Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
7. Perjanjian.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #just as usual-EXO🍃...


...🌾🌾Kehidupan memang seperti sebuah roda yang berputar,kadang berada diatas dan kadang dibawah. Namun, apakah kamu pernah berpikir roda tersebut bisa diputar dengan benar untuk hasil yang benar pula🌾🌾...


    Feli hanya diam saja dan masih saja memikirkan semua yang terjadi pagi ini. Rasanya seperti sedang berkhayal kalau ia benar-benar ditawari hal se sakral itu. Belum lagi jika ia menerimanya makan hutang nya akan dianggap lunas oleh Angkasa yang merupakan bosnya dikantor ini.


Seperti sedang memenangkan lotere ia Sungguh tak percaya dengan apa yang sedang ia alami saat ini.


"Hei, sedang apa kamu hanya diam saja? Masih banyak tugas yang belum diselesaikan bisa-bisanya kamu hanya diam saja melamun seperti itu. " Kesal salah satu rekan kerja feli.


Feli langsung tersadar dan memilih untuk berjalan menuju ruangan penyimpanan berkas. Selalu saja ia yang ditugaskan ditempat penuh debu itu.


"Ayolah Feli, kamu harus semangat bekerja agar bisa bertahan hidup. Setidaknya kamu sudah mulai mendapat secercah harapan untuk hidup lebih tenang. " Gumam Feli sembari membersihkan beberapa rak berkas serta berkas-berkas yang berada di dalam ruangan itu.


Tiba-tiba saja panggilan masuk melalui telepon seluler nya. Setelah sekian lama tak berdering  ponsel itu akhirnya mendapatkan panggilan juga.


Dengan semangat Feli menerima panggilan itu, namun siapa sangka itu hanya sebuah panggilan yang sangat tidak ingin Feli Terima sama sekali.


"Halo, "


"Langsung saja, saya hanya ingin memberitahu bahwa aliran listrik menuju rumahmu sudah saya matikan. "


"Ta,, tapi buk, saya kan sudah minta waktu selama seminggu dan akan segera saya lunasi uang listriknya. " Feli sungguh kaget.


"Sudah baik saya memberikan kamu listrik gratis selama satu bulan. Saya sudah tidak perduli lagi, urus saja urusanmu. " Panggilan itu langsung terputus.


"Yatuhan, bagaimana ini? Aku paling tidak tahan jika rumah terasa gelap. " Feli Sunghee dibuat kepalang karena panggilan itu.


"Uhuk,, uhuk. " Feli tak sengaja menjatuhkan berkas penuh debu hingga ia terbatuk.


"Kenapa debunya sangat banyak? Prasaan aku membersihkan tempat ini setiap hari. " Bingung Feli.


Ia melihat sekeliling yang terlihat sangat kotor itu, kursi yang tak terpakai berserakan dimana-mana seolah seseorang sengaja melakukan nya. Feli ingat betul bahwa seluruh kursi itu sudah ia atur dengan benar.


"Prasaan kursinya sudah aku atur deh. " Feli mencoba untuk merapikan kursi itu kembali ke tempat semula.


"Nona Feli, saya disuruh oleh tuan Angkasa untuk mengajak nona Feli menuju ruangan nya. " Tiba-tiba saja Radon selalu asisten pribadi sekaligus sekretaris Angkasa tiba-tiba datang hingga sedikit mengagetkan Feli.


"Yatuhan, saya kira siapa. " Gumam Feli kemudian ia kembali bersikap biasa saja.


"Mari ikut saya Nona. "


Feli dengan ragu mengikuti Radon menuju ruangan Angkasa.

__ADS_1


"Silahkan masuk Nona. "


"I iya pak. " Feli dengan ragu membuka pintu dan melihat kebelakang pintu sudah ditutup oleh Radon dari luar.


"Kenapa dia tidak ikut masuk sih? Kan suasananya jadi makin canggung. " Batin feli berjalan pelan.


Terlihat Angkasa sedang sibuk dimeja kerjanya dengan kacamata yang bertengger diwajahnya dan lengan kemejanya yang tersingkap hingga menampakkan kesana seksi apalagi berpadu dengan wajah tampannya itu.


Feli hanya diam saja memperhatikan Angkasa. Ia takut akan menggangu Angkasa jika ia bersuara.


"Lihatlah, dia pasti terpukau dengan ketampanan paripurna yang kumiliki. Tidak sia-sia aku memakai kacamata hari ini, pasti aku terkesan sangat jenius dimatanya. " Batin Angkasa yang masih saja fokus dalam akting sok sibuknya itu.


"Melihatnya diam saja berdiri disana sembari memperhatikan ku membuat ku yakin kalau ia sungguh terpukau. Hahaha kamu pasti akan menyesal setelah tau kalau aku adalah Angkasa yang pernah kamu dizalimi dulu. " Batin Angkasa terus saja merasa berbangga diri dengan dirinya saat ini.


Defenisi self love yang sebenarnya adalah Angkasa (*・x・)/


"Khem, kenapa hanya diam saja disana? " Angkasa bangkit berdiri dari kursi kerjanya tidak lupa dengan sedikit Karismatik ia melepaskan kacamatanya lalu meletakkan nya diatas meja.


