Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
89. Perihal kelakuan.


__ADS_3

...🍃🍃Soundtrack #Rumor-Kard🍃...


...🌾🌾Wahhh aku lupa kapan terakhir aku sebahagia ini, tapi aku senang karena aku akan bahagia🌾🌾...


      Angkasa terus saja mengikuti Feli kemana pun Feli berada, sejak tadi Feli merasa sangat kesal karena ulah Angkasa tadi membuat ia sangat malu di depan mamahnya. Walaupun mereka adalah sepasang suami istri tetap saja baginya itu bukanlah hal yang benar untuk dilakukan. Tidak sopan sama sekali.


"Sayang, kamu masih kesel yah sama aku? " Angkasa mendekat lagi kearah Feli yang duduk di kursi taman sembari mangku putrinya Arin.


Sedangkan Aron kini sedang berada di gendongan Angkasa yang berusaha membujuk istrinya itu.


Sebenarnya Fei tidak marah, ia hanya ingin memberikan pelajaran untuk suamimu agar tidak melakukan hal-hal seperti itu lagi nantinya, sangat memalukan jika seluruh keluarga ada disana tadi.


"Sayang,,, "


Angkasa membujuk Feli dengan membuat suaranya terdengar manja dan putus asa.


"Yatuhan dia pikir dia cocok membuat wajah seperti itu? Tidak malu dengan tubuhnya apa? Tubuh gagah sok kekanakan. " Feli terus saja membatin karena merasa lucu dengan Angkasa.


"Gak marah lagi kan hmmm? Sayang,,, "


Feli hampir saja tersenyum dan tertawa karena merasa lucu dengan suaminya itu, tapi ia menahannya untuk terus membuat Angkasa melakukan itu.


"Aron sayang, bantuin papah dong buat bujukin mamah. "


Aron malah tertawa pelan seolah menertawakan papahnya yang sedang berusaha itu.


"Yah,,, kenapa kamu malah ledekin papah sih sayang? Jahat banget hmmm. Papah gelitik nih, " Ucap Angkasa mencoba untuk menggelitik Aron namun tiba-tiba saja Aron menangis dalam gendongan Angkasa.


"Yah,, belum juga papah gelitik sayang, kenapa nangis hmmm? " Angkasa bergerak pelan mencoba untuk menenangkan Aron.


"Ck, sini aku aja mas mungkin Aron lagi haus. Mas gendong Arin aja deh. " Feli berpura-pura kesal dan langsung memberikan asinya kepada Aron yang langsung diam itu.


Feli tersenyum karena melihat Aron yang langsung tenang itu, putranya itu sangat aktif dan juga paling rewel dibanding adiknya.


Namun, Feli merasa ada yang janggal dengan suaminya yang tiba-tiba diam itu.


Feli melirik sekilas kearah Angkasa yang sedang cemberut itu sembari menepuk pelan punggung Arin yang melihat kearah papahnya.


"Mas? " Feli melihat kearah Angkasa yang membuang jauh pandangannya itu.


Feli tidak mengira kalau Angkasa malah ngambek hanya karena ia berpura-pura marah seperti itu.


"Mas? "


"Mas marah yah? "


Angkasa masih saja bersikap sama seolah membalas perlakuan Feli tadi padanya.

__ADS_1


"Yaudah kalau mas gak mau ngomong, jatah aku berhentiin termasuk ciuman gak bakalan dapet, " Ucap Feli tersenyum sembari terus saja memberikan Aron asi.


Mata Angkasa langsung membulat sempurna karena kaget dengan ancaman istri nya itu. Niat awal ingin berpura-pura malah jadi kena batunya.


"Sayang tadi mas lagi liat rumput kok, mas gak lagi buang muka kok. Jangan marah yah hmmm? " Angkasa mendekat kearah Feli yang menahan senyum itu.


"Giliran diancam kayak gitu kapok kamu mas, dasar mesum. "


Feli memukul pelan bahu Angkasa yang cengengesan itu.


"Yahh namanya juga cinta sayang, kamu jangan ngancem kaya gitu lagi yah. Mas khawatir tau, " Ucap Angkasa dengan pelan.


Feli tertawa pelan karena ucapan Angkasa yang sangat jujur itu, suaminya sangat lucu sekali. Takut dengan ancamannya.


"Aku cuma mau bikin mas kapok aja biar gak main nyosor aja kayak tadi. "


"Padahal kan gak papa sayang, mamah juga gak liat tuh, " Bela Angkasa dan tersenyum.


