Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
71. Salon.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #Me Gustas tu-Gfriend 🍃...


...🌾🌾Bahkan ketika orang lain menganggap mimpi mu begitu tidak masuk akal kamu harus tetap percaya diri agar semua menjadi masuk akal🌾🌾...


     Feli memakai perlahan baju yang dipesan oleh Angkasa pagi ini, mereka memang tidak memiliki atau pun membawa perlengkapan seperti baju dan barang lainnya saat kemari. Karena yang Feli tahu mereka hanya akan berjalan-jalan saja tanpa menginap.


"Kalau begini terus akan buang-buang uang saat aku punya baju dirumah harus membeli baju lagi karena tidak membawa nya. Sadarlah Feli kamu itu pengangguran jadi jangan terlalu sering boros dengan uang mas langit, " Ucap Feli pelan seolah sedang menasehati dirinya sendiri.


"Sayang, masih lama yah? " Tanya Angkasa mengetuk pintu kamar mandi.


Feli melihat kearah kaca sembari tersenyum cerah, dress yang ia pakai sebenarnya sangat membingungkan untuk nya. Kenapa tiba-tiba laki-laki itu memesan dress untuk nya padahal mereka tidak memiliki janji.


"Kenapa memakai dress dihari ini? Aku sungguh tidak mengerti dengan mas langit. "


"Sayang, apa masih lama? Kamu baik-baik saja kan? " Tanya Angkasa pelan.


Pintu terbuka dan memperlihatkan Feli yang mengenakan dress coklat susu seukuran melewati sedikit lutut Feli.


"Kenapa mas memesan dress cantik ini? Bukankah ini terlalu berlebihan hanya untuk dipakai sehari-hari? " Feli bingung.


Angkasa tersenyum pelan lalu memegang tangan Feli dengan lembut hingga membuat Feli kebingungan.


"Loh, memang nya kenapa hmm? Apa kamu tidak nyaman sayang? "


"Bukan begitu mas aku hanya bingung saja, oh iya kita pulang hari ini kan? "


Angkasa menggeleng pelan lalu menarik Feli menuju pintu "kita akan ke suatu tempat setelah ini heheh, " Ucap Angkasa menuntun gadis itu menuju lift.


Feli lagi-lagi mengerutkan kening merasa bingung dengan situasi saat ini.


"Memangnya kita mau kemana mas? Apa ada urusan penting? " Feli terlihat sangat khawatir.


"Sangat penting sayang, " Ucap Angkasa hingga gadis itu jadi semakin khawatir saja.


"Urusan apa yah sampai mas Angkasa tidak bisa memberitahu ku? " Batin Feli hanya diam saja.


Mobil mereka berjalan meninggalkan pantai juga hotel tempat mereka menginap semalaman.


Angkasa mencoba memasang wajah datar walau sebenarnya ia sangat ingin tersenyum karena melihat Feli yang kebingungan itu.


Mobil berhenti tepat disebuah salon yang sangat mewah dan untuk ukuran siang menjelang sore hari itu terlalu ramai.


"Loh, apa urusan yang mas maksud ada disini? "


Angkasa hanya diam saja membiarkan Feli diliputi rasa penasaran.


"Dengan pak Angkasa? " Tanya seorang karyawan disalon itu.

__ADS_1


"Yap dengan saya! "


"Baiklah nyonya, kami akan segera membuat nyonya terlihat sangat luar biasa. " Mereka hendak membawa Feli namun gadis itu menolak.


"Saya tidak berniat kesalon mbak, mas kita ngapain kesini? " Bingung Feli.


"Kamu ikutlah dengan mereka sayang, mas tunggu disini yah. " Angkasa melambaikan tangan saat mereka membawa Feli yang kebingungan itu menuju sebuah ruangan khusus costumer.


Angkasa tersenyum karena Feli ternyata benar-benar lupa dengan hari ini.


Panggilan masuk di ponsel milik Angkasa dan segera ia angkat karena itu dari rumah.


"Halo mah, "


"Semua dekorasi sudah selesai, dan beberapa lampu juga sudah dipasang sepanjang jalan oleh beberapa orang yang papah suruh. "Mamah berbicara sembari menyelesaikan beberapa keperluan lainnya.


" Kenapa cepat sekali mah? "Bingung Angkasa karena saat ini masih menjelang sore.


Mamah tertawa pelan karena Angkasa yang kebingungan itu " Mamah sangat antusias karena ulang tahun Feli jadi buru-buru ngedekor rumah hahah, intinya bawa dulu istrimu jalan-jalan setelah mendapatkan pesan ibu barulah bawa istrimu kerumah. "


"Siap Nyonya heheh, sekarang Feli lagi disalon. "


"Baiklah mamah tutup yah masih ada beberapa hal yang harus mamah urus, " Ucap mamah mematikan sambungan setelah Angkasa setuju.


Feli sendiri masih saja kebingungan kenapa tiba-tiba Angkasa menyuruhnya ke salon hari ini? Bukankah seharusnya mereka pulang langsung kerumah? Untuk apa dia di dandani segala.


