seperti ku ini? " Ia sedikit berbangga diri dan tertawa setelah itu.


"Ini ambillah, " Ucap Angkasa memberikan sebuah totebag kearah Feli.


"Apa ini mas? " Tanya Feli pelan.


"Tadi mamah nyuruh mas buat ngantar ini kesini, mamah takut kamu kesepian jadi mamah berikan buku itu untuk menemani mu disini. " Ucap Angkasa tersenyum.


Mata Feli langsung saja berair karena mendengar itu, senyum nya lebar karena senang dan Angkasa tahu itu.


"Tolong sampai kan salam dan rasa Terima kasihku untuk mamah yah mas, " Feli dengan mata yang memerah menahan tangis.

__ADS_1


"Apa kamu sesenang itu? " Tanya Angkasa karena senyum Feli tak kunjung pudar karena itu.


Feli mengangguk dengan cepat, ia benar-benar senang dan saat ini ia tak butuh apa-apa lagi karena rasa senang itu.


"Ini dari mamah juga mas? " Tanya Feli saat melihat sebuah jepit rambut didalam totebag itu. "


Angkasa sedikit grogi dan langsung menganggukkan kepala ragu. Ia berbohong sebenarnya jepit rambut kecil itu adalah pemberian nya.


"Wahh cantik sekali mas, aku suka heheh. " Feli langsung memakainya hingga Angkasa sedikit salah tingkah.


"Cantik gak mas? " Tanya Feli.


Gadis itu bertanya pada orang yang tidak tepat, kalau sudah cinta bagaimana pun penampilan mu akan ia sebut cantik. Walaupun hanya mengenakan pakaian sobek sobek hahaha.


"Biasa saja! " Angkasa menahan senyuman karena Feli benar-benar cocok dengan jepitan itu.


"Kenapa apapun yang ia pakai terlihat sangat sempurna? Aku sungguh beruntung menjadi suaminya, " Batin Angkasa.


"Mulai sekarang kamu jangan lagi bekerja di kantor! " Tiba-tiba saja Angkasa berbicara dengan nada serius.


Mengingat hal mengerikan tadi membuat ia sangat khawatir. Walaupun Deva dan yang lain sudah ia tangani tetap saja Angkasa sangat khawatir.


"Aku baik-baik saja mas, aku tidak bisa berhenti begitu saja. " Feli mencoba untuk membujuk Angkasa.


Angkasa sangat kesal karena kekeraskepalaan Feli "kenapa kamu sangat susah untuk diberitahu? Bekerja disana sangat membahayakan mu. " Angkasa tak tahu lagi harus bagaimana membuat Feli menurut.


"Apa mas malu melihat aku bekerja disana? Aku tidak akan melibatkan mas bagaimana pun itu. " Feli masih kukuh dengan keputusan nya.


Padahal baru beberapa saat mereka akur tadi kini sudah kembali perang.


"Mas yang keras kepala, kenapa selalu memaksakan kehendak mas semau mas? " Tanya Feli dengan kesal.


Angkasa lebih kesal lagi, dimana letak memaksa yang Feli maksud? Ia melakukan semua itu demi kebaikan Feli semata.


"Ayolah kamu menurut saja, jangan seperti ini. Kenapa kamu sangat keras kepala? "


"Mas, aku benar-benar tidak bisa. "


"Menurut lah sedikit saja kepadaku, aku ini suami mu. " Angkasa dengan pelan.


Feli melihat kearah Angkasa yang mengatakan hal menggelikan itu.


"Suami dalam kontrak mas, apa mas melakukan ini semua hanya karena aku adalah istri kontrak mas? Sehingga mas bisa semau mas memerintah ini itu? " Feli melihat kearah Angkasa dengan penuh tanda tanya.


"Harus berapa kali kukatakan kalau aku benar-benar menganggap pernikahan ini serius, jangan pernah lagi membawa bawa kontrak itu. Aku sudah tidak perduli lagi dengan itu. " Ucap Angkasa.


Feli  sedikit kesal karena ucapan Angkasa yang semau jidatnya saja"Apa mas pernah bertanya padaku apakah aku bahagia dengan pernikahan ini? Aku tidak bisa menganggap serius pernikahan ini mas. Maaf, "Ucap Feli menunduk dengan hati yang sangat amburadul.


