Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
76. Ngantuk.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #Dear my star-Sondia🍃...


...🌾🌾Aku benar-benar mulai lupa satu persatu rasa sakit itu, karena mu aku sangat bersyukur🌾🌾...


       Angkasa sibuk mengurus berkas-berkas yang menumpuk didepannya itu, meskipun tidak terlalu buru-buru untuk ia kerjakan tetap saja ia harus menyelesaikan nya agar ia tidak lagi sibuk mengurusnya nanti.


Feli sejak tadi mulai mengantuk karena bosan, Angkasa memang sesekali mengajaknya berbicara tapi tetap saja terlalu lama duduk membuat Feli mengantuk.


Saat ini kepala Feli berkali-kali bergerak tak bisa diam dengan mata terpejam, ia tidur dalam keadaan duduk hingga membuat Angkasa yang melihat itu tersenyum menggeleng.


"Kenapa dia tidak berbaring saja? Pasti melelahkan tidak dengan cara seperti itu hahah. " Tawa Angkasa pelan lalu berdiri menghampiri Feli yang masih berada diposisi yang sama.


Cup,


Saat Feli hendak jatuh dan oleng lagi Angkasa datang dan menautkan bibir mereka hingga mata Feli yang semula terpejam langsung terbelalak kaget.


"Ma,, mas? " Feli kaget dan duduk dengan tegap.


Angkasa tertawa pelan lalu duduk disamping Feli sembari mengelus surai hitam itu dengan pelan.


"Kalau ngantuk kamu tidur saja sayang, nanti mas bangunin setelah selesai. "


"Enggak kok mas, aku nggak ngantuk heheh. "


"Mata kamu tidak bisa berbohong sayang, maaf yah kalau kamu bosen banget disini. " Angkasa merasa bersalah namun Feli menggeleng.


"Sama sekali tidak bosan mas, aku malah lebih senang bisa nemenin mas kerja gini heheh, " Ucap Feli tersenyum dan Angkasa tahu sebenarnya Feli bosan tapi gadis itu sungguh menutupi nya.


"Mau melakukan sesuatu yang menyenangkan sayang? " Bisik Angkasa dengan nakal sembari menjilat telinga Feli hingga sarafnya menegang kaget.


"Ma,, maksudnya mas? Kenapa mas berbisik seperti itu? Menakutkan. "


Angkasa tertawa karena melihat ekspresi dan kegugupan Feli.


"Bagaimana? Kamu tertarik tidak dengan tawaran ku? " Angkasa dengan mata nakal.


"Mas apaan sih? Maaf lanjut kerja aja deh. Aku gak bosan kok. "


Angkasa langsung mengangkat tubuh Feli ala bridal style hingga Feli kaget dengan perlakuan Angkasa yang begitu tiba-tiba itu.


"Loh, loh, kita mau kemana mas? Kok malah gendong aku kayak gini mas? " Bingung Feli dan Angkasa hanya tertawa pelan.


"Kita akan bersenang-senang sayang, mas juga mulai bosan melihat huruf-huruf serta angka itu, ingin melihat sesuatu yang menyegarkan saja. "


Feli menelan ludah pelan saat Angkasa membawanya kedalam ruangan pribadi itu kemudian menutupnya pelan.


"Mas mau ngapain? " Bingung Feli.


Angkasa tersenyum nakal lalu menidurkan Feli diatas ranjang yang ada disana hingga Feli semakin yakin kemana arah bicara Angkasa yang mengatakan bersenang-senang.


"Apa maksud mas bersenang-senang itu adalah melakumph,, "


Feli sudah ditindih lebih dahulu oleh Angkasa dengan bibir yang sudah berhasil mengambil alih kuasa dibibir Feli yang begitu lembut dan kenyal itu.


Feli yang semula kaget itu langsung menutup mata menikmati gerakan bibir Angkasa yang begitu lihai dalam memanjakan bibir Feli. Lidah laki-laki itu juga tak bisa diam memaksa masuk dan bergerak aktif didalam rongga mulut Feli.


