Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
73. Hadiah?


__ADS_3

...๐ŸƒSoundtrack #Skyline-saejong๐Ÿƒ...


...๐ŸŒพ๐ŸŒพAku tidak pernah mengira bahwa hidupku akan sebahagia ini, untuk tersenyum saja aku tak pernah berharap lebih๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


ย  ย ย 


ย  ย  ย  ย  Feli meletakkan barang-barang serta beberapa kado yang diberikan oleh mamah, papah, juga Vania dengan hati-hati. Ia kemudian duduk dilantai sembari melihat satu persatu bingkisan itu dengan senyuman di bibirnya.


Angkasa ikut tersenyum dan duduk disamping Feli yang masih saja melihat-lihat itu.


"Kamu tersenyum terlalu lebar sayang, jantung mas tidak nyaman. " Angkasa dengan mata melayangkan wink kepada Feli yang tertawa pelan karena melihat itu.


"Apakah kamu sesenang itu hingga tersenyum begitu lebar sayang? Mas khawatir jantung mas akan segera didiagnosis memiliki penyakit karena tak tahan melihat betapa manisnya senyumanmu. "


"Apaan sih mas? Dasar kang gombal, " Ucap Feli memukul pelan bahu Angkasa yang tertawa karena Ucapan Feli.


"Gombalin istri sendiri gakpapa tuh, " Ucap Angkasa lalu tersenyum melihat Feli yang melihat satu persatu isi kado itu.


"Mas, apa mas yang mengirim kado ini untuk ku? " Feli melihat kearah Angkasa yang kebingungan itu.


Angkasa dengan cepat menggeleng karena ia benar-benar tidak mengirimkan kado itu untuk Feli.


"Mas tidak pernah mengirimkan bingkisan ini untuk mu, " Bingung Angkasa.


"Loh, tadi aku kira ini kado dari mas. Tertulis nama aku disini mas, " Ucap Feli bingung begitu juga dengan Angkasa.


"Kamu buka saja dulu sayang, " Perintah Angkasa dan Feli mengangguk.


Perlahan Feli membuka bingkisan itu sedangkan Angkasa ikut memerhatikan apa gerangan di dalam kotak itu.


"Sepatu? " Bingung Feli karena di dalam kardus itu ada sebuah sepatu berwarna putih dengan motif bunga kecil dibagian sisinya.


Feli mengangkat sepatu itu pelan lalu mencobanya dan siapa sangka sepatu itu sangat pas di ukuran kaki Feli tidak sempit dan tidak juga longgar.


"Mas? Sepatu nya pas banget di kakiku. "


Angkasa masih heran kenapa ada yang mengirim kado berisi sepatu kepada istrinya dan ukuran itu sangat pas di kaki Feli.


"Siapa yah yang mengirim ini untuk mu? "


Feli melihat sebuah kertas dikotak itu yang dilipat begitu kecil hingga Feli hampir saja melewatkan itu.


"Ini ada kertas mas, siapa tahu ada nama pengirimannya disana. "


Angkasa mendekat kearah Feli dan perlahan Feli membuka kertas itu dan menemukan sebuah surat tertulis didalamnya.

__ADS_1


Angkasa dan Feli perlahan membaca isi dari surat itu dengan seksama.


...๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ...


...Untuk feli adikku tersayang. ...


...Maaf karena membiarkan mu menunggu kakak terlalu lama, maaf karena membiarkan mu menderita sendirian dalam waktu yang sangat lama sekali. Dan maaf karena telah membiarkan mu merayakan ulang tahunmu sendirian. ...


...Kakak punya alasan untuk menghilang dan baru muncul saat ini, setelah urusan kakak selesai kakak akan datang untuk menemui mu. ...


...Kakak harap kamu tidak membenci kakak karena menghilang sangat lama, maafkan kakak yang sudah gagal menjadi kakak yang baik untuk mu. ...


...Bersabarlah! Segalanya akan terungkap sebentar lagi, doakan saja usaha kakak tidak sia-sia selama ini. ...


...Selamat ulang tahun adikku yang sangat manis, adikku yang selalu saja membuat ku semangat untuk terus berjuang dan adikku yang banyak menderita selama ini. ...


...Tertulis: ...


...Jody Wardana. ...


...๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ๐Ÿ“œ...


Air mata Feli sudah mengalir sangat deras karena tidak menyangka surat serta kado itu adalah dari kakaknya yang sudah sangat lama ia tunggu kedatangannya.


Angkasa memegang bahu Feli dengan lembut, ia juga sangat kaget membaca surat itu. Ia tahu Feli sudah sangat lama menunggu kakaknya untuk pulang.


Ia peluk sepatu itu dengan erat seolah saat ini kakaknya lah yang berada dalam dekapan nya itu, perasaan menunggu juga kesedihan saat memikirkan bagaimana dan dimana kakaknya kini mulai perlahan terobati. Mengetahui kakaknya masih hidup saja sudah membuat Feli bahagia.


Angkasa menganggukkan Kepala dan memeluk Feli yang semakin menangis itu, air matanya tak hentinya keluar karena rasa harus, sedih, serta lega yang datang secara bersamaan.


