Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
88. Sangat lucu.


__ADS_3

...🍃Soundtrack# never ever-Got7🍃...


...🌾🌾Kehidupan memang seperti itu, kalau bukan kita yang berusaha maka tak akan ada yang melakukan nya untuk kita🌾🌾...


        Suara gemercik ari terdengar berulang kali dari dalam kamar mandi, karena saat ini Feli juga angkasa tengah memandikan kedua malaikat kecil mereka didalam kamar mandi, tawa senang terukir Indah diwajah sang buah hati karena sangat menyukai air.


Kebanyakan anak kecil sangat tidak suka dengan mandi pagi karena dingin sehingga tidak sedikit orang tua yang memberikan ait hangat untuk anak mereka di pagi hari. Feli juga kadang melakukan itu namun kedua buah hati mereka malah lebih menyukai air dingin.


"Huu,, papah bacah cayang,,, jangan banyak gelak dong. " Angkasa tersenyum menggoda Aron yang sedang berada di dalam bak mandi berukuran mini khusus bayi itu.


Feli tersenyum senang melihat pemandangan dimana suaminya sedang membantunya memandikan Aron dengan wajah berseri-seri dan tawa yang lepas.


Aron terus saja bergerak tak bisa diam dalam genggaman angkasa di dalam bak hingga Angkasa terkena banyak sekali air.


"Wahh,, sepertinya anak papah sangat suka yah ngelawan papah? Jangan nakal hmmm. " Goda Angkasa lanjut memandikan Aron.


Sedang Feli dengan Arin hanya diam saja sejak tadi karena Arin memang tipe anak yang sangat baik hati, ia terus saja tersenyum dan sesekali tertawa kecil hingga membuat Feli gemas.


"Duhh cantiknya putri mamah, " Ucap Feli mengusap pelan rambut Arin yang masih sangat sedikit itu.


Angkasa ikut tersenyum melihat istri juga putrinya yang sangat cantik itu.


"Wahh keduanya sangat indah, " Gumam Angkasa pelan.


"Liat adik tuh bang, gak banyak gelak tuh mamah gak bacah, kok abang malah buat baju papah bacah cih? Hmmm. " Goda Angkasa menggelitik Aron pelan hingga Aron tiba-tiba menangis keras.


"Tutututu,,, maafin papah yah, cuma gelitik doang kok. Maca udah nangis aja sih. "


"Mas bawa Aron keluar duluan mas, Arin belum selesai nih. Baju sama peralatan nya udah aku siapin diatas tempat tidur mas. "


"Iya sayangku, mas tahu! " Senyum Angkasa pelan membawa Aron keluar dari kamar mandi.


Feli tersenyum menggeleng, ia sering kali lupa kalau Angkasa lah paling banyak berperan dalam menjaga anak-anak. Banyak yang berkata kalau mengurus anak kembar itu sangat melelahkan sekali. Tapi bagi Feli itu tidak sulit sama sekali karena Angkasa sangat sering membantu perannya sebagai seorang ibu.


"Papah sama abang jarang akur yah sayang, kita biarin mereka berdua dulu yah. " Feli lanjut memandikan Arin.


Angkasa membaringkan Aron diatas kasur lalu mulai mengambil baju Aron serta beberapa peralatan sebelum memakai baju seperti bedak, telon dan lainnya. Namun, baru ia tinggal sebentar Aron sudah bergerak tak bisa diam.


"Yayaya,, "


Angkasa menggeleng tertawa karena melihat ulah Aron yang sangat menggemaskan itu. Bagaimana tidak? Ia tengkurap dengan lucu lalu mencoba untuk bangkit dengan susah payah lalu berbicara dengan sangat tidak jelas.


"Ya Tuhan kenapa kamu sangat tampan sayang? " Angkasa mendekat kearah Aron lalu mencium pipi putranya itu dengan cepat Aron bergerak menolak karena melihat Angkasa hendak mencium pipinya lagi.


"Duhh cucuku sayang, sini sama nenek yah. " Mamah langsung berlari menuju Arin dalam gendongan Feli

__ADS_1


Begitulah setiap pagi, saat Feli membawa anak-anak turun dari kamar mamah akan sangat semangat untuk menggendong mereka bergantian.


"Tututu,, cantik sekali cucuku ini. Aron sayang, nenek gendong Arin dulu yah nanti baru giliran abang. Hmmm, " Ucap mamah hingga Angkasa tersenyum cerah.


"Papah mana mah? "


"Baru aja berangkat bareng vania, " Ucap mamah masih mencium pipi Arin. Arin sendiri hanya tersenyum saja tidak seperti Aron yang akan menangis dan sensitif saat dicium pipinya.


