Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
41. (+-25 mantan)


__ADS_3

...🍃Soundtrack # don't know what to do without you-Blackpink🍃...


...🌾🌾Kesalahpahaman adalah salah satu masalah yang paling rumit untuk dipecahkan apabila kedua belah pihak tidak bisa diajak berbicara baik-baik🌾🌾...


        Angkasa berdiam diri di dalam kamar mandi sembari memegangi dadanya yang berdetak tak karuan itu.


"Sepertinya tidak akan lama lagi aku akan didiagnosis penyakit jantung karena gadis itu, " Ucap Angkasa tersenyum senang karena mengingat Feli.


Belum lagi ia merasa sangat senang memiliki waktu untuk berdua an dengan Feli disini, mulai dari naik motor berdua dan sekarang Feli membawanya memakan mie instan yang sudah lama tidak ia makan itu. Karena Feli lah ia berhenti memakan mie instan dan karena gadis itu pula ia kembali memakan nya.


"Kenapa dia sangat cantik dan juga menarik? " Angkasa tak tahan karena melihat tingkah Feli.


Padahal gadis itu lebih banyak diam Angkasa sudah klepek-klepek bagaimana jika Feli banyak bertingkah mungkin Angkasa benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya.


"Apakah benar Feli pernah menyukai ku? " Angkasa tersenyum karena membayangkan betapa Feli pernah menyukai nya.


"Maaf mas aku tidak ingat nomor ponsel ku, " Ucap Feli merasa tidak nyaman karena disamperin oleh dua orang laki-laki yang berumuran lebih tua dari Feli.


Mereka tertawa karena jawaban Feli sungguh sangat klasik sekali, karena biasanya gadis yang tidak ingin menberikan nomornya akan berkata tidak punya nomor atau tidak mengingat nya.


"Hahah kalau tidak ingat kan bisa dilihat langsung dari ponsel mu. "


"Ponsel ku ketinggalan mas, "


"Banyak sekali alasanmu, apa karena wajah cantik mu kamu jadi bersikap sombong seperti itu? " Mereka terlihat kesal karena Feli yang tidak ingin memberikan nomor HPnya.


"Maaf mas aku benar-benar tidak ingat dan tidak membawa ponsel saat ini. "


"Bagaimana kalau kamu ikut kami bermain sebentar? "


"Duhh kenapa mas Angkasa lama sekali sih? " Feli sudah merasa tidak nyaman saat ini. Ia takut kejadian semalam akan terulang lagi dan ia akan menyusahkan Angkasa lagi.


"Kenapa hanya diam? Kamu tidak mau? "


"Maaf mas ada seseorang yang sedang aku tunggu, jadi aku tidak bisa ikut. "


"Lihatlah dia bertingkah sombong lagi, kamu pikir kamu siapa menolak kami? " Kesal mereka hendak mendekat kearah Feli.


"Tentu dia bukan siapa-siapa untuk kalian, karena dia adalah istri untuk laki-laki hebat seperti ku. " Angkasa datang dengan bersedekap dada tidak lupa dengan wajah songong nya.


Mereka tertawa karena jawaban Angkasa itu "Hahaha orang gila dari mana sih datang ngaku-ngaku. " Mereka tertawa.


"Mas,, " Feli melihat kearah Angkasa dengan wajah khawatir.


Angkasa langsung menarik Feli dalam dekapan nya, ia tahu gadis itu sangat khawatir dan mulai takut saat ini.


"Maaf yah sayang aku terlalu lama di dalam kamar mandi, " Ucap Angkasa lembut dan memegang tangan Feli.


Feli hanya diam saja meskipun ia sangat tidak nyaman dengan sandiwara Angkasa itu. Karena terlihat sangat tulus.


"Ada urusan apa dengan istri saya? " Tanya Angkasa seperti saat ia menanyakan hal itu pada laki-laki di dalam super market itu.


Mereka terlihat sangat kesal "Sial, sudah bersuami rupanya. " Mereka berlalu dengan kesal.


"Apa kamu baik-baik saja? " Tanya Angkasa pelan dan dibalas anggukan oleh Feli.


"Ternyata istri ku ini sangat populer yah diantara laki-laki, " Goda Angkasa membuat Feli bingung.


