ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Akhirnya Kamu Menatapku, Ella!


__ADS_3

Ella menirukan gaya Marco dengan menepuk-nepuk kepalanya sendiri, persis dengan yang dilakukan oleh Marco saat rambutnya dijambak


“Hentikan!”


Michael berdiri dan menarik tangan Ella yang sedang menirukan memukuli kepalanya, menirukan Marco.


“Hahaha. Akhirnya kau menatapku.”


Ella mendekatkan kepalanya dan menatap wajah Michael. Michael pun menjauh kan kepalanya, saat Ella lebih mendekat lagi dan,


*SUTT!!!!


Ella melepas topi yang dikenakan Michael, lalu mengelus-elus rambutnya sambil tersenyum.


*PLAKKK!!!


“Apa yang kau lakukan?”


Michael menepis tangan Ella yang sedang mengelus rambutnya.


“Sebaiknya, kau jangan memakai topi. Karena wajah tampanmu tak terlihat, jika kau memakainya.”


Michael terdiam, saat Ella mengatakan bahwa ia sangat tampan.


“Hahaha. Kau malu? Lihatlah! Wajahmu memerah.”


“Kembalikan topiku!”


Michael mengambil topinya yang dipegang tangan kiri Ella.

__ADS_1


“Hmmmm. Apakah bagian sensitif mu berada di poni? Benar bukan? Hahahaha.”


“Hei. Penulis Ella. Kau membuat masalah lagi? Pak Tom sangat kewalahan kali ini.”


Pria yang mengetahui semua masa lalu Ella pun datang menyapanya.


Pria itu membawa 3 kotak kardus, yang berisi uang suap dari Tom untuk menutup mulutnya.


Pria itu berjalan mendekat pada Ella dan Michael yang sedang berdiri di depan ruangan.


“Siapa pria ini? Pacarmu? Astaga. Ternyata kau bisa berpacaran juga.”


“Jika sudah dapat uang suap, tutup mulutmu dan pergi dari sini!”


Raut muka Ella seketika berubah, ketika melihat pria itu mendatanginya.


“Jangan kasar padaku, Ella. Saat wajahmu cemberut begitu, wajahmu mirip sekali seperti ibumu.”


Pria itu melantur dengan santainya, dengan memandangi tubuh Ella dari rambut hingga ujung kaki.


Ella pun marah dan akan mencekik pria itu. Akan tetapi, Michael lebih dulu menahan tangan Ella agar tak mencekik.


“Tutup mulutmu dan pergi dari sini, Tuan.”


Michael berusaha menenangkan situasi.


“Waaaahhh. Sepertinya keadaan akan lebih menarik. Kau harus lebih berhati-hati anak muda.” ucap pria itu pada Michael.


Pria itu menatap Ella dan,

__ADS_1


“Ibumu, yang juga merupakan novelis terkenal, tiba-tiba dikabarkan menghilang. Ayahmu, yang merupakan arsitek terkenal, tiba-tiba masuk rumah sakit panti jompo.”


Pria itu malah memancing amarah Ella dengan perkataannya, yang membuat Ella lebih marah lagi dan kembali akan mencekiknya.


Akan tetapi, Michael masih tetap menggenggam tangan Ella, agar Ella tak melakukan apa pun pada lelaki itu.


Pria itu pun mendekat dan berbisik pada Michael,


“Bagaimana dengan nasibmu nanti anak muda? Setiap orang yang berurusan dengan wanita ini, akan memiliki akhir yang selalu buruk. Ingat itu!”


Pria itu pun pergi meninggalkan Ella dan Michael.


“Lepaskan tanganku!”


“Tidak! Jangan pergi! Tak akan kulepaskan.”


Michael tetap menggenggam tangan Ella, agar Ella tak melakukan hal yang nekat.


Ella tersenyum dan,


“Kau menyukaiku? Kau yakin mau mengurusku? Kau pikir bisa menghadapiku yang seperti ini? Kau tak berhak menghalangiku! Lepas!”


Ella berhasil melepaskan tangannya dari genggaman Michael, lalu pergi menyusul pria yang telah pergi, setelah memancing emosinya.


Michael menghela nafas panjang dan berhenti sejenak. Ia pun bergegas berlari menyusul Ella yang sedang menemui pria gila itu.


Terlihat pria itu sedang menuruni tangga dan Ella yang menyusul dari belakang.


“Hei, hidung belang!”

__ADS_1


Pria itu berhenti menuruni anak tangga, saat Ella memanggilnya. Dia mendekati perempuan itu dengan tenang.


__ADS_2