"Loh, semalam Vania bilang kalau aku yang akan nganter dia mah. "


"Tadi buru-buru banget, papah juga ada urusan sebentar dengan seseorang jadi sekalian nganter Vania. "


Angkasa mengangguk pelan saja dengan Jawaban mamahnya.


"Yahh gak sempet jumpa tante vania pagi ini yah bang? " Feli berbicara dengan Aron yang sangat ingin menghambur kedalam gendongan Feli.


"Kalau sampai mereka jumpa pagi ini mamah akan sangat khawatir Vania akan menolak untuk berangkat kesekolah nantinya. Paling gak tahan ninggalin Aron sama Arin hahah. "


Vania memang sangat antusias dengan kedua ponakannya itu, bahkan sampai tengah malam kalau belum ngantuk ia tak akan keluar dari kamar milik kakaknya hanya karena ingin bersama dengan kedua keponakannya itu.


Tiba-tiba saja Arin yang awalnya sangat tenang itu menangis dalam gendongan mamahnya.


"Loh, kenapa sayang? " Mamah terlihat khawatir lalu bergerak gerak untuk sekadar mendiamkan Arin.


Arin memang tipe anak yang damai tapi saat merasa lapar ia akan sangat menangis dengan keras.


"Iya sayang itu mamah, sama mamah yah. Biar nenek siapin cemilan. "


Mamah memberikan Arin kepada Feli lalu berjalan pelan meninggalkan mereka di ruang depan dengan televisi menyala.


Feli langsung memperbaiki posisi Arin dalam pangkuannya itu lalu mulai memberikan asi kepada Arin yang langsung diam itu.


"Haus banget yah sayang? " Feli berbicara dengan Arin yang fokus minum itu.


Angkasa tersenyum lalu mendekat kearah Feli yang sibuk memberikan asi kepada Arin.


"Iya nih sayang, mas haus. "


Feli mengeryit bingung kearah suaminya. "Mas haus? "


Angkasa dengan cepat menganggukkan kepalanya "Tuh ada air putih mas, kalau haus mas minum aja. " Feli heran kenapa malah melapor padahal air putih sudah ada didepan matanya sendiri.


"Bukan itu,,,, " Angkasa tersenyum smirk membuat Feli semakin bingung.


"Loh, jadi? Mas mau jus? Atau teh? "

__ADS_1


Angkasa lagi-lagi menggeleng hingga Feli semakin bingung lagi, ada apa gerangan dengan suaminya.


"Mas maunya aphs,, sst. " Feli kaget saat angkasa dengan pelan mengusap dadanya.


"Maunya ini sayang hehehe. " Angkasa tersenyum tanpa dosa.


Feli langsung kesal kearah angkasa karena ulah mesum suaminya itu.


"Ihh mas kenapa sih? Udah aku bilang jangan gitu selain dikamar! Nanti ada yang liat gimana? "


Angkasa tersenyum dan tertawa pelan karena melihat Feli yang was-was itu. Hanya karena usap sedikit Feli sudah khawatir saja.


"Tidak akan ada sayang, lagian kan kamu itu milik aku jadi terserah dong aku mau ngapain sama kamu hmmm. "


"Yah gak gitu juga mas, nanti tiba-tibamah datang pas mas gitu ihh aku malu tau. "


Angkasa semakin tersenyum gemas karena Feli yang menutupi matanya dengan sebelah tangannya karena sebelah lagi menopang tubuh Arin.


Cup,


Feli kaget saat tiba-tiba angkasa mencium bibirnya dengan lembut lalu mel*matnya dengan pelan serta menuntun.


Feli hendak melepaskan nya namun ditahan oleh Angkasa yang sibuk menggerakkan bibirnya disana.


Bruk,


Feli buru-buru mendorong Angkasa dari dekatnya saat mendengar langkah kaki dari arah dapur. Hingga Angkasa kaget begitu juga dengan Aron dalam dekapannya.


"Iihh,, tuh kan, untung mamah gak liat. "


Kesal Feli melihat nyalak kearah suaminya itu, Lagi-lagi ia merasa hampir ketahuan saja.


Angkasa hanya tersenyum karena melihat pipi Feli merona malu.


"Kenapa tiba-tiba kamu memakai lipstik begitu hmm? " Mamah bertanya karena melihat bekas lipstik dibibir Angkasa hingga Feli semakin malu saja.


Angkasa tersenyum karena merasa lucu dengan istrinya yang sangat suka malu-malu itu.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Aron dan Arin ponakan ku.


Jangan lupa yah like, komen dan votenya wan kawan.


See you guys🌺

__ADS_1


__ADS_2