
...🍃Soundtrack #true song-kassy🍃...
...🌾🌾Jika saja bisa kuulang waktu, maka aku akan memilih untuk kembali ke saat dimana aku tak mengenal apa itu masalah, karena kini aku sudah terlalu mengenalnya sebab ia selalu mengisi hari-hariku 🌾🌾...
Angkasa membuka mata perlahan saat mendengar gemercik ari dari dalam kamar mandi yang saat ini tertutup rapat itu. Ia merasa sedikit pusing di kepalanya. Mungkin karena terlalu banyak minum semalam.
Angkasa tidak mengingat semua yang terjadi semalam tapi hal yang paling ia ingat adalah Feli yang berbohong padanya saat menjawab pertanyaan random yang Angkasa berikan.
"Cih, tidak perduli fisik yah? Dasar pembohong besar. " Kesal Angkasa yang kini sudah duduk diatas tempat tidur.
"Kalau dia tidak perduli dengan fisik kenapa dia memperlakukan ku sangat kejam saat itu? Hanya karena aku menuliskan surat untuk nya ia malah mempermalukan ku didepan banyak orang. Siapa yang ia coba bohongi? " Bibir Angkasa terangkat kesal karena mengingat pembicaraan mereka tadi malam.
"Aduhh Kepala ku sangat pusing, aku butuh sup untuk menghilangkan pengar ku ini. " Angkasa mencoba untuk mengurut kepalanya karena sakit.
Feli baru saja keluar dari kamar mandi lengkap dengan pakaian nya, gadis itu terlihat baru saja selesai mandi dilihat dari rambutnya yang sedang basah itu.
"Loh, mas sudah bangun? " Tanya Feli. Sebenarnya ia masih sangat kaget dan canggung dengan kejadian semalam. Tapi ia tak ingin memperpanjang masalah hanya karena kesalahan itu walaupun angkasa sempat berlaku kurangajar padanya.
"Punya mata kan? Kalau udah lihat mataku melek begini berarti sudah bangun! Kenapa malah bertanya? " Angkasa dengan ketus menjawab pertanyaan Feli lalu memasuki kamar mandi dengan gontai.
Feli memicimg bingung dengan sikap Angkasa seolah ia melakukan kesalahan besar saja. Harusnya yang kesal saat ini adalah Feli karena Angkasa sudah sangat kelewatan semalam.
"Kenapa dengan nya? Apa karena bahunya yang kugigit itu yah? " Bingung Feli.
"Harusnya aku yang kesal karena ia sudah berlaku kurangajar padaku dengan mencium ku. Ahh sudahlah aku sangat tidak ingin mengingat kejadian itu. " Feli menggeleng mencoba untuk tidak memikirkan nya.
Setelah menyiapkan setelan untuk Angkasa ia berjalan pelan menuruni anak tangga dan memulai memasak untuk Angkasa karena hari ini rumah sangat sepi tak ada siapapun disana kecuali mereka berdua.
"Ah aku masak sup saja untuk menghilangkan pengar mas Angkasa karena ia sangat minum banyak sekali tadi malam. " Feli mengeluarkan beberapa bahan dari kulkas.
Dengan perlahan Feli mulai menyiapkan bahan sup itu, memang Feli bukanlah seorang ahli masak yang handal tapi terasa dari masakannya masih bisa dimaafkan.
Angkasa sendiri turun dari atas menuju dapur dan melihat Feli sedang sibuk menyiapkan masakan untuk nya.
"Loh, kenapa mas tidak memakai setelan yang kusiapkan tadi? " Bingung Feli melihat Angkasa memakai baju santai.
"Memangnya kenapa? " Ketus Angkasa karena ia masih saja mengingat Feli sebagai seorang pembohong besar.
"Bukannya mas harus ke kantor yah hari ini? Aku sudah siapkan setelan untuk mas kenakan. "
"Kamu pikir aku buta, aku lihat dan aku tidak masuk kantor hari ini. Tidak ada yang mau diurus disana. " Angkasa duduk diatas kursi.
__ADS_1
Feli hanya mengangguk saja karena ia faham dengan posisi Angkasa yang seorang CEO disana, laki-laki itu berhak ingin melakukan apa saja dengan kantor itu.
"Baiklah mas, ini sup untuk menghilangkan pengar mas karena mas minum banyak sekali tadi malam. "
Mendengar kata-kata tadi malam Angkasa melihat kesal kearah Feli, gadis itu sangat suka berbohong. Sedangkan Feli ia sedikit canggung mengatakan kata tadi malam karena mengingat perlakuan Angkasa padanya.
"Letakkan saja disana, " Angkasa dengan ketus.
"Baiklah mas, aku permisi karena aku masih harus ke kantor hari ini. Aku sudah hampir terlambat. " Feli berjalan pelan namun ditahan oleh Angkasa hingga ia sedikit terlonjak kaget saat ia dan Angkasa melakukan skinship walaupun itu hanya pegangan tangan saja.
"Ada apa mas? " Tanya Feli bingung.
"Kalau kamu pergi siapa yang akan mencuci mangkuk sup ini? Tidak mungkin saya kan? " Angkasa berbicara hal yang membuat Feli bingung.
"Mas letakkan saja di pantry setelah pulang kerja akan aku cucikan mas. " Feli hendak berlalu namun Angkasa lagi-lagi menahan langkahnya.
"Aku merasa tidak enak badan saat ini, dan tidak ada seorang pun dirumah saat ini. " Angkasa.
