
Ella pun hanya tersenyum dan kembali memakan mengambil daging dan melahapnya.
Michael sangat senang, saat melihat Ella makan dengan lahap.
Michael terus memberikan potongan daging satu per satu pada Ella, dan hanya memakan beberapa potong saja untuknya.
“Kenapa kau terus memberiku daging? Kau tak makan?”
“Aku tak lapar,” jawab Michael.
Michael pun mengambil gelas dan akan meminumnya
“Kau pernah tidur dengan wanita?”
*BRUUTTT!!!
Mihcael menyemburkan air minum yang telah berada di dalam mulutnya, saat mendengar pertanyaan Ella.
“Kau belum pernah sama sekali?” lanjut Ella.
“Omong kosong macam apa ini?” ucap Michael.
“Astaga. Kau tak punya hasrat apa pun. Tak punya hasrat makan, barang, uang atau melakukan apa pun, kau selalu apatis.”
“Aku bukan apatis,” sangkal Michael.
“Lalu apa?”
Mihcael terdiam sejenak dan,
“Aku hanya menahannya. Aku menahan semuanya.”
“Kenapa?”
“Kau bebas melakukan apapun, tapi tak semua orang bisa begitu.”
“Kau tidak perlu menhannya, Michael. Apa itu sulit bagimu?”
__ADS_1
Ella pun mulai menatap Michael dengan tatapan genit dan berbisik,
“Perlukan kutarik tuas pengamanmu? Aku penasaran, apa yang akan terjadi jika kau tak menahan diri.”
Michael pun hanya diam saja, dan memakan sisa daging yang masih ada.
Malam hari pun tiba. Setelah mencari udara segar, Ella dan Michael tak langsung kembali ke kaste.
Michael membawa Ella menuju taman kota yang cukup banyak dikunjungi orang.
Michael mengajak Ella berjalan-jalan mengelilingi taman itu dan melihat kincir air, air mancur, dan para anak-anak yang sedang berlarian.
“Kenapa kita kemari? Kenapa kita berjalan?” tanya Ella.
“Bukankah sangat bagus, jika kita berjalan di tempat yang indah? Kepala menjadi jernih, perasaan menjadi lebih baik,” jelas Michael.
“Begitukah? Bagiku ini sangat membuang waktu dan membuat kakiku pegal.”
“Hmmm. Sebaiknya kau ke….”
“Gendong aku.”
“Apa?” tanya Michael.
“Astaga. Aku lupa. Apa kakak ku bisa pulang sendirian?”
Michael mengalihkan pembicaraan dan mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Marco.
*SEPP!!!
“Jangan!!!”
Michael berteriak saat Ella mengambil ponselnya dan akan membuangnya ke air mancur.
“Fokuslah kepadaku saja.”
“Baiklah. Berikan padaku.”
__ADS_1
Ella tak mau mengembalikan ponsel Michael, yang membuat Michael berusaha mengambil dari tangan Ella.
“Cepat kembalikan! Cukup, Ella!”
Michael mengunci tangan Ella yang membuat kaki Ella terpeleset.
Untungnya, Michael berhasil menopang tubuh Ella, sebelum ia terjatuh.
“Kau memelukku?”
Michael pun melepas tubuh Ella, saat Ella bertanya.
*KRIING!!!!
Ponsel Michael oun berbunyi saat Ella masih memegangnya.
Ella pun melihat siapa yang menelpon Michael.
Saat tahu orang itu adalah Jane, Ella pun mengangkat teleponnya.
“Ya, Jane. Ada apa?”
“Hei. Berikan padaku!”
Ella masih tak menghindar, saat Michael akan kembali mengambil ponselnya.
“Ella? Kenapa kau yang menerima?” tanya Jane.
“Teman serumah ku sedang sibuk sekarang, jadi, aku yang menerima teleponmu, ada apa?”
“Tidak. Aku hanya khawatir karena dia tiba-tiba mengambil cuti hari ini.”
“Hmmmmm. Dia cuti untuk bermain denganku. Bye!”
Ella pun mematikan sambungan telepon dari Jane, lalu memberikan ponselnya pada Michael.
“Kau bolos kerja karena mencemaskanku? Kau mengajakku berkencan untuk menurunkan panas tubuhku?”
__ADS_1
“Siapa yang berkencan? Aku tak mengajakmu berkencan.”
“Lalu apa ini? Apa yang kita lakukan sejak siang hari tadi? Pendekatan? Kau sedang mencicipiku? Kau hanya coba-coba? Atau mempermainkanku?”