Gadis mana yang tidak tersipu juga senang saat dipuji seperti itu? Walaupun hanya sekedar basa-basi untuk membuat pelanggan senang tetap saja pujian adalah sebuah hal yang patut dibanggakan.


"Hahaha mbak bisa aja, kalau boleh tahu suami saya memesan tempat ini kapan? " Tanya Feli bingung.


"Pagi-pagi sekali kami sudah mendapatkan pesanan satu ruang dari pak Angkasa, suami mbak sangat tampan dan pastinya sangat menyayangi mbak,wahh beruntung sekali yah mbak. " Ucap karyawan itu senang.


Feli tersenyum saat mengingat Angkasa benar-benar menyayanginya dan ia bersyukur mendapatkan kesempatan untuk bersama laki-laki itu.


"Anda salah besar, yang lebih beruntung adalah saya karena memiliki istri cantik juga hebat seperti nya. " Ucap Angkasa tiba-tiba masuk dan duduk disamping Feli yang kebingungan itu.


Karyawan itu tersenyum karena Angkasa yang mengatakan itu sembari tersenyum lebar sekali.


"Wahh saya tidak bisa berkata lagi heheh. "


"Saya sudah lama mengincarnya sejak saat SMA dahulu hingga sekarang rasa cinta ku tidak kunjung reda dan semakin bertambah setiap harinya, " Ucap Angkasa memegang tangan Feli hingga Feli merona malu.


"Apaan sih mas, ngapain ngomong gitu ih? " Feli membuang muka dengan pipi yang kian merona hingga karyawan itu tersenyum sembari bekerja.


Saat karyawan itu sedang mengambil sesuatu dibelakang Angkasa langsung menyambar bibir Feli dengan sedikit lum*tan disana hingga Feli kaget.


Angkasa langsung melepaskan ciumannya saat mendengar suara langkah kaki dan ternyata itu adalah karyawan tersebut yang datang dengan barang yang ia butuhkan.

__ADS_1


"Ihh mas ngapain sih? " Feli malu sembari menutup wajahnya.


Angkasa tertawa pelan karena merasa lucu dengan istrinya itu, baginya bibir Feli sudah sangat menjadi candunya yang tidak bisa ia lupakan rasa sukanya.


"Khem, khem, apa bapak perlu tisu? " Tanya karyawan itu tersenyum hingga Angkasa kebingungan.


"Kenapa? " Bingung Angkasa.


"Ada bekas lipstik dibibir bapak, kalau tidak salah tadi bekas itu belum ada. " Karyawan itu menahan senyuman hingga kini Feli semakin dibuat malu karena sudah jelas karyawan itu tahu apa yang dilakukan Angkasa tadi.


"Khem,, sepertinya aku ada urusan, sayang mas tunggu di luar yah. " Angkasa pergi tanpa melihat karyawan itu.


Feli sangat malu karena ketahuan "Mbak salah faham heheh. " Feli menjelaskan dan karyawan itu hanya tersenyum menganggukkan kepalanya.


Setelah beberapa saat menunggu Feli keluar dari ruangan itu dengan pelan sembari tersenyum kearah Angkasa. Angkasa yang melihat wajah Feli begitu bersinar layaknya seluruh sorot cahaya mengitari gadis itu, sudah wajah Feli yang cantik alami ditambah polesan make up membuat gadis itu semakin bersinar saja.


"Mas? " Sentuh Feli dibahu Angkasa yang menatap kearah Feli dengan mulut menganga kagum.


"Mas? "


"E,, eh iya sayang? " Angkasa masih saja kagum bahkan saat ia disentuh oleh Feli berkali-kali untuk menyadarkan nya.


"Mas kenapa? "


"Apa ada laki-laki lain yang lebih beruntung dari ku? "


"Hah? Maksud mas? " Bingung Feli karena gumaman itu.


"Gak kok sayang, kamu terlalu cantik hari ini aku takut jantung ku akan segera didiagnosis memiliki penyakit, " Ucap Angkasa memegang tangan Feli yang sudah tersipu malu itu.


"Mas bisa aja ih. " Feli merasa sangat malu karena pujian Angkasa itu.


"Kenapa mas nyuruh aku dandan gini? Bukannya kita mau pulang yah? " Bingung Feli.


"Kita mau jalan-jalan lagi sayang, kamu mau kan? "


"Aku mau banget mas, tapi kan kita baru aja jalan-jalan kemarin. Belum lagi udah sore loh mas, " Bingung Feli karena Angkasa mengajaknya untuk jalan-jalan saat hari sudah mau sore.


"Tenang saja sayang kamu ikut saja kemana mas membawamu. " Angkasa menarik tangan Feli dengan lembut.


Feli sendiri hanya pasrah saja mengikuti Angkasa yang membawanya entah kemana itu.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Main nyosor aja kamu mas langit,,, inget itu bukan rumah loh!! 😬😁


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys🌺.


__ADS_2