"Mas kenapa sih? Mereka sudah pergi kenapa masih ber-akting begitu? " Tanya Feli tertawa pelan.


"Padahal aku sedang tidak ber-akting saat ini, " Gumam Angkasa sedikit cemberut.


Ia sangat bingung sampai kapan ia akan menyembunyikan identitas nya ini dan menyatakan cintanya kepada Feli. Gadis itu juga mulai terlihat nyaman dengan nya.


"Apa kamu sudah kenyang? " Tanya Angkasa pelan dan berdiri didepan Feli yang membereskan meja itu.

__ADS_1


"Sudah mas, apa mas masih ingin makan? " Tanya Feli.


Angkasa menggeleng dan menarik tangan Feli buru-buru "kalau sudah kenyang kita pulang saja, disini tidak aman untuk mu. " Angkasa benar-benar kesal karena beberapa laki-laki hidung belang yang berani mendekati Feli bahkan meminta nomor Feli.


"Tidak aman kenapa mas? Apa ada yang ngejar kita kayak di film film itu mas? Kenapa? " Panik Feli meraih helm itu dari Angkasa.


Angkasa tertawa hampir saja terbahak karena pertanyaan Feli sungguh diluar dugaan nya, padahal maksud Angkasa tidak aman karena terlalu banyak laki-laki yang mengejar Feli.


"Ada-ada saja kamu ini hahah, " Ucap Angkasa tertawa sambil memakaikan helm dikepala Feli.


"Loh kenapa mas malah tertawa? " Tanya Feli heran.


"Sudahlah kamu naik saja, ada-ada saja kamu ini. "


Feli naik keatas motor itu dan kembali lagi ia memegang jok belakang hingga Angkasa menghela nafas.


"Sini kedua tangan mu! "


"Kenapa mas? " Bingung Feli.


"Sini, jangan banyak tanya! " Angkasa dengan suara lembut nya.


Feli dengan ragu mendekatkan tangannya kearah Angkasa dan dengan satu tarikan tangan Feli sudah melingkar Indah diperut Angkasa.


"Ma,, mas? "


"Diamlah kamu tidak mau kan hampir terbang seperti tadi?"


"Enggak mas. "


"Yasudah kita berangkat sekarang kamu pegangan yang erat, " Ucap Angkasa dan Feli menurut mengeratkan pelukannya itu.


"Ini yang aku mau heheh, " Ucap Angkasa menjalankan motor meninggalkan tempat itu.


"Mas bisa dipelankan motornya? " Tanya Feli merasa kagum saat melihat kembang api dilangit dekat jembatan.


Angkasa menghentikan motornya kemudian melihat apa yang dilihat oleh Feli itu.


"Kenapa? Kamu menyukainya? " Tanya Angkasa dan Feli mengangguk senang.


"Baiklah pegangan yang erat! " Angkasa dan dituruti oleh Feli.


Angkasa mengendarai motor itu menuju jembatan dimana disana banyak sekali muda-mudi yang sedang berjalan-jalan, berduaan dan memasang kembang api dengan orang-orang terkasih.


"Kenapa kita kesini mas? " Tanya Feli bingung.


"Karena kamu menyukai nya. "


"Hah? "


"Karena aku menyukai nya, memang nya kamu tidak suka kesini? " Tanya Balik Angkasa.


"Suka banget malah mas, Terima kasih banyak mas. " Feli tersenyum.


Angkasa juga tersenyum melihat Feli yang merasa sangat senang itu. Ia merasa sangat bahagia dan tidak menyesal sama sekali karena tidak jadi pulang hari ini. Kalau saja ia dan Feli pulang maka ini tidak akan pernah terjadi.


"Ayo ikut aku, " Titah Angkasa dan diikuti oleh Feli yang tersenyum melihat-lihat kearah muda-mudi yang disana.


"Mereka terlihat sangat bahagia, " Ucap Feli sembari tersenyum.


"Ayo pilih kamu mau yang mana? " Angkasa memperlihatkan beberapa jenis kembang api dengan berbagai motif.


"Kita mau masang kembang api mas? "


"Iya, kenapa tidak sekalian saja karena kita sudah sampai disini. "

__ADS_1


"Yang ini saja mas lebih cantik, cantik kan mas? " Tanya Feli.