"Hiks,, kakak ku masih hidup mas, hiks,, ku kira ia sudah pergi. " Feli semakin menangisย  dalam pelukan Angkasa yang mengelus pelan punggung Feli.


"Syukur lah sayang, aku turut bahagia dengan berita ini. "


"Hiks,, aku tidak sendirian lagias hiks,, aku punya keluarga dan punya kakak hiks,, " Feli masih saja menangis karena rasa haru.


Angkasa melepaskan pelukan nya dan menatap Feli dengan seksama "Kamu memang punya keluarga sayang, kamu punya mamah, papah, adik, bahkan suami saat ini. Dan sekarang kebahagiaan mu akan bertambah lagi karena kehadiran kakakmu. " Angkasa ikut tersentuh dengan air mata yang mengalir juga.


Feli mengangguk dengan senyuman dan air mata yang hadir secara bersamaan. Meskipun saat ini ia belum bisa melihat, mendengar dan memeluk sosok kakaknya. Mengetahui kabar kakaknya masih hidup saja sudah membuat Feli begitu bahagia.


Feli melihat keatas memandangi asbes dengan mata yang tak berkedip sedikit pun.


"Aku sangat penasaran mas bagaimana keadaan kakak sekarang, pasti dia sangat tampan. "


Angkasa tersenyum karena mendengar itu "Tentu saja sayang, tapi tetap saja harus aku yang paling tampan hehehe, "ucap Angkasa mencoba menghibur Feli.

__ADS_1


Feli tertawa pelan lalu membenarkan posisinya yang tidur dilengan Angkasa " Mas bisa aja hehehe. "


"Bagaimana kalau kita cari saja dimana posisi kakakmu sayang? " Angkasa mendekap Feli dengan lembut.


Feli tersenyum kearah Angkasa sembari menggeleng "Enggak mas, aku harus mengerti dengan situasi kak Jodi, mungkin dia punya alasan hingga kini belum juga muncul. Aku akan menunggu sampai kak Jodi datang untuk menemui ku, " Ucap Feli dan Angkasa mengerti.


"Awalnya aku sudah sangat pesimis dengan kak Jodi mas, sejak kejadian dahulu saat dimana ia berjanji akan datang menjemput ku aku selalu saja berharap akan kedatangan nya meskipun sudah sangat lama sekali ia tak kunjung berkabar hingga sesekali aku berpikir kalau kak Jodi sudah menyusul mamah juga papah, tapi aku sangat bersyukur dengan kabar hari ini. Aku senang karena kak Jodi sebenarnya masih hidup dan aku akan menunggu kedatangan kak Jodi, " Gumam Feli sembari tersenyum walaupun sebenarnya ia sangat tidak sabar ingin bertemu dengan kakaknya.


Ia mendekap erat Feli dengan senyuman getirย  mencoba memberikan kekuatan dengan hangatnya pelukan nya. Ia tahu dan sangat tahu perasaan Feli saat ini.


"Aku bangga memilikimu sayang, gadis kuat dan hebat. "


Feli tersenyum lalu membalas pelukan Angkasa dengan mengeratkan tangannya dipinggang laki-laki itu.


"Oh iya, bagaimana dengan kado ulang tahun yang mas katakan tadi? " Tiba-tiba Feli bertanya dengan pelan.


Angkasa mengerut, baginya ini bukanlah suasana yang tepat untuk itu"Kado yang mana sayang? "


"Ihh pura-pura lupa nih mas, katanya mau ngasih kado dikamar tadi, " Ucap Feli dengan bibir mengerucut karena kesal Angkasa berpura-pura lupa.


"Ooh itu, emang kamu mau mas kasih sekarang? " Tanya Angkasa dengan pelan sembari tersenyum smirk.


Feli dengan semangat menganggukkan kepalanya karena tidak sabar ingin mendapatkan kado ulang tahun dari Angkasa suaminya.


Angkasa tersenyum kearah Feli dan menindih gadis itu hingga Feli kaget " Loh, bukannya mas mau ngasih kado? Kok malah naik diatas aku mas? "


Angkasa tersenyum smirk lalu mendekat kearah Feli dan mengecup pelan bibir Feli hingga Feli membelalakkan matanya kaget.


"Hah? Masmph,, "


Kini Angkasa sudah mencium Feli dengan buas tidak lupa dengan tangan yang menarik tengkuk gadis itu untuk memperdalam ciumannya.


"Mashh,, " Feli mendorong dada Angkasa hingga Angkasa menyudahi ciuman itu.


"Kado yang mas maksud adalah ini sayang, " Ucap Angkasa tersenyum smirk.


Dengan pelan dan pasti Angkasa menarik Feli masuk kedalam selimut dan melanjutkan aktivitas nya disana.


Percayalah semalaman Feli mendesah panjang karena perbuatan Angkasa yang tidak tanggung-tanggung memintanya berkali-kali hingga Feli terkulai lemas dalam dekapan Angkasa.


"Terima kasih sayang, " Ucap Angkasa mencium kening Feli yang mulai terlelap itu.


...๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹Bersambung๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹...


Kado apa kado mas? Modus banget sih beralasan kado untuk *** *** dengan Feli. Mesum sangat kamu mas langit.

__ADS_1


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.


See you guys๐ŸŒบ.


__ADS_2