ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Aku Hanya Butuh Perhatian…


__ADS_3

“Padahal aku adalah anak kandungnya. Tapi dia tak pernah menganggapku ada. Aku hanya….. Aku hanya butuh perhatian. Aku ingin ayahku dan keluargaku memperhatikanku.”


Jack mulai meneteskan air mata karena ucapannya sendiri.


“Aku melakukan hal gila ini demi mendapat perhatian keluargaku. Lalu, aku menjadi gila sungguhan!”


Jack berteriak dengan kencang, yang kemudian para kru dari ayahnya mulai naik keatas panggung dan mengamankan.


Para masyarakat pun masih berdiam di depan panggung dan terus mengambil foto dan video.


Begitupun dengan Ella yang melihat Michael berdiri di seberangnya.


Ella pun berjalan mendekat ke tempat Michael berdiri, melihat pria gila yang sedang berlari menghindar dari kejaran para kru ayahnya sendiri.


Ella pun berdiri tepat di samping Michael.


Michael terus melihat pria itu dan memikirkan sesuatu yang sepertinya sangat dalam baginya.


“Ehm. Sepertinya dia bersenang-senang, bukankah begitu?” ucap Ella.


“Haruskah aku…” “Haruskah aku bermain denganmu?”


Ella pun kaget dan menatap Michael, saat mendengar apa yang diucapkan Michael.


“Haruskah aku?” tanya Michael.


Ella pun tersenyum dan bertanya,


“Mau bermain apa?”


Michael malah berjalan pergi, saat Ella bertanya.


“Hei! Kau mau kemana? Katanya mau bermain?”


Ella menahan tangan Michael agar tak pergi dari sana.

__ADS_1


“Kapan aku mau?” Michael malah berbalik bertanya yang membuat raut muka Ella berubah seketika.


“Kau mengidap mythomania?”


“Ucapanku tadi hanya….” “Aku hanya bicara sendiri. Lupakan saja.”


“Puji aku dahulu, karena aku telah berbuat baik,” ucap Ella.


“Untuk apa? Perbuatan baik apa yang kau lakukan?”


“Penculikan,” jawab Ella singkat.


“Kau tidak menghentikan, tapi membiarkan. Itu berarti perbuatanku benar. Bukan begitu? Kenapa tak dihentikan, jika perbuatanku salah?”


“Mana bisa kuhentikan, saat dia tampil dengan bagus?”


Ella pun tersenyum, saat mendengar jawaban dari Michael.


“Permisi!”


“Siapa kalian? Apa kalian staf dari rumah sakit?” tanya seorang kru.


“Bukan. Aku seorang penulis, dan dia tuas pengaman ku,” Ella menjawab.


“Jika kejadian buruk sampai menimpa kandidat calon wali kota….”


“Lantas apa? Apa yang akan kau lakukan?” Ella memotong ucapan.


“Persiapkan saja diri kalian.”


“Astaga. Begitukah? Waahhhh. Aku sangat takut. Bagaimana ini?” Ella malah mengejek dengan berpura-pura takut.


“Dasar kau, wanita…”


*BUUK!!!!

__ADS_1


Michael meninju muka dari seorang kru walikota hingga tersungkur jatuh, saat orang itu akan menampar Ella.


“Jaga tanganmu dan pergilah! Jangan pernah berani menyakiti seorang wanita!” ucap Michael pada orang itu.


“Kalian telah melakukan kesalahan besar! Bersiaplah!”


Salah seorang kru itu beranjak untuk berdiri dan meninggalkan mereka berdua.


“Kenapa dia hanya bisa menggertak? Dasar bajingan!”


Michael langsung menatap Ella, saat mendengar umpatan yang keluar dari mulut Ella.


“Woooo. Maafkan aku. Hehehe. Aku hanya kesal.” ucap Ella.


“Michael!! Jack mencarimu.”


Jane pun tiba-tiba muncul dengan nafas yang terengah-engah.


“Baiklah, Nona. Kau sudah bekerja keras.” ucap Ella dengan nada mengejek.


“Diam disini dan tunggu aku!”


Michael pun bergegas menemui Jack bersama Jane.


Michael menemui Jack, saat Jack akan dibawa kembali ke dalam mobil untuk kembali ke rumah sakit.


“Kak,” sapa Jack.


“Keinginanku terwujud semua. Hahahaha. Ini hari terindah di hidupku.”


“Jadi, Kau jangan memarahi wanita itu, karena telah membawaku kemari.”


Jack yang kemudian melihat ke arah Ella yang berdiri menunggu Michael.


Michael hanya tersenyum dan menjawab…

__ADS_1


__ADS_2