
...🍃Soundtrack #low low-Ten yang yang(wayv)🍃...
...🌾🌾Kenapa kamu terlihat sangat menggemaskan bahkan saat kamu sedang kesal🌾🌾...
Angkasa sejak tadi memikirkan banyak hal untuk membujuk istrinya itu. Sejak tadi Feli diam saja mengabaikan permintaan maafnya. Mengabaikan apa saja yang Angkasa katakan seolah ia sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal saja.
Saat ini mereka sudah berkumpul dimeja makan untuk makan malam dan Feli juga sedang menyiapkan nasi dan beberapa sayur diatas meja.
Vania melihat kearah Angkasa yang sejak tadi melihat kearah Feli yang mengabaikan nya.
"Sayang mau minum, " Ucap Angkasa dengan manja kearah Feli yang baru duduk itu.
"Tuh depan mas, ambil sendiri pake tangan! " Ketus Feli pelan lalu menyendokkan nasi kepiring suaminya.
Walaupun ia kesal ia tak akan melupakan kewajibannya untuk melayani suaminya saat hendak makan apalagi di hadapan mertuanya. Ia tak ingin mereka tahu tentang masalah tadi. Itu sangat memalukan.
Vania tertawa pelan karena mengetahui ada apa dengan kedua orang itu, pasti Feli masih marah karena kejadian tadi sore.
"Sayang nasinya kebanyakan ih, lauknya kok dikit banget sayang? " Angkasa tidak bisa diam sejak tadi karena ingin mencari perhatian Feli yang hanya diam saja lalu mengurangi nasi dan menambahkan lauk keatas piring suaminya itu.
Mamah dan papah saling memandang heran karena merasa ada yang aneh dengan anak dan menantunya itu.
"Kenapa dengan mereka? Apa masih belum berbaikan yah? " Bingung mamah kearah papah dengan berbisik.
Papah menggeleng tersenyum "Sudahlah mah itu hanya perdebatan kecil saja, malah papah liatnya lucu hahaah. "
"Sayang suapin dong! " Angkasa benar-benar sudah gila.
Feli langsung menatap kesal kearah Angkasa yang sengaja mencari perhatian nya dihadapan mamah juga papah.
"Ihh mas jangan kekanakan deh, masa makan aja harus aku suapin sih? " Feli tersenyum kikuk kearah mamah juga papah.
"Tau nih mas langit, makan sendiri dong masa manja banget minta disuapin. " Vania meledek kakaknya yang langsung menatap kesal kearah nya.
"Diam saja kalau tidak tahu apa-apa, gara-gara kamu nih. " Angkasa menuduh vania secara langsung hingga Vania langsung tertawa.
"Siapa suruh ngelakuin hal,,, "
"Iya mas aku suapin deh, makan yang banyak yah mas. " Feli langsung mengalihkan pembicaraan takut mamah dan papahnya tahu apa yang terjadi.
Angkasa tersenyum pelan karena Feli bersedia menyuapi makan. Sedikit ada peningkatan karena tadi berbicara saja Feli enggan.
__ADS_1
"Aaaa makan yang banyak yah suamiku! " Feli memasukkan banyak sekali nasi diatas sendok lalu memasukkan nya dengan kesal kedalam mulut Angkasa yang tertawa pelan karena merasa gemas dengan wajah kesal istrinya.
"Makasih sayang ku, " Ucap Angkasa dengan manja membuat Feli malu bukan main.
"Mas apaan sih? Ada mamah sama papah jangan sok manja gitu deh. " Feli lanjut menyuapi Angkasa yang tersenyum itu.
Feli sejak tadi ingin tersenyum karena tak sanggup lagi melihat banyak sekali tingkah laku suaminya yang sangat lucu itu. Ia tidak marah hanya saja ingin memberikan pelajaran kepada suaminya untuk jangan melakukan hal seperti tadi selain dikamar. Walaupun ia juga menyukai nya tapi tetap saja jika bukan Angkasa yang lebih dulu memulai ia tak akan terbuai seperti tadi.
Mamah dan papah juga Vania menyadari kalau Feli tersenyum pelan kearah lain agar tidak dilihat oleh suaminya.
"Lihatlah mah, mereka memang sedang bucin-bucinnya jadi mamah tidak usah khawatir lagi. " Papah tersenyum karena ikut gemas dengan kelakuan anak juga menantunya itu.
