Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
9.Keputusan.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #promise-EXO🍃...


...🌾🌾Aku memang memiliki masa lalu kelam, tapi aku juga punya hak untuk memilih masa depan yang cerah🌾🌾...


       Angkasa sampai dirumah dengan perasaan curiga terhadap Feli, kenapa dengan gadis itu? Apakah ada sesuatu yang ia sembunyikan? Atau apakah ada sesuatu yang mengganggu nya? Banyak hal yang membuat Angkasa bertanya-tanya sejak tadi.


"Jelas-jelas aku mendengar ia berkata bahwa ia meminta jangan dibunuh, maksudnya apa yah? " Batin Angkasa.


"Ahh sudahlah jangan terlalu dipikirkan. " Angkasa turun dari mobilnya lalu berjalan masuk kerumah.


"Langit pulang mah. "Angkasa berjalan kearah mamahnya yang sedang sibuk menata meja makan. Ia kemudian mencium tangan mamahnya lalu duduk dikursi.


" Gak mandi dulu sayang? Mandi gih kami tunggu dimeja makan. "Mamah tersenyum kearah Angkasa.


" Langit mandi sehabis makan aja deh mah, sekalian ada yg mau Langit sampaikan. "


"Ada apa nih tumben serius banget keliatan. " Papah yang baru saja bergabung.


"Vania mana mah? Kok belum turun juga? "


"Tuh Vania nya. " Mamah menunjuk Vania yang baru saja menuruni anak tangga.


"Kenapa mas? Kangen sama ur little princess ini yah? Padahal baru sehari udah kangen aja ihh. " Vania berbangga diri kemudian duduk disamping Angkasa.


"Iya sayang, mas Kangen pengen liat wajah cengeng mu itu. " Goda Angkasa hingga Vania menggerutu tak Terima dijuluki si cengeng.


"Ishh berapa kali sih mas aku ngingetin jangan panggil aku cengeng, aku gak suka. " Kesal Vania.


Angkasa hanya tertawa begitu juga dengan mamah serta papahnya, mereka selalu saja berhasil terhibur dengan Vania dan Angkasa yang selalu saja berdebat hal-hal yang tidak perlu didebatkan.


"Katanya kamu mau nyampein sesuatu sayang, apa yang mau kamu sampaikan itu? " Mamah memulai pembicaraan sembari membagikan nasi kepiring mereka satu persatu.


Angkasa mengangguk sembari meraih piring yang ada ditangan mamahnya.


"Langit mau nikah mah, pah dan besok akan langit perkenalkan kalian dengan calon istri Langit. "

__ADS_1


Mamah yang sedang menyendokkan lauk keatas piring Vania terlonjak kaget hingga piring Vania terjatuh.


"Mamah,, Hati-hati dong mah. Untung aja mamah gak luka. " Vania segera melihat tangan mamahnya apakah ada yg luka.


"Mamah gak salah denger kan sayang? Kamu mau  nikah? " Mamah terlihat sangat syok berbeda dengan papah yang hanya diam saja menatap kearah Angkasa.


"Langit serius mah pah. "


"Enggak,, enggak mungkin kan sayang? Tapi mamah kan udah bilang kalau kamu gak boleh nikah sebelum mamah nemuin calon yang tepat untuk kamu. " Mamah terlihat tidak Terima dengan keputusan Angkasa yang begitu tiba-tiba.


"Apa salahnya mah? Kan mas Langit bilang kalau besok dia bakal bawa calon kakak ipar kerumah ini buat diperkenalin sama kita, itu tandanya mas langit sudah menemukan seseorang yang menurut nya cocok. " Vania sih setuju-setuju aja dengan keputusan kakak tunggalnya itu.


"Kamu gak tau apa-apa, kamu masih kecil. Pokoknya mamah gak mau dan gak setuju, mamah gak bisa relain kamu sama sembarang perempuan sayang. Mamah susah payah besarin kamu dan jagain kamu mamah gak bisa Terima begitu aja kamu bersama dengan perempuan yang mamah belum kenal sama sekali. " Mamah terlihat sangat tidak Terima.


"Ayolah mah, Langit bukan lagi anak kecil. Dia sudah dewasa dan umurnya sudah sangat pantas untuk berumahtangga, papah bahkan sangat bangga dengan keputusan langit yang ingin menikah ini. Papah sudah lama menunggu momen langit berkata seperti ini. " Papah tersenyum menatap kearah Angkasa yang juga ikut tersenyum.


"Maafkan langit pah, langit sebenarnya punya niat lain dibalik pernikahan ini. " Angkasa berbicara sedikit merasa bersalah dalam hatinya.


"Pokoknya mamah gak setuju. " Mamah memilih pergi ke kamar dengan wajah kesal dan wajah sendunya itu.


"Biarkan saja, mamah saat ini sedang tidak ingin diganggu. Kamu coba beritahu papah kenapa tiba-tiba mengambil keputusan ini begitu tiba-tiba. " Papah yg memang selalu bersikap tenang itu ingin tau kenapa tiba-tiba putra nya itu memutuskan ingin menikah.