"Iya cantik, " Ucap Angkasa melihat kearah wajah gadis yang tersenyum sangat lebar itu.


"Sangat mudah membuat gadis ini tersenyum, kenapa aku baru menyadari itu? " Batin Angkasa.


"Peganglah,, kulihat kamu sangat ingin meledakkan kembang api ini dari tadi. "


"Aa,, aku tidak berani mas, ukurannya sangat besar dan kulihat dari tadi tidak ada satupun gadis yang meledakkan nya. "


"Baiklah,, " Angkasa memegang tangan Feli dan mulai menghidupkan kembang api berukuran besar itu kearah langit.


Feli awalnya kaget dan ingin melepaskan nya namun saat melihat kembang api yang mereka pasang sudah meledak diatas ia jadi dialihkan.


"Wahhh,,, cantik sekali, " Mulut Feli tidak ada hentinya menganga karena kagum.


"Iya sangat cantik. " Angkasa tak hentinya memandang wajah Feli yang terus saja tersenyum sepanjang kembang api itu meledak.


Karena sudah lelah berkeliling jembatan juga meledakkan beberapa kembang api akhirnya mereka memilih untuk beristirahat di rerumputan seperti muda mudi yang lain.


Angkasa tak hentinya tersenyum dengan jantung yang berdetak sangat kencang, baginya ini sudah seperti kencan pertama mereka sejak menikah ah tepatnya sejak mereka saling mengenal.


Feli tersenyum kearah muda mudi yang bersenda gurau itu, mereka terlihat sangat serasi dan juga saling menyayangi.


"Kalau boleh tau mas sudah pernah pacaran sebelum nya? "


"Uhuk,, uhuk,, " Angkasa langsung tersedak saat meminum minuman nya karena pertanyaan Feli.


Angkasa melihat kearah Feli yang juga melihat penasaran kearah nya. Kenapa tiba-tiba gadis itu bertanya hal seperti itu?.


"Te,, tentu saja pernah, kamu pikir aku ini apa kalau sampai tidak pernah pacaran. " Angkasa langsung merasa gugup karena pertanyaan itu.


"Wahh benarkah mas? Kalau boleh tahu mantan mas sudah ada berapa? " Tanya Feli dengan wajah semakin penasaran.


"Kenapa dia bertanya hal seperti itu? " Batin Angkasa.


"Hmm banyak aku sampai lupa, tapi yang paling berkesan sih kurang lebih 25 an lah. " Angkasa dengan wajah bangga yang dibuat-buat.


Feli bertepuk tangan excited karena tak menyangka Angkasa adalah seorang laki-laki yang berpengalaman dalam hal pacaran.


"Wahh banyak sekali mas, aku sangat iri dengan orang orang yang pernah berpacaran. "


Angkasa merutuki kebodohan nya karena sudah berbohong dengan mengatakan memiliki banyak mantan, jelas ia sedang berbohong karena ia juga tidak pernah berpacaran karena sibuk memikirkan Feli dan Feli.


"Kenapa iri? Apa hebatnya berpacaran? "


"Hmm mas mengatakan itu karena mas sudah bosan saja, aku sangat ingin walaupun hanya sekali. " Feli tersenyum.


"Kenapa kamu tidak berpacaran? " Tanya Angkasa ingin memastikan jawaban Feli.


Feli terdiam dan merenung, ia juga bingung dengan dirinya kenapa dia tidak mencoba untuk memulai suatu hubungan sebelum mengenal Angkasa dulu, apakah karena masa lalunya atau karena masih mengingat langit teman SMA nya yang sampai kini ia harapkan untuk bertemu dengan nya.


"Hmm apakah pantas orang seperti ku ini dicintai? " Feli tersenyum kearah Angkasa dan melihat kearah jembatan.


Angkasa terdiam mendengar jawaban Feli, terdengar ia memang seolah sedang bercanda saat mengatakan itu tapi Angkasa dapat merasakan kesedihan dikalimat dan juga mata berkaca itu.


"Sangat pantas, karena orang seperti mu adalah orang yang sangat butuh cinta. " Angkasa membatin sembari mengikuti arah pandang Feli.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Udah lah mas langit yang terhormat, kenapa gak langsung nyatain aja perasaan mas langit?.


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.


See you guys🌺

__ADS_1


__ADS_2