Feli sedikit bingung kemana arah bicara Angkasa itu, kenapa kalau tidak ada orang dirumah? Dia kan sudah besar harusnya mandiri dong. Feli sering kok sakit tapi tidak pernah ada orang disisinya.
"Tapi mas aku sudah sangat terlambat sekarang, " Ucap Feli sedikit panik saat melihat waktu terus saja berjalan.
"Lo,, loh kenapa mas? "
"Sudahlah tidak usah banyak tanya kamu. Aku sudah kenyang, segera bersihkan meja dan juga perlatan ini. Kemudian datanglah ke kamar. " Angkasa berjalan lebih dulu meninggalkan Feli yang masih saja kebingungan itu.
"Kenapa dia seenaknya sih? Penyalahgunaan jabatan itu namanya. "
Feli membersihkan meja dan mencuci piring juga perlatan yang ia kenakan tadi. Masih tidak habis pikir dengan kelakuan Angkasa yang kian hari kian membingungkan.
"Ada yang perlu aku bantu mas? " Tanya Feli saat ia memasuki kamar dan disana sudah ada Angkasa yang duduk ditepi ranjang sembari memainkan ponsel nya.
"Ahh tidak ada kok cuma aku sangat terganggu dengan taman kita yang sekarang ini sudah mulai ditumbuhi oleh rumput rumput liar, mang kebun juga pulang kampung karena istrinya sakit jadi tidak tahu kapan akan datang. " Sebut Angkasa sedikit pelan namun seolah sedang memerintah.
Feli mengeryit bingung "Jadi... Ada apa mas? "
"Ada apa? Yah kamu harus bersihkan dong! Karena kamu sudah bolos ke kantor hari ini maka bergunalah selama disini, " Ucap Angkasa sembari mengeluarkan senyum andalan nya itu.
Feli bingung dengan Angkasa yang berbicara seolah Feli sengaja membolos kerja hari ini. Padahal Angkasa yang memerintahkan nya untuk tidak usah ke kantor hari ini.
"Ta,,, tapi mas ak... "
__ADS_1
"Hmmm kalau kamu terlalu banyak bicara mungkin aku akan tidak nyaman juga dengan kebun dibelakang, apakah rumput liar disana juga sudah mulai banyak yah? "
"Aku akan ketaman sekarang mas. Permisi! " Feli berjalan menuruni anak tangga dengan wajah manyun karena tak suka dengan kelakuan Angkasa itu.
"Ada masalah apa sih dengan nya? " Bingung Feli mengambil peralatan bersih-bersih dari gudang.
Angkasa sendiri tertawa ringan menuruni anak tangga, ia merasa sedikit senang menempatkan Feli dalam kesusahan. Mengingat kebohongan Feli semalam ia merasa sangat pantas menghukum gadis itu.
Dengan langkah yang sombong dan tangan yang ia Sedekapkan didada ia melihat Feli yang berusaha membersihkan taman itu. Gadis itu hanya diam saja dan tekun dengan pekerjaan nya walaupun sesekali ia sangat kesal melihat Angkasa hanya berdiri disana.
"Bukannya mas sedang tidak enak badan yah? Kenapa mas tidak istirahat saja? " Feli merasa kesal melihat Angkasa hanya berdiri disana. Setidaknya kalau tidak ingin membantu jangan hanya berdiri disana membuat orang merasa terganggu saja.
"Ah tiba-tiba saja aku merasa baikan setelah memakan sup buatan mu tadi, kenapa? Kamu tidak suka melihat saya merasa sehat? " Sindir Angkasa dengan senyuman dibibirnya.
"Aku jadi benci melihat orang tersenyum. " Kesal Feli bergumam pelan.
"Apa yang baru saja kamu katakan? Kamu menyumpahi ku kan? "
"Aah tidak mas, aku sangat senang mas merasa baikan sangat cepat. Seharusnya mas baikan saat tadi mas, agar aku bisa berangkat ke kantor tadi. " Sindir balik Feli dengan bibir tertahan.
Angkasa faham Feli sedang kesal kepadanya, gadis itu terlihat merengut dan wajahnya ditekuk kesal.
"Aku bahkan lebih kesal dengan kebohongan mu gadis jahat. " Batin Angkasa.
"Karena mas sudah merasa baikan bagaimana kalau mas ikut membantu ku menyelesaikan taman ini hehehe. Yang merasa tidak nyaman kan mas bukan aku hahaha. " Feli menyindir namun ia buat seolah sedang bergurau saja.
Angkasa tersenyum merasa lucu dengan tingkah Feli itu, terlihat sekali ia sedang menahan diri untuk tidak marah.
"Bagaimana yah? Kan kamu sudah bolos kerja hari ini bagaimana kalau kamu kerjakan sendiri saja maka akan aku maafkan saja sekali ini sikap tidak terpuji mu itu sebagai seorang office girl di kantor ku. "
Feli benar-benar geram dengan kelakuan laki-laki dihadapan nya itu, bisa-bisanya dia berkata seolah Feli benar-benar merencanakan untuk tidak masuk kerja.
Angkasa sendiri tersenyum puas melihat Feli hanya bisa diam dan berdumal sendiri sembari tangannya terus bekerja membersihkan taman itu.
...🎋Bersambung🎋🎋...
Nih dua orang kapan akurnya sih? Selalu aja ada perselisihan.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys🌺
__ADS_1