Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
87. Sayangku.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #Angel baby-Troye sivan🍃...


...🌾🌾Begitu membahagiakan sampai aku lupa bagaimana rasa sakit ku dahulu 🌾🌾...


       Sejak tadi Feli merasakan sesuatu yang sangat basah diarea pipinya, mata, hidung dan kini bibirnya. Dengan pelan ia membuka mata karena merasa terganggu dengan itu.


Matanya kaget hingga sedikit terbelalak saat melihat Angkasa kini sudah ada diatas tubuhnya sembari menciumi seluruh wajahnya hingga kini stuck di bibirnya.


"Mashpp,,, " Feli hendak berbicara namun Angkasa malah menarik tengkuk Feli untuk memperdalam ciuman mereka.


Tidak hanya itu Angkasa dengan pelan memasukkan tangannya kedalam piyama tidur Feli hingga Feli semakin kaget kenapa pagi-pagi buta begini suaminya sudah turn on aja.


"Mashpp,, emph,, "


Lagi-lagi Angkasa tak membiarkan Feli untuk berbicara dulu karena masih ingin menikmati percumbuan itu.


Dengan perlahan Feli mengalungkan tangannya dileher suaminya sembari membalas ciuman itu dengan lum*tan lum*tan kecil yang membuat Angkasa tersenyum senang karena partisipasi Feli tersebut.


Semakin lama ciuman itu terasa menggairahkan juga sangat panas membuat Angkasa ingin semakin hanyut di dalamnya sampai ia puas.


Ciumannya turun ke leher Feli dan meninggalkan beberapa tanda kemerahan disana hingga Feli semakin meraung mendesis menggigit bibir karena takut membangunkan kedua buah hati mereka yang sedang terlelap di keranjang bayi.


"Mashh,, akhh,,, " Feli menahannya tapi sungguh tak bisa ia tahan karena setiap sentuhan suaminya sangat membuai nya hingga ia sering kali meloloskan suara-suara kenikmatan itu.


Angkasa semakin gencar menciumi leher Feli kemudian membuka satu persatu kancing piyama milik Feli hingga kini dua gundukan yang semakin memadat itu sudah ada dihadapannya masih dengan balutan bra berwarna abu tua itu.


"Ihhh mas ngeliatin nya gitu banget, nakal! " Pukul Feli dibahu Angkasa hingga suaminya tertawa pelan lalu mencari pengait bra dipunggung istrinya.


"Nakal sama istri itu wajar sayang, apalagi kalau nakalnya gini hmmm. "


Angkasa mengusap pelan area Feli yang masih dibalut lengkap dengan celana piyama nya itu.


Bibir Feli gigit agar tidak meloloskan suara-suara kenikmatan itu, tapi Angkasa sejak tadi tidak menyerah untuk membuat Feli mendesah tepat didepannya.


"Sayang jangan perlihatkan ekspresi seperti itu saat di depan ku. Aku bisa gila sayang. " Angkasa sangat frustasi karena Feli sungguh menggoda dihadapannya dengan keringat yang sedikit bercucuran dan mata sayu menikmati setiap sentuhan nya.


Feli masih saja berusaha menahan untuk tidak mendesah tapi Angkasa tidak ingin menyerah sampai disitu.

__ADS_1


"Yakin masih bertahan sayangku? Mau mas buat lebih menantang lagi hmmm? " Bisik Angkasa ditelinga Feli hingga gadis itu sedikit meremang karena bisikan itu begitu membuat ia merinding.


Sekuat tenaga Feli untuk tidak mendesah saat Angkasa perlahan menurunkan celana piyama miliknya dan mengusap serta mengelus dengan halus area yang masih dibalut kain tipis itu.


Angkasa tersenyum dan mengakui betapa gigihnya Feli saat menahan itu.


"Ayolah sayang kamu berekspresi sangat menggoda, mas bisa gila karena itu. Jangan ditahan keluarkan saja karena mas suka dengan suaramu saat menikmati setiap sentuhan ku. "


Angkasa memasukkan tangannya kedalam segitiga pelindung milik Feli dan memasukkan satu jarinya ke lubang kenikmatan Feli hingga pertahanan gadis itu runtuh.


"Eghpp,, mash,,, " Mata Feli merem melek karena Angkasa mengeksploitasi areanya dengan lihai sembari mengobrak-abrik sesuatu dibawah sana membuat Feli berkali-kali menggelinjang sembari mengeluarkan desis desis indah.


"Akhh,, mas sudah tidak tahan sayang,mas masukin yah hmmm. " Angkasa meminta persetujuan Feli yang dengan jelas mengangguk setuju.


