
...🍃Soundtrack #dream-kim min jae feat younha 🍃...
...🌾🌾Perlahan... Rasa sakitmu akan menghilang sedikit demi sedikit 🌾🌾...
Pagi-pagi sekali Angkasa sudah bangun dan mandi kemudian memakai baju santai, hari ini ia memang sengaja tidak masuk kantor karena harus menjenguk Feli dirumah sakit. Radon juga sudah menggantikan nya untuk mengurus kantor.
"Mah, hari ini biar aku aja yang jagain Feli. Mamah istirahat aja dirumah, " Ucap Angkasa turun dari kamar nya.
Mamah kaget saat melihat penampilan putranya yang terlihat sangat santai itu.
"Loh, bagaimana dengan kantor? "
"Ada Radon disana mah. "
Mamah memggeleng pelan karena melihat Putra nya yang selalu mengandalkan asisten nya itu.
"Kamu cobalah untuk sedikit lebih berperasaan kepada Radon, bagaimana pun dia juga butuh istirahat nak. Kenapa apa-apa harus dia yang handle? Kasian tau. "
Angkasa tersenyum lalu mencium pipi mamahnya "kan langit mau jenguk istri aku mah. Kecuali langit pergi hanya untuk bermain-main saja. "
Mamah hanya mendengus saja mendengar itu"Baiklah mamah hanya ingin menasehati saja, kalau begitu jangan lupa bawa makanan yang udah mamah sediain tuh. Feli butuh banyak makan agar ia lebih bertenaga. "
"Makasih yah mamah cantik ku, makin sayang kan jadinya. " Angkasa tersenyum lalu menggoda mamahnya.
"Gombalnya jangan sama mamah, tuh sama Feli aja. Dia pasti udah nungguin kamu. "
Angkasa tersenyum karena mendengar itu, walaupun sebenarnya ia tak tahu apakah gadis itu benar-benar menunggu nya.
"Kalau begitu langit berangkat yah mah. Bye, " Ucap Angkasa melambaikan tangannya lalu berlalu pergi.
Sepanjang perjalanan ia tak hentinya tersenyum karena mengingat ucapan Feli tadi malam. Gadis itu berkata kalau ia masih menunggu seseorang yang ia cintai saat SMA dulu. Dan orang itu adalah Angkasa sendiri.
"Hahaha, dia menangis karena aku sudah berciuman dengan nya lebih dari tiga kali. Sedangkan ia belum pernah berciuman dengan seseorang yang ia tunggu itu. Padahal akulah orang nya, gadis itu kenapa semakin manis saja tingkahnya? " Senyum Angkasa karena tak kuasa mengingat tingkah Feli itu.
"Kapan yah aku bisa jujur padanya? Aku sudah tidak sanggup memendam ini sendiri, " Ucap Angkasa berpikir.
"Hmm apa sebaiknya setelah ia keluar dari rumah sakit saja? Ahh sepertinya itu lebih baik. Karena terlalu dibiarkan lama-lama ini terasa sangat menjengkelkan karena mencintai sepihak itu sangat tidak asyik. " Angkasa terus saja bergumam sembari menyetir menuju rumah sakit tempat Feli dirawat.
"Sedang apa yah dia disana? " Angkasa sudah tak sabar untuk bertemu dengan gadis itu.
"Loh, dimana dia? " Angkasa bingung saat memasuki ruang Feli dirawat dia tidak ada disana.
Namum, saat mendengar suara air di dalam kamar mandi Angkasa bernafas lega ternyata Feli sedang mandi disana.
"Aah sedang mandi rupanya? Membuat khwatir saja. " Angkasa duduk dikursi sembari menunggu Feli keluar.
Ia melihat jepit rambut itu diatas buku yang sudah dilipat pada bagian halaman 35,gadis itu benar-benar membacanya kah?.
"Apa dia benar-benar membacanya? " Gumam Angkasa melihat lihat buku itu.
__ADS_1
Ia tersenyum saat melihat jepitan rambut yang sejak lama ia simpan itu, masih terlihat baru karena ia menyimpan nya dengan sangat baik.
"Loh, mas gak ngantor? " Tanya Feli saat ia keluar dari kamar mandi Angkasa sudah ada disana.
Angkasa tersenyum sembari menggeleng" Ada Radon disana, dan memang tidak ada hal mendesak disana. "
Feli mencoba menaiki ranjang dengan tenaga yang ia rasa sudah cukup pulih itu.
"Bagaimana keadaan mu? Apakah sudah lebih baik? " Tanya Angkasa membuka makanan yang disiapkan oleh mamahnya.
Feli menganggukkan kepala tersenyum "Sudah sangat baik mas, aku merasa sangat sehat sekarang ini. "
"Syukur lah kalau begitu, ini makanlah mamah membuatkan nya khusus untuk kamu. " Angkasa mencoba untuk menyuapi Feli namun gadis itu menolak.
"Biar aku saja mas, " Ucap Feli dan mau tak mau Angkasa menurut. Ia sadar karena saat ini Feli tidak tahu dia adalah langit yang ia tunggu.
Feli makan dengan baik karena sangat senang dimasakkan oleh mamah. Ia berharap hubungan nya dengan mamah akan lebih membaik setelah itu.
"Bagaimana? Apa enak? " Tanya Angkasa.
Feli tersenyum menganggukkan kepala "Sangat enak mas hehehe, " Ucap Feli terus saja makan hingga tersedak.
"Pelan-pelan saja, masih banyak kalau kamu masih kurang. " Angkasa senang melihat itu.
