
Marco kembali tinggal bersama ibu Jane, Michael menitipkannya untuk sementara waktu hingga keadaan Ella membaik.
Jane dan ibunya bersama Feli, mereka menyiapkan makanan untuk dibawa besok ke rumah Ella.
Tom menghampiri mereka yang sedang sibuk membuat makanan.
“Wah… mengapa kalian membuat makanan sebanyak ini? Apakah akan ada acara spesial ?”, tanya Tom kepada Ibu Jane.
“Bukankah Michael dan Ella sedang ada masalah?”
“Aku membuatkan makanan ini untuk mereka, agar mereka tetap menjaga kesehatannya,” jawab Ibu Jane penuh kasih. Ia terlihat sangat tulus menyayangi Michael dan Ella seperti anaknya sendiri.
“Besok aku akan mengantarkan makanan ini ke kastil Ella. Ia pasti sangat senang dengan makanan ini” ucap Feli pada semuanya.
“Tom bisakah setelah ini kau ke kamarku ? Ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu” ucap Jane pada Tom.
“Ya tentu saja” jawab Tom tanpa panjang lebar.
Tentu saja ia gugup sekaligus senang. Bagaimana tidak ? Jane, Wanita yang ia suka memanggilnya untuk ke kamarnya.
__ADS_1
Tom sudah memikirkan hal-hal indah yang akan mereka lakukan nantinya.
Tom mengetuk pintu kamar Jane.
“Masuklah” ucap Jane dari dalam kamarnya.
Tom masuk ke kamar Jane, ia melihat Jane sedang duduk di meja riasnya. Sepertinya Jane habis skincare-an, pikir Tom dalam hatinya.
Tom duduk di kasur Jane. Jane membalikkan badannya hingga menghadap ke arah Tom. Jane mulai bertanya,
“apakah dia baik-baik saja ? aku kemarin melihatnya datang ke rumah sakit lalu tiba-tiba ia meninggalkan rumah sakit dengan raut wajah yang berbeda, apakah ia tidak apa-apa ?”
Tom menjawab dengan kesal “mengapa kau bertanya itu Jane ? itu bukan urusanmu, berhentilah memikirkan Michael”
Jane yang kaget mendengar jawaban itu kembali bertanya “mengapa bukan urusanku? Aku sangat mengkhawatirkan keadaan Ella,”
Tom yang mendengar perkataan Jane bahwa yang dikhawatirkan adalah Ella bukan Michael mendadak menjadi bahagia.
Dengan spontan Tom berdiri sambil salah tingkah, ternyata ia salah mengira.
__ADS_1
Bukannya menjawab pertanyaan Jane, Tom malah pamit pergi dengan gerak-gerik yang aneh seakan-akan ia sangat bahagia mendengarnya. Jane yang melihat reaksi Tom juga ikut salah tingkah.
Michael masih berada di kastil Ella, tanpa disadari Ella ternyata Michael juga ikut duduk di depan pintu kamarnya, mereka saling membelakangi.
Michael dengan lirih berkata “aku juga sama menderitanya denganmu, aku juga tak ingin mempercayainya, aku ingin menyangkalnya. Bagaimana bisa hal seperti ini terus terjadi padaku ?”
“ Aku selalu menyalahkan diriku sendiri. Namun itu semua tak ada gunanya. Saat aku bertemu denganmu, melihatmu tersenyum padaku, seketika aku menjadi lupa akan semua yang telah aku alami” ucap Michael sembari berharap Ella mendengarnya dari balik pintu.
Ella yang duduk di balik pintu diam-diam mendengarkan ucapan Michael.
“Setelah kau datang di hidupku, perlahan aku mulai melupakan semuanya, aku melupakan kupu-kupu dan ibuku. Ella kau tidak bersalah. Kita semua tidak bersalah” imbuh Michael.
Ella yang mendengarkan perkataan Michael dari balik pintu semakin menangis. Ia merasa sangat sedih.
Mereka saling membayangkan atas apa yang telah mereka lalui bersama. Kenangan-kenangan indah diantara mereka berdua kembali melintas di benak mereka masing-masing.
***
Keesokan paginya, Marco bangun dari tidurnya. Ia kesal karena semalam tak bisa tidur dengan nyenyak karena Jim yang terus-terusan mendengkur hingga pagi.
__ADS_1