
Michael menangis dan kembali membayangkan mendiang ibunya yang lebih menyayangi Marco daripada dirinya.
Walau mendiang ibunya lebih menyayangi Marco, bukan berarti ibunya tak menyayangi Michael.
Mendiang ibunya sengaja melahirkan Michael untuk menjaga Marco yang mempunyai sifat autis bawaan lahir.
Michael sangat menyadari hal itu, hingga tak bisa berhenti dari tangisannya saat ia selesai membaca buku dongeng Ella.
Michael terus menangis dan melihat foto ibunya yang dipajang di atas lemari.
*GRENGGG
Suara motor Jim pun terdengar dari kamar Michael. Michael bergegas mengusap air matanya dan bersikap santai.
Jim pun memasuki kamar Michael dan bertanya,
“Kau baik-baik saja? Jane menghubungiku. Dia memintaku bergegas pulang dan melihat keadaanmu.”
“Kudengar kau dipukul lagi. Berhentilah dipukul. Aku benar-benar sedih. Menyiksa diri pun ada batasnya.”
“Kudengar Penulis Ella dicekik ayahnya hingga menggemparkan rumah sakit.”
“Apa? Kapan? Kata siapa?” tanya Michael yang kaget mendengar ucapan Jim.
“Para pasien membahasnya saat aku mengantar makanan ke sana. Banyak yang menyaksikannya saat itu.”
__ADS_1
“Ayahnya pasti sangat benci sampai mencekiknya begitu. Ayahnya jelas tidak waras.”
Michael pun teringat saat ia berada di bus, dan melihat Ella berjalan sendirian di trotoar.
Michael pun meminjam motor Jim dan ingin menjemput Ella.
“Jim. Berikan aku kunci motormu!”
Michael mengambil kunci motor Jim, lalu bergegas pergi menyusul Ella.
“Kau mau kemana? Di luar sedang hujan deras. Michael! Tunggu! Astaga. Ada apa dengannya?”
Jim pun malas untuk mengejar Michael yang sudah pergi menaiki motornya.
Michael terus menyusuri jalanan menuju tempat, saat ia melihat Ella yang berjalan sendirian.
Setelah beberapa saat Michael menelusuri jalan, dari kejauhan, ia melihat Ella berjalan tanpa alas kaki di bawah hujan yang deras.
Ella terus berjalan dengan high heels yang berada di tangannya dan baju yang telah basah, karena hujan yang deras.
Michael menambah kecepatan motornya, dan berhenti tepat di depan Ella yang sedang berjalan.
Michael pun turun dari motornya dan membuka helm yang dipakainya.
Saat melihat Michael datang, Ella tersenyum dengan penuh harapan pada Michael.
__ADS_1
Michael pun melepas jaketnya dan berjalan mendekati Ella, lalu memakaikan jaketnya pada Ella, untuk melindunginya dari hujan.
Ella hanya melemaskan tubuhnya, agar Michael memeluknya di malam yang dingin disertai hujan yang lebat itu.
Michael memeluk tubuh Ella yang kedinginan, begitupun dengan Ella yang kembali memeluk Michael.
“Aku lapar,” ucap Ella di pelukan Michael.
Michael hanya menepuk-nepuk bahu Ella, lalu mengajaknya untuk bergegas pergi dari sana, menggunakan motor.
Mereka berdua pun menaiki motor bersama, dengan Ella yang duduk di bonceng Michael.
Mereka tak langsung kembali ke rumah, Michael seperti menuju suatu tempat lain untuk bermalam.
Motor yang dibawa Michael pun tepat berhenti di depan motel kecil-kecilan di pinggiran kota.
Michael sengaja membawa Ella kesana, karena harus menempuh jarak yang cukup jauh, jika harus kembali mengantar Ella dan kembali ke tempat tinggal Michael.
Begitupun Ella yang malah terlihat senang, saat Michael membawanya ke sebuah motel.
Ella berpikir jika Michael mengajaknya ke sebuah motel, maka Michael akan bisa tidur bersama dengannya dan melakukan sebuah hubungan intim bersamanya.
“Kau cerdas juga, membawaku ke tempat ini. Ayo kita masuk!”
Ella semakin semangat dan turun dari motor.
__ADS_1