Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
24. Siapa yang gantikan.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #cherry blossom- Chen(EXO) 🍃...


...🌾🌾Tidak perlu menangisi hal-hal yang tak perlu ditangisi, tapi menangislah untuk mengurangi sedikit beban mu🌾🌾...


         Feli yang sedang tertidur nyenyak itu perlahan menggeliat karena merasa terganggu dengan sinar matahari yang menyeruak memasuki sela tirai berwarna abu-abu itu.


"Eugh,,, " Feli dengan susah payah mencoba untuk bangkit meskipun ia masih merasakan sedikit pusing dikepalanya itu.


"Hah? " Ia terlihat sangat kaget karena saat ini ia sedang terbaring diatas tempat tidur milik Angkasa.


Dengan panik ia melihat sekeliling dan mendapati Angkasa ternyata sudah berdiri dengan kesal kearahnya sembari bersedekap dada.


Feli lagi-lagi dibuat panik saat ia ternyata sudah memakai baju milik Angkasa karena seingat dia hanya mengenakan kemejanya semalam.


"Ma,, mas? Ke,, kenapa aku bisa tidur disini dan kenapa baju aku diganti dengan baju milikmu mas? " Panik Feli masih saja duduk diatas kasur itu.


Angkasa memutar bola mata malas, ia tau apa yang sedang dipikirkan oleh gadis itu. Melihat ia begitu panik sudah pasti ia berpikir terlalu jauh.


"Kamu lupa kejadian semalam? " Tanya Angkasa lalu duduk disofa dengan santainya.


"Ma,, maksud mas apa? Kejadian apa? Aku gak ingat sama sekali. " Feli menunggu jawaban Angkasa dengan sedikit was-was.


"Menyebalkan, bagaimana ia bisa tidak ingat aku sudah melalui banyak hal karena dia semalaman. " Kesal Angkasa dalam hatinya.


"Siapa yang menggantikan baju ku mas? "


"Siapa lagi kalau bukan aku bodoh, tidak mungkin tukang kebun repot-repot menggantikan bajumu. " Kesal Angkasa karena masih pagi sekali ia harus mendengar banyak sekali pertanyaan dari Feli.


"Kenapa bajuku diganti mas? " Feli sangat bingung dengan situasi ini. Bagaimana ia tidak bingung? Saat terbangun ia sudah tidur diatas tempat tidur milik Angkasa dan dengan baju yang sudah tertukar.


"Kamu sakit, dan Vania memaksaku untuk menggantikan bajumu. Sudahlah jangan banyak tanya. Berhenti menatapku seolah seorang yang mesum saja! Sudah baik aku menggantikan bajumu hingga kamu merasa baikan sekarang. "


Feli akhirnya faham walaupun begitu ia sangat malu karena pria itu sudah pernah melihat tubuhnya walaupun hanya sebatas mengenakan tanktop saja itu sudah membuat ia sangat malu bukan main.


"Yatuhan!! Aku sangat malu saat ini, " Gumam Feli sedikit bersuara.


"Tunggu apa lagi? Kenapa masih duduk disana? Cepat laksanakan tugasmu kalau sampai terlambat lagi kamu benar-benar akan habis disini. " Suara Angkasa menggelegar karena kesal dengan pagi hari yang sangat menyebalkan ini.


Feli langsung bangkit dengan tergesa-gesa hingga terjatuh kelantai.


"Akhh,, " Ia meringis menahan sakit dibagian lututnya yang sempat terbentur kelantai itu.

__ADS_1


Angkasa yang sempat panik dan hampir saja menolongnya sesaat sadar lalu berlagak sedang berolahraga raga saja karena ia tak akan pernah membantu gadis itu lagi.


"Sedang apa kamu? Kenapa masih diam disana? Wahh kamu benar-benar tidak takut padaku yah? " Angkasa mendekat kearah Feli yang sedang meringis menahan sakit di lutut nya itu.


Feli sangat panik namun rasa sakit di lututnya sangat lah menjadi-jadi hingga ia sangat susah untuk sekedar bangkit.


"Ma,, maaf mas. A,, aku benar-benar sangat kesusahan untuk bangkit saat ini. Tolong berikan aku waktu sebentar saja. " Feli masih mencoba untuk bangkit.


"Akhh,, " Tiba-tiba saja Angkasa sudah menarik rambutnya dengan keras hingga Feli merasakan sangat sakit diarea lutut dan kini bahkan kepalanya ikut merasakan sakit.


"Kamu seperti benar-benar tidak takut padaku yah? Kamu merasa mudah saat melihat ku yah? Apa aku terlalu lembek padamu? " Angkasa memasang wajah kesal kearah Feli hingga gadis itu semakin takut.


Ia sama sekali tidak pernah menganggap Angkasa mudah untuk dilawan. Ia benar-benar segan dengan Angkasa hingga melawan pun ia tak berani. Tapi kakinya sungguh sangat sakit sekali.


"Tidak mas tidak sama sekali, aku sudah mencoba untuk bangkit berkali-kali namun sangat susah sekali. " Feli menahan rasa sakit dikepalanya karena Angkasa benar-benar menarik rambutnya keras.