Dengan pelan Feli meremas rambut Angkasa menikmati sensasi ciuman yang begitu lembut hingga mulai panas itu, dan Angkasa juga menarik tengkuk Feli agar ciuman itu lebih dalam lagi.

__ADS_1


"Eugh,, " Feli melenguh dengan mata terpejam saat Angkasa begitu liar mengeksploitasi bibirnya hingga terasa membengkak.


"Mashh,, "


Feli kembali mengeluarkan suara-suara lembut serta manja saat suaminya mulai turun dari ciuman bibir kini berada dileher gadis itu hingga beberapa bercak tanda kemerahan sudah terlukis disana dengan sempurna.


Angkasa trsenyum lalu membuka kemejanya lebih dahulu hingga Feli begitu kaget saat berhadapan dengan dada bidang milik suaminya.


Angkasa kembali mencium Feli saat kemeja sudah berhasil ia buang ke sembarangan arah dengan tangan yang mencoba untuk menurunkan resleting dres Feli yang berada didepan.


Namun, sudah beberapa kali ia coba resleting itu tak bisa turun dan tersangkut hingga Angkasa melepaskan ciuman itu dan fokus membuka dress Feli yang tak kunjung bisa ia lepaskan itu


"Aihhh kenapa susah sekali? " Angkasa sudah tidak sabar Tapi dress itu sungguh mengganggu proses bercinta nya.


"Masih belum bisa mas? " Feli melihat Angkasa yang masih saja berusaha untuk melepaskan nya namun resleting sialan itu seolah meledek Angkasa yang sangat bergairah saat ini.


Srek,


Karena sudah tidak sabar dan kesal yang bercampur aduk kini dress Feli sudah ia robek hingga terbelah dua dan Feli membelalak kaget melihat Angkasa yang merusak dressnya.


"Akhirnya, " Ucap Angkasa tersenyum namun Feli malah bingung.


"Ma,, mas? Kenapa dress aku dirobek sih? "


Feli tidak masalah jika saat ini mereka ada dirumah, tapi kalian tidak lupa kan kalau saat ini mereka ada di dalam kantor. Bagaimana Feli akan keluar dari kantor itu dengan dress yang sudah tidak layak pakai?.


"Habisnya tidak bisa dibuka sih. " Angkasa dengan wajah tanpa dosa.


"Ihh, gimana dong mas? Aku gak mungkin keluar dengan dress yang sudah hancur begitu? "


Feli melirik curiga kearah Angkasa, melihat persiapan laki-laki itu pasti dia sudah merencanakan hal seperti ini jauh-jauh hari.


"Mas pasti sudah merencanakan ini kan? " Curiga Feli dan Angkasa hanya tersenyum.


Angkasa tidak bisa lagi menunda kegiatan tadi, dengan cepat ia membuka dress itu lalu membuangnya asal setelah itu ia juga menarik tanktop Feli kertas hingga kini gadis itu hanya mengenakan brapa serta short dibagian bawahnya.


"Mas, bagaimana jika ada yang masuk? " Tanya Feli khawatir.


"Tidak akan sayang, ini ruangan pribadi kita jadi tidak akan ada yang tahu. "


Setelah mengatakan itu Angkasa langsung mencari pengait bra milik Feli dan berhasil membebaskan dua gundukan itu hingga kini sudah terpampang nyata didepan matanya.


"Akhh,, mashh,"


Feli bergerak gusar saat Angkasa kini sudah menyusu di dadanya seolah ia adalah seorang bayi yang sangat kehausan kini. Belum lagi tangan yang satu lagi sibuk meremas dan memainkan bagian sebelah nya lagi.


"Mashh,,, "


Angkasa mengubah posisi yang awalnya berbaring kini mereka sudah duduk dengan Feli yang duduk pasrah di pangkuannya sembari meremas bahunya.


"Akhh,, mashhh.