Belum juga Angkasa membuka celana piyama miliknya suara tangisan bayi menggelegar seisi kamar.


"Ngeak,,,. "


Hancur dan pupus sudah harapan untuk menenangkan junior nya dibawah sana yang kini sudah berdiri tegang meminta pertanggungjawaban.


Tangisan itu semakin keras hingga mau tak mau Feli langsung meraih celananya dan berjalan menuju keranjang bayi bahkan belum sempat ia memakai bajunya.


Angkasa cemberut pelan sembari menatap nanar istrinya yang perlahan mendekat kearah keranjang bayi. Sudah kesekian kalinya ia digantung karena tangisan buah hati mereka.


"Aku adalah ayah yang baik dan harus tetap mengalah untuk buah hatiku. Huuu tapi aku sudah tidak tahan, " Rengek Angkasa dengan hati yang berat mengancing kembali resleting celananya.


Feli mendekat kearah keranjang bayi dengan perasaan bersalah pada suaminya itu, namun putra mereka sudah menangis karena haus.


Feli mengangkat putranya menuju tempat tidur dan membiarkan putrinya yang masih terlelap itu tetap di keranjang bayi sembari memperbaiki posisi selimut nya.


"Aron kenapa hmmm? Haus yah sayang? " Feli berbasa-basi mengalihkan tangisan Aron hingga putranya mulai tenang.


"Mamah disini sayang, " Ucap Feli mengelus pelan punggung kecil putranya itu.


Dengan perlahan Feli mengeluarkan sebelah gunung kembarnya lalu memberikan asi kepada Aron putranya yang kini sudah memasuki usia tujuan bulan lamanya.


"Maaf yah mas, " Ucap Feli melihat kearah Angkasa yang tersenyum itu.

__ADS_1


Defenisi walau hati menangis bibir tetap tersenyum ini mah.


"Gak papa kok sayang, resiko jadi orang tua yah begini hehehe. " Angkasa mencoba untuk berpikir lebih luas dan dewasa saja. Karena ini memang salah satu resiko saat menjadi orang tua.


"Padahal sejak kemarin mas pengen gak pernah kesampaian, maaf yah mas. " Feli sungguh merasa bersalah karena sudah berkali-kali menggantung suaminya itu.


Seperti kemarin sudah mau inti Aron lagi-lagi menangis begitu juga tadi malam hingga pagi ini, putranya seolah sedang mengejek dan mengerjai nya saja.


"Mas baik-baik saja sayang, putra kita sedang lapar tidak mungkin kita membiarkan nya kelaparan. " Angkasa mencium pipi Feli yang masih memberikan asi untuk putra mereka.


Feli tersenyum karena merasa bangga dengan kedewasaan pemikiran suaminya. Apalagi ini bukan kali pertama ia gagal mendapatkan kepuasan karena tangisan putra mereka, memang Aron sedikit lebih sensitif dari pada adiknya Arin. Selalu saja Aron yang akan menangis sedang Arin tetap damai didalam keranjang bayi itu.


"Hmmm kalau gak ciuman lagi yuk, mas masih pengen nih. " Angkasa berbisik pelan kearah Feli.


"Tapi mas anak kita sedang menyusu, gak baik ciuman depan anak kita. "


"Aron gak bakal liat hmm, dia fokus minum tuh sayang. Ayo dong yah masa udah digantung ciuman aja gak boleh huuu. "


Feli tersenyum gemas dengan suaminya yang selalu saja bersikap sangat imut itu, seolah dia dan anaknya sedang berkompetisi memperebutkan dirinya.


"Mau yah hmmm mau yah.. " Angkasa masih saja membujuk Feli dengan wajah cemberut.


Feli memperbaiki sedikit posisi putranya yang sedang sibuk minum itu lalu mendekat kearah Angkasa yang langsung tersenyum lebar itu.


Perlahan bibir mereka semakin dekat dan kini sudah menyatu dengan sempurna, bibir itu saling bertaut satu sama lain bergerak untuk mencari kenikmatan yang lebih lagi.


Angkasa menutup mata menikmati gerakan bibir Feli yang membuat ia mabuk kepayang hingga kini ia memasukkan lidahnya untuk mengeksploitasi rongga mulut istrinya itu.


Tangannya sibuk mengelus punggung mukus Feli hingga beberapa saat mereka terus saja berciuman karena sesuatu sempat tertunda tadi.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Uwaw,,, digantung gak tuh mas langit wkkw.


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.


See you guys🌺

__ADS_1


__ADS_2