"Banyak sekali alasanmu, kamu pikir kamu siapa sampai menganggap aku ini rendah? Apa hak mu hah? "


"Bu,, bukan mas, aku tidak pernah menganggap mas rendah. Sedikitpun tidak pernah mas akhh,,, sakit mas aku mohon lepaskan rambut ku. "


"Tidak pernah yah? Bagaimana bisa kamu lupa dengan semua perbuatan mu itu? Dasar gadis jahat. " Tanpa sadar Angkasa mengatakan itu karena merasa kesal dengan perkataan Feli yang mengatakan tidak pernah menganggap nya rendah? Lalu perbuatan nya saat SMA dahulu apa?.


"Maksud mas apa? A,, aku tidak mengerti. " Feli terlihat sangat bingung dengan kata-kata yang baru saja diucapkan oleh suaminya itu.


"Cepat siapkan air untuk ku mandi, masih pagi sekali aku sudah melalui hari yang sangat menyebalkan. Sial! " Umpat Angkasa dengan kesal menendang sofa dengan keras.


Feli dengan susah payah berdiri dengan kaki yang benar-benar sangat sakit. Ia memasuki kamar mandi lalu menyiapkan air untuk Angkasa mandi pagi ini.


Ia kaget dengan penampilannya yang sangat menyedihkan itu, rambutnya sangat berantakan dengan wajahnya yang masih sama pucatnya dan kini ia bahkan merasakan sakit diarea lututnya itu.


"Kenapa aku tidak mati saja sekalian? " Kesal Feli dengan nasibnya itu. Ia sangat bingung harus bagaimana?.


"Kenapa dia selalu bersikap semaunya? Aku tidak tahu salahku dimana hingga ia memperlakukan ku seperti ini? Apa karena hutang itu ia menjadi berhak memperlakukan ku sebejad ini. " Feli sangat tidak mengerti dengan jalan hidupnya.


"Ck, apa saja yang kamu kerjakan didalam sana hingga lama sekali? Benar-benar cari gara-gara yah. " Angkasa yang datang dengan handuk yang melilit dibagian bawah tubuhnya saja.


Feli langsung berbalik karena kaget dengan keadaan Angkasa yang masuk saja tanpa tahu malu itu.


"Keluar sekarang juga! Siapkan baju untuk ku dan tunggu sampai aku selesai mandi jangan berani untuk keluar kamar. " Angkasa mendorong tubuh mungil itu dari dalam kamar mandi dan menutupnya dengan keras.


"Sepertinya pintu kamar mandi akan segera rusak karena sering dibanting seperti itu. " Gumam Feli kaget karena suara pintu itu.

__ADS_1


Setelah selesai menyiapkan setelan jas untuk Angkasa kenakan nanti Feli memilih untuk menyiapkan kamar agar terlihat rapi dan enak dipandang.


Clek,,


Pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Angkasa dengan keadaan mengenakan handuk saja dengan tubuh yang masih basah itu.


"Cepat ambilkan setelan itu, " Perintah Angkasa hingga Feli kaget.


"Hah? "


"Hah? Kamu tuli apa budeg? "


"Cepat ambilkan baju itu! " Perintah Angkasa dengan keras, Feli masih belum mengerti dengan perintah Angkasa itu. Baju itu berjarak sangat dekat dengan nya kenapa harus Feli yang ambilkan?.


"Ba,, baik mas. " Demi kebaikan dan kedamaian Feli memilih untuk menurut saja.


Feli menyodorkan setelan itu kepada Angkasa dan laki-laki itu dengan tidak tahu malunya memakai nya langsung dihadapan Feli hingga gadis itu dengan gugup berbalik karena kaget. Memang Angkasa selalu saja membawa ********** kedalam kamar mandi, kalau sampai memakai dalaman pun dihadapan Feli mungkin gadis itu sudah pingsan.


"Kenapa kamu membelakangi ku? Jangan banyak ulah yah. Cepat Pakaikan aku dasi sekarang juga! "


"Baik mas. "


Feli mendekat kearah Angkasa hingga jarak mereka sangat dekat. Dengan perlahan ia memakaikan dasi itu dengan tenang.


Angkasa sendiri sejak tadi tak hentinya melihat kearah wajah Feli yang terlihat pucat itu namun ia terlihat sangat tenang saat mengerjakan pekerjaan nya itu.


Angkasa sendiri malah merasa sangat gerah tanpa sebab, padahal ia baru saja mandi tapi sudah merasa sangat kegerahan.


"Sial, apa hanya aku yang merasa tidak nyaman disini? " Batin Angkasa masih saja melihat kearah Feli.


"Khem,, hem. " Angkasa berkali-kali berdeham karena merasa tak nyaman dengan jarak itu.


"Sudah selesai tuan, " Ucap Feli.


"AKU TAHU! " Angkasa dengan lantang berbicara didepan wajah Feli dan menyenggol bahu gadis itu kemudian berlalu keluar kamar meninggalkan Feli yang terlihat bingung itu.


"Kenapa sih dengan mas Angkasa? Aku sama sekali tak mengerti dengan tempramen nya itu. " Gumam Feli bingung.


..."Yatuhan aku hampir terlambat! " Panik Feli buru-buru memasuki kamar mandi untuk mandi. ...


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...

__ADS_1


Tuh anak punya kepribadian ganda yah? 😌


See you guys 🌺


__ADS_2