"Mamah gak liat tapi mamah tahu mas, aku malu banget ih, " Ucap Feli memerah pipinya.


"Tapi kamu suka kan sayang? " Goda Angkasa.


Feli memutar bola mata malas karena suaminya benar-benar sudah melebihi kapasitas kemesuman nya.


"Mesum banget sih kamu mas, ngeselin lama-lama. "


"Ngeselin apa ngangenin sayang? " Goda Angkasa lagi.


"Mau lagi ngk? Kalau mau yuk sayang mas sih siap aja hehehe. "


"Ihh mas beneran ngk mau dapat jatah lagi yah? " Kesel Feli.


"Jatah apa nih? "


Feli juga Angkasa kaget karena kedatangan Jodi yang tiba-tiba dengan seorang gadis cantik disamping nya.


Feli langsung bangkit menyalam kakaknya juga gadis itu walaupun ia kaget begitu juga dengan Angkasa yang berdiri sambil saling sapa dengan kakak iparnya.


"Jatah apa nih? " Tanya Jodi lagi karena ia benar-benar tidak faham.


Feli langsung melihat kesal kearah suaminya karena gara-gara dia Feli sampai berbicara tentang jatah.


"Eugh,, kakak kenapa tiba-tiba datang, i,,, ini siapa? " Tanya Feli bingung karena baru kali ini kakaknya membawa seorang teman setiap dia berkunjung dan itu juga seorang gadis.


Angkasa juga melihat bingung kearah Jodi juga gadis itu.


"Kakak mau ngomong sesuatu sekalian ngasih kabar penting, mamah di dalam kan? "

__ADS_1


Jodi memang sudah terbiasa memanggil kedua orang tua Angkasa dengan sebutan mamah dan papah karena itulah permintaan kedua orang tua Angkasa yang juga sudah menganggap Jodi sebagai putra mereka sendiri.


"Iya kak mamah didalam, tapi papah lagi ada urusan. "


"Baiklah setidaknya ada mamah di dalam, kita bicarakan di dalam saja. Soalnya kakak liat Aron dengan Arin sudah ngantuk tuh heheh, " Ucap Jodi melihat kearah keponakan nya yang sudah merapatkan mata  itu.


"Loh, cepet banget tidurnya hmm, "


"Iya nih sayang, padahal baru aja kita bawa keluar. "


Jodi tersenyum melihat kearah adiknya yang kini terlihat benar-benar bahagia karena kebahagiaan nya memang sudah lengkap sekali.


Putra juga putrinya sangat cantik juga tampan ia juga terlihat semakin cantik saja karena banyak tersenyum.


"Yasudah kita masuk kedalam dulu kak, sekalian mau nganter anak-anak ke kamar. " Feli dan Angkasa mempersilahkan kakaknya juga gadis itu untuk ikut masuk.


"Mah,, mamah! "


Panggil Angkasa yang awalnya sedikit pelan namun karena mamahnya tidak menyahut ia sedikit mengeraskan suaranya agar di dengar oleh mamahnya.


"Mah! Mamah... "


Panggil Angkasa lagi dan Arin masih dalam gendongan nya dalam keadaan terlelap.


"Mah, "


"Ada apa nak, mamah sedang merapikan baju papah. "


"Itu kak Jodi datang baru saja dengan seorang gadis dan katanya ingin memberikan berita kepada kita. " Angkasa menjelaskan.


Mamah tersenyum karena ia juga sudah beberapa hari tidak melihat kehadiran putra nya itu. Ia sudah mulai rindu karena tidak melihat nya.


"Aku keatas dulu mah mau nganterin Arin, udah nyenyak nih tidur nya. "


Mamah menganggukkan Kepala sembari mengelus pelan pipi cucunya yang sudah terlelap itu.


"Yasudah kamu bawalah putrimu ke kamar, mamah akan siapkan minuman untuk Jodi dulu. "


Mamah datang kearah Jodi dan langsung didalam oleh Jodi begitu juga dengan gadis itu.


"Kenapa kamu tidak datang beberapa hari ini nak? Mamah sampai rindu. "


Angkasa tersenyum mendengar itu lalu berjalan pelan menuju kamar menyusul Feli untuk membaringkan Arin yang sudah tidur itu.


...🎋🎋Bersambung🎋🎋...


Wahhh ada apa nih kak Jodi?

__ADS_1


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.


See you guys🌺


__ADS_2