Dulu Dibully, Sekarang Suami

Dulu Dibully, Sekarang Suami
38. Aku malu.


__ADS_3

...🍃Soundtrack #Stronger-exo🍃...


...🌾🌾Jangan pernah mencoba untuk menghancurkan kepercayaan orang lain karena sekali mereka kecewa akan sulit untuk percaya lagi🌾🌾...


          Feli masih saja berontak dalam pelukan Angkasa dibawah guyuran shower di dalam kamar mandi hotel itu. Angkasa tahu Feli sangat tidak nyaman dengan pengaruh obat itu, gadis itu tak akan bisa mengendalikan ***** dan dirinya. Ia akan terus merasa panas dan diburu *****.


"Lepaskan aku mas, sangat panas sekali. " Feli mencoba untuk melepaskan dirinya dari pelukan Angkasa.


Angkasa menahan tubuh itu dengan sekuat tenaga, ia yakin rasa panas itu tak akan bertahan lama lagi sebab mereka sudah diguyur air sedikit lama dari tadi.


"Bersabarlah, ini tidak akan lama lagi. Maafkan aku karena ku kamu seperti ini. " Angkasa memeluk Feli yang berangsur-angsur tengah itu.


Angkasa bernafas lega setelah Feli sudah tidak berontak lagi, ia melepaskan tubuh Feli dengan pelan dan gadis itu hanya menunduk saja sejak tadi.


"Bagaimana sekarang? Apakah kamu sudah tidak merasa panas lagi? " Tanya Angkasa lembut kearah Feli yang menunduk itu.


Feli hanya diam saja tak membalas pertanyaan Angkasa, hanya bulir-bulir air mata yang terus saja menetes seiring dengan air yang jatuh dari shower itu.


Angkasa mematikan shower dan melihat kearah Feli yang tak mau untuk sekedar mengangkat wajahnya itu.


"Apa kamu masih belum merasa baikan hmm? " Tanya Angkasa lagi namun tak dihiraukan gadis itu.


"Hiks,,, " Feli menangis dan Angkasa kaget karena setelah sadar gadis itu menangis dan menunduk.


"Kenapa hmmm? Ada apa? Apa ada yang sakit di sekujur tubuhmu? " Tanya Angkasa memegang bahu gadis itu dan mengangkat dagu Feli hingga kini wajah mereka saling berhadapan.


Angkasa kaget melihat wajah Feli yang sedang menangis itu, mata sembab itu terlihat menyedihkan bagi Angkasa.


"Hiks,,, maafkan aku mas. Aku sudah banyak merepotkan mu hiks,, " Feli menangis sejadi-jadinya karena merasa malu dengan perbuatan nya tadi. Ia sangat sadar tapi ia tak bisa untuk mengendalikan dirinya.


Angkasa menarik Feli kedalam pelukan nya dan mengelus surai hitam itu dengan lembut.


"Itu bukan salahmu, ini salahku karena terlalu lama membiarkan mu disana sendiri hingga tak sadar telah meminum minuman yang di dalam ada obat perangsang. " Angkasa.


"Hiks,, tetap saja ini salahku mas, aku terlalu bodoh untuk tidak menyadari itu. "


"Sudahlah kamu tidak salah, jangan menangis lagi itu akan membuat kepala mu sakit. " Angkasa melepaskan pelukan nya.


"Ayo keluar dari sini, berlama-lama disini bisa membuat mu terkena flu. "


"Mas duluan saja aku masih harus membersihkan diri. " Feli yang masih sesegukan itu.


Pintu tertutup setelah Angkasa keluar Feli langsung ambruk terduduk dilantai sembari menangis tertahan.


"Hiks,, kamu sangat menjijikkan Feli, kamu bahkan lebih hina hiks,,  kenapa kamu tidak bisa mengendalikan dirimu sendiri? " Feli menangis menyalahkan dirinya Karena kejadian tadi.


Gadis itu menangis menarik rambutnya sendiri karena merasa sangat malu dengan dirinya.

__ADS_1


Ia mengatakan Angkasa adalah laki-laki yang sangat buruk karena menciumnya malam itu. Padahal ia sendiri lebih buruk karena sudah berbuat yang tidak-tidak kepada laki-laki itu. Bagaimana ia akan menghadapi Angkasa setelah ini?.


Kalau bukan karena Angkasa yang menahan diri mungkin bukan begini endingnya tadi, Feli bersyukur karena Angkasa adalah laki-laki baik yang menahan diri bahkan saat ada sesuatu yang bisa dengan mudah ia dapat kan tadi.


"Kamu bahkan lebih buruk hiks,, aku sangat malu. "


Feli terus saja menangis karena merasa sangat malu, bagaimana bisa ia sebodoh dan se ceroboh itu hingga menyebabkan masalah besar seperti ini?.


"Hei, kamu sudah terlalu lama didalam sana, nanti kamu terkena flu. " Angkasa berbicara di depan pintu.


Feli buru-buru menghapus air matanya dengan cepat dan berdiri sembari memperbaiki penampilan nya.


Pintu terbuka sedikit dan itu adalah tangan Angkasa yang masuk sedikit menyodorkan handuk juga pakaian untuk Feli.