Setelah selesai menjalani pemeriksaan ulang dan makan juga mereka keluar dari ruangan dengan Feli di atas kursi roda. Dokter sudah memberitahu kalau Feli tidak apa-apa jika berjalan saja. Angkasa yang ngotot bawa Feli dengan kursi roda.
"Mas, aku jalan aja gimana? " Feli benar-benar tidak nyaman dengan duduk disana sedang Angkasa menyorong kursi itu.
"Aku gak maksa mas yah, kalau capek dorong ngaku aja gakpapa. " Feli akhirnya setuju saja. Karena memang didorong seperti itu menyenangkan baginya.
"Kamu tunggu disini sebentar yah, mas mau kesana dulu. " Angkasa mendudukkan Feli diatas kursi taman itu dan ia pun berjalan menuju sebuah penjual ditepi jalan. Ia melihat penjual itu menjual es krim dengan berbagai rasa.
"Dia sangat suka dengan es krim saat dulu, " Ucap Angkasa tersenyum mengingat Feli kala SMA dulu.
"Tolong rasa coklat satu dan pisang satu yah pak, " Ucap Angkasa sembari duduk menunggu pesanan nya.
Feli sendiri diam saja menunggu Angkasa yang pergi entah kemana.
"Ternyata kamu disini, " Ucap Fahdan saat melihat Feli yang duduk itu.
"Loh, mas Fahdan? Kenapa bisa dis,,,ma,, mas? " Feli kaget saat Fahdan tiba-tiba memeluknya dengan cepat.
Ia dengan cepat berontak karena ia sangat tidak suka dengan laki-laki yang tiba-tiba skinship dengan nya tanpa alasan.
"Syukur lah kamu baik-baik saja, aku sangat khawatir. " Dari nada suaranya saja kita bisa tahu kalau Fahdan benar-benar sangat khawatir.
"Aku baik-baik saja mas, jadi tolong lepaskan pelukan nya. " Feli mencoba untuk berbicara sesopan mungkin.
Angkasa sendiri yang baru datang dengan es krim ditangan nya kaget dan es krim itu langsung jatuh ketanah karena melihat Feli pelukan dengan laki-laki bernama fahdan itu.
__ADS_1
"Kenapa laki-laki sialan itu lancang sekali memeluk istri ku, " Gumam Angkasa kesal belum lagi ia sangat kesal karena Feli sudah mengatakan untuk dilepas tapi laki-laki itu masih saja memeluknya.
"Kenapa lancang sekali memeluk istri orang? " Angkasa menarik paksa tubuh fahdan hingga terlepas.
Bugh,
Fahdan melayangkan satu bogeman kearah wajah Angkasa yang kini sudah mengeluarkan darah dari sudut bibir nya. Angkasa tersenyum kaget karena perlakuan fahdan yang tiba-tiba itu. Bukankah seharusnya yang pantas meninju itu adalah Angkasa karena fahdan dengan lancang nya memeluk istri nya.
"Wah, setelah memeluk istri orang kamu bahkan memukuli suaminya? Mari kita bawa ke pengadilan apakah kamu akan dikenai sanksi dengan pasal apa? " Angkasa dengan senyuman nya.
Feli masih kaget dengan ulah fahdan yang tiba-tiba memukul Angkasa.
"Kalau lu gak bisa jagain dia, kenapa lu nikahin dia? " Kesal fahdan melihat kearah Angkasa.
"Apa urusannya sama lu? " Balas Angkasa karena kesal juga.
"Bagaimana bisa lu nikahin dia sedangkan ku sendiri gak bertanggungjawab dengan keselamatan dan juga keamanan nya? Dasar laki-laki gak becus. " Kesal fahdan lagi dan lagi membuat Feli dan Angkasa kebingungan.
"Saya bisa urus rumah tangga saya sendiri, jadi saya harap anda jangan ikut campur. " Angkasa dengan formal meminta itu. Ia sangat tidak ingin meladeni laki-laki tidak jelas itu.
"Jangan salahin gua misahin lu berdua kalau lu gagal jagain dia lagi. " Fahdan dengan kesal pergi berlalu meninggalkan Feli dan Angkasa ditaman itu.
Feli melihat bingung kearah fahdan yang semakin jauh dan mulai tidak terlihat lagi.
"Kenapa dengan laki-laki sialan itu? Apa masalah hidupnya hingga mengurusi hidup orang lain. " Kesal Angkasa lalu menghampiri Feli.
"Kamu baik-baik saja? " Tanya Angkasa kearah Feli.
"Mas yang baik-baik saja? Sudut bibir mas terluka. "
"Hanya luka ringan. "
"Meskipun ringan itu bisa fatal jika tidak diberikan. " Feli bangkit berdiri dan diikuti oleh Angkasa dari belakang.
"Kamu tidak selingkuh dengan laki-laki itu kan? " Tanya Angkasa menyelidiki saat Feli sedang berusaha mengobati sudut bibirnya.
"Akhh,, akhh,, " Teriak Angkasa saat Feli dengan keras mengoleskan alkohol itu.
"Apa mas melihat aku sedang dalam posisi bisa berselingkuh? " Kesal Feli karena tuduhan tanpa alasan itu.
Angkasa yakin 100% Feli dan laki-laki itu memang tidak memiliki hubungan, hanya saja laki-laki itu saja yang datang-datang seolah mereka dekat.
Angkasa jadi khawatir kalau sewaktu-waktu posisi nya bisa terancam.
...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...
Udahlah mas langit nyatain gih sebelum Feli direbut orang.
Jangan lupa like, komen dan votenya hah wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🌺