"Pasti sekarang nafasnya tidak teratur karena melihat karisma seorang Angkasa yang tiada tara. " Batin Angkasa merasa sangat bangga.


"Eugh,, apa ada yang bapak perlukan? " Tanya Feli dengan pelan tidak lupa dengan rasa hormatnya.


"Saya ingin mendiskusikan beberapa hal tentang topik tadi pagi. " Angkasa duduk diatas sofa.


Feli langsung merasa panas dingin kalau menyangkut pembicaraan tadi pagi. Ia sungguh serba salah dan tak tau harus berbuat apa-apa.


Ia masih ingat jelas sosok Feli dalam beberapa tahun lalu, gadis itu sangat Anggun dengan balutan seragam SMA. Dengan kulit terawat dan wajah cerah berseri. Kini sangat berbeda dengan Feli yang sekarang, meskipun masih sama cantiknya namun terlihat sekali gadis itu sudah sangat jauh berbeda dengan Feli dimasa lalu.


"Kamu duduklah. "


Feli dengan ragu duduk disofa yang ditunjuk oleh Angkasa.


"Baca ini dengan teliti, kemudian tanda tangani. "


Feli dengan ragu menerima selembar kertas berwarna putih yang lumayan tebal itu.


"Apa ini pak? "


"Baca saja setelah itu bertanya saat menemukan sesuatu yang tidak kamu mengerti disana. " Angkasa bersikap sok cool.


Feli kemudian mengangguk dan perlahan membaca poin demi poin yang tertera di lembaran itu.


Mata Angkasa tak hentinya melirik kearah Feli, gadis itu sungguh tidak berubah sama sekali. Terlihat tenang dan semakin cantik saat sedang diam dan fokus begitu.

__ADS_1


Angkasa kembali teringat saat-saat dimana dia pernah menjadi pengagum rahasia Feli sebelum kejadian bully membully itu.


Gadis itu selalu saja duduk diperputakaan sembari membaca banyak sekali buku. Wajah tenang dan fokusnya masih sama sampai kini.


"Sial, kenapa sih dengan ku? Hilangkan pikiran bodohmu itu langit, jangan sampai lengah hanya karena beberapa kenangan indah itu. " Batin Angkasa kesal.


"Jadi ini adalah kontrak pernikahan yah pak? " Tanya Feli dengan pelan setelah ia selesai membaca lembaran itu.


Angkasa dengan pelan menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana? Apakah masih ada yang kamu tidak mengerti disana? Atau ada hal yang ingin kamu bahas? "


"Eughh,, jadi inti dari kontak ini adalah saya harus menuruti semua perkataan dan perintah dari bapak? " Feli.


"Baiklah ternyata kamu berhasil menangkap inti dari semua poin itu, apakah kamu keberatan? " Angkasa mencoba melihat reaksi Feli.


Isi dari kontrak itu bukanlah main-main, karena semua keputusan hanya Angkasa yang berhak memegangnya.


"Apapun saya hanya bisa menurut pak. Saya sudah sangat berterima kasih atas kebaikan bapak karena membebaskan saya dari para preman itu, dan kini bapak bahkan memberikan saya jalan keluar untuk masalah hutang saya kepada bapak. Terima kasih banyak pak. " Feli sangat bersungguh-sungguh dengan rasa Terima kasih nya itu.


Angkasa tersenyum smirk, sepertinya Feli sudah masuk sempurna kedalam umpan yang ia berikan itu.


"Apa gadis ini sungguh mengira bahwa aku sedang beramal untuknya? Apa dia bodoh semudah itu percaya bahwa aku hanya memiliki niat baik menolongnya? Padahal dia tidak tahu kalau ini akan menjadi awal untuk hancurnya kehidupannya. "Batin Angkasa merasa sangat senang karena rencananya sangat mulus.


" Baiklah, saya mohon kerjasamanya. Ingat untuk menurut saja."tegas Angkasa dan dibalas anggukan oleh feli.


"Tanda tangani kertasnya. "


Feli dengan senang hati menandatangani nya tanpa menaruh sedikit pun kecurigaan disana.


"Karena kamu sudah menandatangani nya maka tidak akan ada lagi pelanggaran dan penolakan untuk semua perintah yang saya berikan. "


"Baik Pak. " Feli tersenyum.


"Yasudah kembali bekerja sekarang. "


"Baik Pak, saya undur diri. "


"Lihatlah gadis jahat, hidupmu akan semakin hancur setelah ini. Kamu akan merasakan sakitnya terhina melebihi sakit yang saya rasakan dulu. "


Angkasa tersenyum senang merasa tak sabar dengan aksinya untuk membalaskan dendam nya itu.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...

__ADS_1


Waduhh Angkasa kamu punya niat apa setelah ini? Segitu dendamnya kah kamu kepada seorang Feli?.


Semoga pada suka yah guys.?maklum masih pemula jadi masih banyak kurangnya.


__ADS_2