"Iya nih mas, setau vania mas gak punya pacar tuh. Kenapa tiba-tiba mau nikah aja? "


"Hmmm yah langit juga gak tau kenapa tiba-tiba aja langit pengen banget merasakan yang namanya kehidupan berumah tangga dan kebetulan sekali langit menemukan seseorang yang langit rasa pantas untuk langit. " Angkasa dengan wajah senyum yang dibuat-buat.


"Pantas untuk menjadi orang akan langit hancurkan hidupnya. " Batin Angkasa melanjutkan kata-katanya yang sengaja ia gantung itu.


"Papah sih setuju aja sama keputusan kamu, karena papah rasa kamu berhak menentukan hidupmu kedepannya. Untuk mamah, biar papah coba bicarakan baik-baik nanti. Kamu tidak usah bawa pusing. "


"Terima kasih pah, dan langit ingin secepatnya resepsi diadakan. Papah tolong bantu langit untuk mengurus beberapa hal yang perlu. Dan satu lagi langit cuma mau acaranya diadakan kecil-kecilan saja pah. Gak usah terlalu mewah. " Angkasa dengan senyuman.


"Loh, kenapa sederhana? Kita akan merayakan nya dengan meriah. "


"Itu yang calon menantu ayah inginkan. Langit takut dia akan merasa tidak nyaman jika kita merayakan dengan sangat mewah. "

__ADS_1


"Baiklah papah setuju gimana baiknya aja, jadi tidak sabar ingin bertemu dengan perempuan yang berhasil merebut perhatian putra berharga papah ini. " Senyum papah sangat cerah dan senang sekali.


"Iya mas, Vania juga gak sabar mau ketemu sama calon kakak ipar Vania. Pasti dia sangat cantik. " Vania terlihat sangat senang.


Ada sedikit rasa bersalah dalam diri Angkasa saat melihat senyuman papahnya. Ia merasa jahat tanpa sebab. Mungkin karena pernikahan yang ia maksud ini adalah pernikahan yang berbeda dalam maksud sang ayah. Ayahnya mengira pernikahan ini adalah dasar cinta sama cinta antara Angkasa dan gadis yang akan jadi istrinya sedangkan pernikahan yang Angkasa maksud ini adalah pernikahan yang akan mengikat ia dan gadis itu sehingga ia akan dengan leluasa menjalankan aksi balas dendamnya itu.


"Baiklah pah, langit sudah kenyang dan ingin istirahat. Sangat lelah karena menemani nya jalan-jalan seharian. " Angkasa dengan sandiwara nya itu.


"Yasudah kamu istirahatlah, jangan lupa secepatnya bawa calon menantu papah kesini besok. " Papah dengan senyuman yang sangat tulus.


Vania sendiri hanya senyum senyum melihat kearah kakaknya, ia juga tak habis pikir kakaknya yang jomblo sejak lama tiba-tiba memutuskan untuk menikah.


"Pah, Vania juga sebenarnya kaget banget pas mas langit bilang ingin menikah. Pasalnya mas langit tuh gak pernah dekat dengan cewek, malah Vania sempat curiga kalau mas langit itu gak suka sama cewek. "


"Heh ngomong apa kamu hmm? Gak boleh suudzon sama orang khususnya dia itu kakak kamu, gak mungkin pria setampan langit gak suka sama cewek. Ada-ada kamu nih. " Papah merasa lucu dengan pikiran putrinya yang sangat jauh dari prediksi itu.


"Iihh papah jangan salah, banyak kok cowok tampan malah sukanya sama yang tampan dan Vania juga punya temen yang gitu. Makanya Vania sempat takut mas langit ikut-ikutan kayak gitu. Syukur deh sekarang ketakutan Vania udah ilang karena keputusan mas langit yang ingin menikah. Jadi gak sabar mau jumpa sama kakak ipar. "


"Kamu jangan kebanyakan nonton drakor yah. Makin jauh aja pikiran mu itu, belajar yang rajin biar sukses kayak mas mu. " Papah tersenyum mengelus surai hitam Vania.


"Gak sering kok pah, cuma sehari sekali. "


"Sehari sekali berarti setiap hari dong, kurang sering apalagi itu? "


"Yah namanya juga lagi nyari jodoh pah, kalau gak tiap hari diseleksi kapan nemunya? " Senyum Vania sungguh sumringah jika diajak ngobrol tentang negara hallyu itu.


"Papah liat mamah dulu yah sayang, nanti dibiarin lama-lama ngambek nya bisa awet tuh. "


"Vania juga mau lanjut nyeleksi calon mantu papah juga deh. "


Papah tersenyum sembari berjalan menuju kamar. Untuk membujuk istrinya agar dengan rela hati menerima keputusan Angkasa yang sangat bagus ini.


...🎋🎋Bersambung🎋🎋...


Wahhh lampu hijau tuh, Angkasa to the poin banget yah jadi orang. Ngajak nikah kayak mau ngajak jajan seblak 😁

__ADS_1


See you guys❤


__ADS_2