"Sayang, " Ucap Angkasa lagi-lagi mencari perhatian Feli yang buru-buru masuk kedalam kamar saat mendengar tangisan Aron.
"Huuu lapar yah sayang nya mamah? " Tanya Feli melihat keadaan Aron yang sudah menangis itu namun tidak membangunkan Arin sama sekali.
"Iya sayang mamah disini hmmm. "
Feli mengangkat tubuh Aron dari ranjang nya dan membawanya ketepi ranjang kemudian ia memberikan asi kepada Aron yang perlahan diam karena mulai meminum asi Feli.
Angkasa menaiki tempat tidur lalu mendekat kearah Feli yang sedang sibuk memberikan asi kepada putranya itu.
"Sayang kamu masih marah yah? " Tanya Angkasa mendekat tepat disamping Feli.
"Lapar banget yah sayang? Duhh maafin mamah yah ganteng. " Feli berbicara sendiri mengabaikan Angkasa yang sejak tadi mencoba untuk membujuk nya.
"Sayang mas salah mas minta maaf hmm. Tapi kan tadi mas bener-bener gak tahan liat bibir kamu, " Jelas Angkasa dengan pelan.
Feli melihat kearah Angkasa dengan tatapan kesal walaupun itu hanya pura-pura namun Angkasa melihat nya benar-benar sedang kesal.
"Mas ngeselin banget yah! " Feli lanjut melihat kearah Aron dan Angkasa kembali semakin kebingungan.
"Mas minta maaf sayang, yah yah? "
"Mas ngeselin! "
"Sayang mas minta maaf deh, " Ucap Angkasa lagi-lagi namun Feli hanya diam saja.
Aron sendiri sudah mulai terlelap lagi karena mungkin sudah mulai kenyang dalam pangkuan Feli.
Cup,
__ADS_1
Feli merasakan sesuatu yang basah dibelakang lehernya dan itu adalah Angkasa yang mencium lehernya.
"Mas ngapain lagi ih? " Feli berpura-pura kesal meskipun sejujurnya ia menyukai itu.
"Kamu sih gak mau maafin mas, kita lihat saja apa kamu masih gak mau maafin mas setelah ini. " Angkasa semakin dekat kearah Feli yang kebingungan itu.
Ia menyingkap rambut Feli dengan pelan kesamping dan mencium kembali leher Feli dan kali ini ia bahkan menghisap nya hingga Feli sedikit menggigit bibir karena merasakan sensasi yang luar biasa.
"Mas,, ih udah dong. Ngapain sih? " Feli hendak menghindar namun ditahan oleh Angkasa yang memegang tangannya.
"Masih gak mau maafin mas yah sayang? " Angkasa dengan pelan semakin menghisap leher Feli hingga gadis itu hampir saja meloloskan suara aneh dari bibirnya untung saja ia bisa menahannya.
"Mas ih Aron udah mau tidur nih, kalau sampai Aron bangun mas kena masalah. " Kesal Feli mencoba untuk menghentikan ulah gila suaminya itu.
Iya, gila karena ia juga hampir ikut menggila karena merasa nikmat.
"Mas gak akan berenti sampai kamu maafin mas. "
"Mas kenapa sih? Nanti Aron bangun mas. "
Angkasa semakin mendekat lagi kearah Fei hingga tak sengaja menyentuh Aron yang tertidur itu lalu terbangun dan menangis.
Feli langsung bangkit dan melihat kesal kearah Angkasa.
"Tuh kan mas, ihh ngeselin banget. " Feli melihat kesal kearah Angkasa yang langsung cemberut itu
Tanpa kata apapun Angkasa langsung masuk kedalam selimut dan berbaring.
Feli kaget melihat itu, karena tiba-tiba saja Angkasa langsung bersikap seperti itu.
"Apa dia marah yah? " Bingung Feli.
Ia ingin membujuk suaminya lagi tapi Aron belum juga diam dalam gendongannya hingga ia harus menidurkan Aron lebih dulu.
"Kenapa dengan suamiku ini? " Senyum Feli benar-benar gemas melihat Angkasa yang menutup diri dengan selimut.
...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...
Ngambek gak tuh wkwkw ngambek apa gimana mas langit? Padahal yang salah kan mas langit.
Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys🌺.