ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Kak! Aku Pulang Terlambat Hari Ini!


__ADS_3

Keesokan harinya, terlihat Michael dan Marco yang sedang membersihkan kastel dan menyiapkan sarapan seperti biasa.


Michael terlihat sangat santai karena hari ini ia tak masuk kerja karena sedang menjalani masa skornya.


“Kak. Aku ada urusan hari ini, jadi, pulang agak terlambat. Tunggu saja di tempat Jim. Aku akan menjemputmu nanti sore.”


Michael beralasan pada Marco, agar tak mengetahui, jika ia akan pergi bermain bersama Ella.


Ternyata, Michael meminta pertolongan pada Jim kemarin, hanya untuk menitipkan Marco padanya, agar dia bisa berjalan bersama Ella.


Setelah Marco pergi ke restoran Jim, Michael mengemasi barang yang akan ia bawa, lalu menuju ke kamar Ella.


*DOK DOK DOK!!!


“Kau sudah siap?”


Michael pun memasuki kamar Ella.


Michael sangat kaget ketika melihat Ella menggunakan pakaian yang sangat nyentrik.


Ella memakai pakaian yang sangat nyentrik, dengan setelan dress tanktop berwarna hitam dan topi bulat, serta kacamata, layaknya turis yang sedang berlibur ke pantai.


“Kau mau tampil sirkus?”


“Kau mau kabur dari rumah?”


Ella berbalik tanya, saat melihat Michael yang membawa tas ransel yang cukup besar.


“Bukan begitu. Maksudku, bisakah pakai baju yang lebih nyaman?”


“Sebenarnya aku lebih nyaman jika telanjang,” jawab Ella.


“Adakah baju yang biasa saja?”


“Aku tak suka baju biasa.”


“Kenapa?”


“Karena hanya terlihat biasa.”


“Gantilah sepatu yang lebih…”


“Kau bawa apa?”


Ella membuka tas yang dibawa Michael.


“Astaga. Kau mau mengungsi?”


Ella mengeluarkan beberapa makanan yang telah Michael siapkan di dalam tas.


“Kita cepat lapar saat bepergian…”


“Astaga. Ada kunjungan ke rumah pasien juga?”


Tanpa memperdulikan Michael, Ella terus mengeluarkan makanan itu dari tas Michael. Ella juga menemukan obat P3K yang juga dibawa oleh Michael.


“Itu untuk berjaga-jaga seandainya terjadi…”


“Kau norak sekali. Tidak perlu membawa semua ini.”


Ella membuang tas itu ke kasurnya, lalu menarik kerah Michael dan,


“Kau hanya perlu mengurusku saja.”


Michael melepaskan tangan Ella, dan,


“Cepat ganti bajumu. Aku tak akan mau bermain denganmu, jika kau mengenakan pakaian itu.”


Michael pun keluar dari kamar Ella.


Dengan terpaksa, Ella pun akhirnya mau mengganti bajunya, menggunakan setelan yang sederhana, seperti apa yang dikenakan oleh Michael.


Mereka berdua pun bergegas menaiki mobil, dan menuju suatu tempat.


“Kakakmu perhitungan sekali.”

__ADS_1


Ella memulai percakapan agar suasana di mobil tak sunyi.


“Apa maksudmu?” tanya Michael.


“Dia hanya mau menerima dan memberi. Tak mau memberi secara gratis.”


“Hahahaha. Bukankah kalian bersahabat karena itu? Kalian sangatlah mirip,” balas Michael.


“Kita mau kemana?” tanya Ella.


“Katamu ke gunung atau ladang. Mau ke gunung dahulu?”


Ella pun menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan Michael.


Michael terus menginjak pedal gasnya dengan santai dan menikmati suasana yang indah di pagi itu dari mobil.


Beberapa saat kemudian, mereka telah sampai di sebuah pegunungan di pinggiran kota.


Mereka mendatangi suatu jembatan yang berada di dekat pegunungan terlebih dahulu.


Itu adalah jembatan goyang yang terbentang sangat panjang.


Dari sana, melihat pegunungan akan semakin indah.


“WAHHH!!”


“WAHHH!!”


Mereka berdua sama-sama takjub dengan pemandangan yang sangat indah di pegunungan itu.


“Inikah yang kau inginkan? Mengikat pergelangan kaki dengan tali dan melompat dari ketinggian?” tanya Ella.


“Apa kau mau? Ayo kita lewati jembatan ini.”


Michael mulai berjalan di jembatan itu.


“Aku tak mau.”