"Cepatlah pakai pakaian mu dan keluar dari dalam. " Angkasa menutup kembali pintu.


"Terima kasih mas, " Ucap Feli pelan.


Dengan pelan ia memakai pakaian hangat yang Angkasa berikan untuk nya, ia merasa sedikit pusing saat ini. Apakah itu adalah efek samping dari obat itu atau karena Feli terlalu lama di dalam kamar mandi dengan tubuh basah.


Knop,


Pintu terbuka Feli keluar dengan keadaan menunduk canggung sembari meremas baju yang ia kenakan saat ini.


Angkasa yang duduk diatas ranjang langsung berdiri dan mendekat kearah Feli, gadis itu semakin merasa canggung.


"Kamu pasti kedinginan sekarang, " Angkasa memakai kan jaket yang ia kenakan kearah Feli hingga gadis itu dibuat kaget.


"Pakailah agar kamu merasa hangat! "


"Tapi aku tidak merasa kedinginan mas, aku baik-baik saja. "


"Lihatlah bibir mu yang membiru menahan dingin itu, kamu pakailah. "


Feli hanya diam saja setelah itu, apapun yang akan ia katakan Angkasa tak akan mendengarkan nya lebih baik diam saja.


"Kamu istirahatlah sekarang, kamu pasti lelah kan? " Angkasa menuntun Feli untuk menaiki tempat tidur.


Feli sangat canggung saat ini, ia sungguh tidak ingin menaiki tempat tidur itu sekarang.


"A,, aku tidak ngantuk kok mas. "


Angkasa langsung mengangkat tubuh Feli dan membaringkan gadis itu, Feli hanya diam saja tak berani untuk memberontak karena sudah sangat menyusahkan tadi.


"Kamu istirahat saja jangan memikirkan hal-hal lain, malam sudah sangat larut. " Angkasa menarik selimut menutupi tubuh Feli hingga sampai kebahu.


"Mas bagaimana? " Tanya Feli bingung.

__ADS_1


"Aah aku bisa tidur disofa, sofanya juga sangat empuk. "


"Gak mas, mas saja yang tidur disini aku lebih nyaman tidur disofa. " Feli bangkit dan hendak turun.


Angkasa menahan tangan Feli "Kamu saja yang tidur disini, "


"Tidak mas aku tidak bisa kalau sampai mas harus tidur disofa, aku merasa tidak enak. "


"Sudahlah aku akan tidur disofa saja. " Angkasa berjalan menuju sofa namun ia dikagetkan saat.


"Ta,, tapi mas,, ak.. "


"Kamu tidurlah sekarang juga! Aku sudah mulai mengantuk. " Angkasa langsung berbaring berpura-pura tidur hingga Feli pun diam dan menurut untuk tidur diatas tempat tidur.


Beberapa menit berlalu angkasa masih belum tertidur dan matanya masih saja melihat-lihat langit-langit kamar hotel itu.


Ia duduk dan melihat kearah Feli yang kini sudah tertidur sangat lelap itu. Dengan langkah pelan ia berjalan menuju tempat tidak dan duduk disamping Feli.


Ia perhatikan wajah yang tengah tertidur pulas itu, mata Feli terlihat sangat bengkak karena menangis lama tadi.


"Kamu pasti sangat kaget karena kejadian tadi, " Ucap Angkasa mengusap pelan mata bengkak Feli.


"Maafkan akun karena menempatkan mu dalam masalah ini. " Angkasa merasa sangat bersalah kepada Feli yang tidak tahu apa-apa itu.


Belum lagi mengingat ucapan Rio sahabat nya itu membuat rasa bersalah dalam dirinya kian menjadi-jadi.


Ia bersalah karena sudah membuat gadis itu semakin menderita karena menikahi Feli adalah alasannya untuk mempermudah memberikan luka yang menyengsarakan Feli.


"Maafkan aku, " Angkasa dengan mata berkaca-kaca terus melihat kearah Feli yang tertidur pulas itu. Gadis itu terlihat sangat kelelahan.


"Aku tidak tahu alasannya dan bertingkah seperti seorang pengecut ah tidak aku memang seorang pengecut yang menyalahkan orang yang kucintai padahal kamu sudah banyak menderita karena ku. " Angkasa memegang tangan itu dengan pelan.


"Maafkan aku, "


Angkasa mendekat kearah Feli yang tertidur itu, ia melihat dengan jelas wajah itu karena jarak wajah mereka sangat lah tipis sekali.


Cup,


Angkasa menutup mata rapat hingga bulir bening itu mengalir dari matanya, ia mencium bibir Feli dengan penuh rasa bersalah hingga akhir. Ia mencium Feli dengan hati yang hancur karena rasa bersalah.


Angkasa masih dalam posisi yang sama menempelkan bibirnya dibibir Feli dengan penuh perasaan hingga Feli bergerak tidak nyaman karena ulah angkasa itu.


"Maafkan aku, " Angkasa bangkit dan memperbaiki posisi selimut yang ditubuh Feli.


...🎋🎋Bersambung 🎋🎋...


Waduhhh akhirnya mas langit tobat guys.

__ADS_1


Jangan lupa yah like komen dan vote wan kawan.


See you guys🌺


__ADS_2