Feli menggigit bibir saat merasakan sesuatu yang keras dibawah sana sudah bergesekan dengan miliknya yang masih dibungkus dengan short serta pelindung sigi tiganya.


Angkasa tersenyum dengan terus bergerak dibawah sana hingga Feli merasakan sensasi yang sangat tidak bisa ia ungkapkan lagi.


" Akhh,, eugh,, mashh, "

__ADS_1


"Teruslah sayang, sangat merdu dan membangkitkan gairah mas. "


Angkasa langsung membaringkan Feli dan dengan lincah ia menurunkan short Feli hingga kini segitiga berwarna cream itu sudah terlihat basah.


Angkasa tersenyum karena Feli benar-benar menikmati setiap sentuhannya.


Deng pelan Angkasa membuka celananya hingga menyisakan segitiga nya juga. Feli memerah wajahnya karena malu melihat sesuatu yang sangat menonjol didalam celana milik Angkasa.


"Kenapa membuang muka sayang? " Angkasa duduk dan menuntun Feli untuk duduk dipangkuan nya.


"Ti,, tidak mas, aku,, aku hanya malu saat melihat milik mas sudah sangat menonjol. " Ucap Feli jujur hingga Angkasa semakin tertawa.


"Bagaimana? Kamu tidak tertarik untuk membelinya hmm? " Angkasa dengan wajah nakal itu.


Feli sangat ragu dan malu untuk melakukan itu namun dengan perlahan ia memberanikan diri untuk memasukkan tangannya kedalam segitiga berwarna dongker itu.


Angkasa memejamkan mata sembari mendesis pelan saat Feli berhasil memegangnya.


Feli kaget saat merasakan milik Angkasa sudah sangat keras dan berdiri tegak, ia meremat nya pelan seperti melakukan sebuah pijatan hingga Angkasa langsung merem melek merasakan setiap sentuhan Feli diarea nya.


"A,, apa begini mas? " Feli masih ragu dan Angkasa langsung menyambar bibir itu sembari membaringkan Feli.


"Aku sangat menikmati sentuhan mu sayang, " Ucap Angkasa kembali mencium bibir Feli dengan nikmat dan gadis itu membalasnya dengan menikmatinya juga.


"Akhh,,, akhh,, mashh. "


Feli merasakan sesuatu yang tumpul berusaha masuk kedalam gawang miliknya hingga ia sedikit memekik kesakitan.


Angkasa tahu gadis itu masih merasakan sakit bahkan saat mereka sudah melakukan nya beberapa kali.


Dengan lembut ia buai Feli dengan ciumannya hingga rasa sakit itu teralihkan dan saat itulah Angkasa langsung menghentakkan miliknya hingga kini sudah terbenam sempurna.


"Akhh,, "


Feli meringis saat Angkasa bergerak pelan "Sabar yah sayang sakitnya hanya sebentar saja. "


Angkasa terus bergerak hingga rasa sakit itu perlahan berubah menjadi rasa nikmat yang tiada tara.


Dan pada akhirnya kedua insan itu terkulai lemas setelah melakukannya beberapa kali, Angkasa memang tidak akan pernah puas jika hanya melakukan nya satu kali. Feli sangat kewalahan meladeni nya.


Radon yang baru saja ingin melaporkan bahwa rapat hari ini ditunda merasa heran kemana perginya boss serta Feli.


"Loh, bukankah mereka ada disini sejak tadi? " Bingung Radon.


Namun saat matanya tertuju kearah pintu ruangan pribadi Angkasa ia sangat yakin mereka pasti berada disana.


"Untung saja ruangan itu kedap suara, " Ucap Radon tersenyum seolah ia tahu apa yang sedang terjadi di dalam sana.


Ia pun keluar dari ruangan Angkasa dengan senyuman yg tak bisa ditebak.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Hmmm mikir apa kamu Radon? Kamu diam-diam berpikiran nakal yah wkwk.


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.


See you guys🌺.

__ADS_1


__ADS_2