
Jane yang melihat itu, langsung pergi dari sana, meninggalkan Ella, dan berpura-pura tak mengenalnya.
Ella pun mengikuti Jane keluar rumah sakit, hingga halaman.
Disana, Ella menghentikan Jane yang terus berjalan pergi, setelah Jane selesai bekerja dengan shifnya.
“Hei!”
Jane pun menghentikan langkahnya, saat Ella memanggil.
Ella berjalan cepat mendekati Jane, lalu berdiri tepat di depan Jane.
“Apa maksudmu? Kau mau kita berpura-pura tidak mengenal satu sama lain? Terlihat jelas di wajahmu.”
Ella mengeluarkan rokoknya dari kantong, lalu menyulutnya dengan api.
“Ya. Memang itu yang kumau, jika memungkinkan.” jawab Jane.
“Tentu saja. Itu soal mudah bagiku.”
Ella menghisap rokoknya dan menghembuskannya ke wajah Jane.
“UHUK!!! Bagaimana kau bisa mengenal Michael?”
“Kenapa? Kau penasaran, aku bisa mengenalnya? Hahahaha. Aku sendiri juga tak mengerti. Bagaimana caramu menjelaskan suatu hubungan hanya dengan satu kata?”
“Tiap pertemuan yang kami lalui terlampau dramatis dan hampir menyerempet maut.”
“Tiap pertemuan, aku dan dia selalu menunjukkan sisi yang tak terduga.”
“Kebetulan seperti itu terus-menerus terjadi hingga kami seperti sekarang. Menurutmu, apa sebutan untuk hubungan itu?”
Jane hanya diam saja, saat Ella menjelaskan kisahnya dengan Michael.
“Terlalu klise untuk menyebutnya sebuah takdir. Bukankah begitu?”
__ADS_1
Jane hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
“Baiklah. Aku pergi dulu.”
Jane pun bergegas pergi dari sana meninggalkan Ella.
Ella hanya tersenyum, karena ia juga mengetahui, bahwa Jane juga menyukai Michael.
Saat Ella telah kembali masuk ke dalam mobilnya, ia melihat Michael yang baru saja keluar dari rumah sakit.
Ella bergegas menyetir mobilnya untuk menghampiri Michael yang sedang berjalan meninggalkan rumah sakit.
*CIIIT!!!!
Mobil Ella berhenti tepat di samping Michael.
“Naiklah!”
Michael yang melihat Ella malah mengeluarkan ponselnya, lalu menelpon seseorang.
*TIIN
*TIIN
*TIIN
Ella malah memainkan klakson mobilnya, untuk mengganggu Michael yang sedang menelpon.
*TIIN!!!!!!!!
*TIIN!!!!!!!!
*TIIN!!!!!!!
“SIAL!”
__ADS_1
Michael segera mematikan ponselnya saat Ella semakin menjadi memainkan klakson mobil.
“Jangan buang waktu. Naiklah! Ayo makan daging denganku. Aku sudah lapar sejak pagi.”
“Kau makan saja sendiri. Aku ada janji makan malam.” jawab Michael.
“Hmmm. Begitukah? Kau mau makan dengan Marco, kakakmu? Sempurna. Aku mau menemui penggemarku hari ini? Bagaimana? Kakakmu pasti senang bertemu denganku.”
Ella merayu Michael dengan Marco yang menjadi penggemar Ella.
Michael pun menghela nafas panjang, lalu mendekat ke jendela mobil Ella dan,
“Mungkin cara merayumu berhasil untuk orang lain, tapi tidak untukku.”
“Oooo. Kau mau jual mahal denganku? Wahhh. Pasti akan sangat menyenangkan. Kita lihat, apakah kau akan menyerah atau tidak.”
Michael pun melotot menatap Ella yang malah berkata, bahwa Michael jual mahal.
“Baiklah. Oke. Jangan melotot seperti itu. Kubiarkan kau lolos untuk hari ini. Namun, jika lain kali kau jual mahal, aku akan menculikmu!”
*BREMMM
Ella menyalakan mesin mobilnya dan pergi meninggalkan Michael.
Michael hanya terus berjalan menuju halte untuk kembali pulang.
Sebelum kembali pulang, Michael mampir di sebuah minimarket untuk membeli beberapa makanan yang akan dibawa pulang.
Di minimarket, ia tak sengaja bertemu Jane yang juga berbelanja di sana.
Mereka berdua pun berbelanja bersama dan kembali bersama menggunakan mobil Jane.
Setelah sampai di halaman rumah Jane, Jane mematikan mobilnya, lalu turun membawa barang yang sudah dibelinya bersama Michael.
“Ku kira kau akan makan dengan Penulis Ella.”
__ADS_1