Angkasa mendekat kearah Feli dan kaget dengan ucapan Feli.


" Kenapa kamu berkata seperti itu? Apa alasanmu mengatakan itu? "Tanya Angkasa.

__ADS_1


" Aku,, aku masih menunggu seseorang mas. "Feli menunduk membuat Angkasa kaget karena ucapan Feli itu.


Feli sendiri memutuskan untuk jujur saja kepada Angkasa.


" Menunggu seseorang? Apa yang dia maksud adalah aku? "Batin Angkasa.


" Menunggu seseorang? Maksud kamu? "Tanya Angkasa pelan.


Feli memeras selimut yang ada ditangan nya itu. Menarik nafas pelan dan mencoba untuk lebih terbuka lagi.


" Maafkan aku mas kalau ini terlalu tidak tahu diri, aku sebenarnya memiliki seseorang di hatiku sejak lama sekali. "Feli terdiam sejenak.


" Sejak lama sekali? "Tanya Angkasa sangat ingin mendengar kelanjutannya.


Feli menganggukkan kepala nya" Iya mas. Aku pernah dekat dengan seseorang saat aku SMA dulu. Karena kebodohan ku ia pergi sampai kini tak kunjung bertemu dengan nya lagi. Aku masih tidak bisa menerima orang baru dalam hidup ku mas. "Feli menunduk.


Angkasa tersenyum lebar karena mendengar itu, karena mendengar penuturan Feli ia sadar bahwa dialah yang Feli maksud.


Angkasa berpura-pura mengangguk saat mendengar itu dan melihat kearah Feli yang menunduk dengan mata yang memerah. Gadis itu semakin merindukan sosok laki-laki yang ia maksud.


" Aku sering kali merasa jahat padanya mas, rasa bersalah ku semakin hari semakin banyak dan hidupku semakin hancur. Aku yakin ini pasti karmaku karena telah berlaku jahat padanya dulu. Semua yang kuucapkan padanya dulu adalah kebohongan hiks,  "Feli menangis merasa menyesal dan merasa jahat.


Angkasa kaget karena Feli menangis setelah mengatakan itu, gadis itu benar-benar masih mencintai nya.


" Aku semakin merasa bersalah dan kesal karena sudah berciuman dengan mas beberapa kali walaupun itu tidak sengaja dan aku marah besar saat mas tiba-tiba menciumku malam itu karena aku merasa bersalah mas, seolah aku menghianati nya karena aku belum pernah berciuman dengan nya hiks,,  aku jahat. "Feli menangis.


Angkasa tersenyum lebar karena merasa lucu dengan Feli. Gadis itu benar-benar tulus mencintainya. Andai ia tahu kalau Angkasa adalah langit yang ia maksud itu.


Angkasa mendekat dan memeluk Feli yang sedang menangis itu, merasa gadis itu sangat manis.


" Hiks,, aku jahat mas. "


"Sst,, tidak apa menangislah jika itu membuat mu merasa baik. Aku tidak akan memaksamu. Maafkan aku karena sudah mengganggu mu. Aku juga mencintaimu jadi beri aku kesempatan untuk membuat mu membuka hati untuk ku. " Goda Angkasa dengan berkata seperti itu.


Buru-buru Feli melepaskan pelukan itu "Aku tidak akan membuka hati untuk orang lain lagi mas, kalau pun aku tak bisa bertemu dengan nya lagi. Aku akan memilih untuk hidup sendiri saja. " Feli sangat sungguh-sungguh dengan ucapannya.


"Benarkah? Apa kamu sungguh tidak ingin memberikan ku kesempatan? " Tanya Angkasa lagi.


Feli hanya diam saja.


"Baiklah, kamu istirahat saja sekarang yah. Akun akan membiarkan mu berpikir penuh apakah masih ada kesempatan untuk ku didalam hatimu. " Senyum Angkasa menyelimuti Feli.


Setelah itu ia pamit pulang dengan hati yang sangat senang.


"Kenapa dia sangat manis? Aku jadi semakin jatuh cinta. " Gumam Angkasa senang.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Hmmm ngaku aja kenapa sih langit? Nanti keburu diembat orang baru tahu rasa.


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys🌺


__ADS_2