“Kenapa?”


“Aku takut.”


“Hahahaha.”


Michael pun tertawa saat mendengar jika Ella memang takut melewati jembatan itu.


“Kenapa kau tertawa?”


“Tidak. Mendengarmu bilang ‘takut’...”


“Menurutmu itu lucu? Apakah menyenangkan menyeberangi jembatan ini?” potong Ella


“Aku hanya ingin mendatangi tempat yang tinggi dan menikmati pemandangan dari sana.”


“Aku tak bisa datang kemari, jika kakakku ikut. Dia sangat takut ketinggian. Ini sudah cukup bagiku. Mari kita kembali.”


“Katamu kau tak bisa bersama kakakmu kemari? Baiklah, ayo bermain. Tapi kau harus gendong aku.”


“Tunggu di sini. Aku akan segera kembali.”


Tanpa memperdulikan Ella, Michael melanjutkan langkahnya melewati jembatan yang indah itu.


“Hei! Gendong aku! Gendong aku! Kubilang gendong aku! Dasar. Sial!”


Mau tak mau, Ella pun mencoba untuk berjalan melewati jembatan itu dengan perlahan menyusul Michael.


“Kenapa bergoyang begini? Tunggu aku!”


“Namanya saja jembatan bergoyang,” jawab Michael.


Setelah bersusah payah melewati jembatan itu, akhirnya Ella dapat menyusul dan menggandeng tangan Michael, agar tak jauh darinya.


Mereka melewati jembatan itu bersama hingga ujung jembatan.


“Astaga. Aku lapar,” ucap Michael.

__ADS_1


“Kita makan apa?” tanya Ella.


“Karena kita sedang di gunung, kau mau cumi bakar? Atau ayam?”


“Apa?”


“Mari kita lihat dulu? Adakah restoran enak di sini?”


Michael mengeluarkan ponselnya dan melihat menu yang tersedia di pegunungan itu.


“Berdirilah di sana. Aku mau memotretmu.”


Ella mengambil ponsel Michael, saat ia melihat ada spot foto yang bagus.


“Bukankah kita mau makan?”


“Tidak. Kita bisa makan setelah ini. Cepatlah.”


Ella menarik tangan Michael dan menuju ke spot foto yang bagus itu.


Ella menyuruh Michael untuk duduk di bangku, dan ia akan memotretnya.


“Cepat memotretnya.”


Michael sangat tak nyaman saat di potret oleh Ella. Ia terlihat sangat kaku.


“Tersenyumlah.”


“Aku bilang tersenyum, bukan meringis.”


Ella memprotes saat Michael hanya mengangkat sedikit bibornya.


“Potres saja aku. Cepatlah.”


“Cobalah gaya yang bagus.”


Michael pun mulai mencoba gaya seperti laki-laki dingin yang berpose seadanya.


“Wahhh. Itu bagus.”


Ella pun mulai memotret Michael dengan beberapa jepretan yang banyak.


“Sudahlah. Cukup. Aku tak mau berfoto lagi.”


“Baiklah. Jika malu, mari berfoto bersama. Duduklah.”


Ella kembali menarik tangan Michael yang sudah beranjak dari bengkunya.


“Satu, dua, tiga.”


“Tersenyum. Jangan meringis.”


Ella berfoto bersama dengan Michael menggunakan kamera depan ponsel.


Ella terus mengambil beberapa foto yang banyak, saat Michael benar-benar tersenyum.


Setelah dengan semua itu, mereka mencari makanan untuk mengisi perut mereka yang kosong.


Saat hendak mencari makanan, Michael bertemu dua orang pasien yang sedang kabur dari RSJ OLDER.


Mereka adalah satu pasang kekasih yang melarrikan diri dari rumah sakit.


Michael pun mendatangi mereka berdua, dan menanyakan alasan kenapa mereka bisa kabur.


Saat Michael berbicara dengan pasangan itu, diam-diam Ella pergi ke resepsionis villa dan memesankan villa untuk bermalam..


Saat Ella kembali, ia menunjukkan kertas pesanan villa yang telah di pesan pada Michael, yang membuatnya semakin kesal.


Michael pun menarik tangan Ella menjauh dari pasien yang kabur yang ia temui disana.


“Sudah kubilang kita tak menginap.”


“Astaga. Apa kau Cinderella?” Ella balik bertanya.


“Kau saja yang bermalam. Aku akan pulang.”

__ADS_1


Michael memberikan kertas pesanan villa pada Ella.


__ADS_2