ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Tangan Kanan Sang Monkfish II.


__ADS_3

“Namun apakah kamu juga sakit? Mengapa suaramu seperti orang sakit ?” tanya Marco dengan polosnya


“Kak, tolong peluklah aku sekali saja” pinta Michael pada Marco


Marco memeluk Michael sambil menepuk punggung adiknya itu, seperti seorang ibu yang sedang menenangkan anaknya yang sedang sedih.


“Kak aku sangat takut” ucap Michael


“Kau takut ? Kau takut karena kau seorang adik. Kau tak perlu takut karena aku akan melindungimu. Aku kakakmu. Aku walimu” jawab Marco pada Michael.


“Aku sangat senang, aku sangat senang karena kau adalah kakakku” ucap Michael pada Marco.


Setelah berpelukan cukup lama, akhirnya Marco pamit untuk kembali ke rumah ibu Jane karena hari juga semakin larut.


Michael mengantar Marco dan Jim hingga depan kastil. Saat ia hendak kembali memasuki kastil.


Ia menemukan bungkusan amplop coklat tergeletak di depan pintu kastil. Ia membawanya dan membukanya di dalam kastil.


Setelah ia membuka bungkusan amplop coklat itu, ternyata isi di dalamnya adalah sebuah buku dongeng anak-anak bersampul hijau tua.


“Tangan dan Sang Monkfish.” Dia membaca buku itu. Ia membuka lembaran demi lembaran.

__ADS_1


“Dahulu kala, lahirlah bayi perempuan yang cantik dari keluarga kaya raya. Sang ibu sangat mencintai anaknya yang cantik dan berkulit putih bagai bunga magnolia.


Sang ibu bahkan bersumpah dan menjanjikannya matahari dan bulan. Sang ibu sangat senang ketika melihat perkembangan anaknya.


Anaknya mulai makan dan sang ibu menyuapinya. Sang ibu berlari menghampiri anaknya ketika melihatnya mulai berjalan.


‘Anakku, ibu akan menggendongmu. Ayo cepat naik ke punggungku.’


Sang ibu melakukan semua yang terbaik untuk membesarkan anaknya dengan sempurna, lalu dia berkata,


‘Anakku yang kucintai, ibu harus beristirahat. Mulai sekarang tolong sediakan aku makanan.’


‘Kalau begitu tolong gendong aku, anakku. Kakiku sakit.’


Anak itu berkata ‘Ibu, aku tak punya kaki, karena aku tak pernah menginjak tanah, karena kau terus menggendongku. Namun aku memiliki mulut yang sangat besar.’


Kemudian ia membuka mulutnya yang sangat besar. Sang ibu marah dan membentaknya.


‘Setelah kuperhatikan, kau bukan anakku yang sempurna. Kau hanya monkfish bermulut besar tak bergun. Kau adalah kegagalan yang hanya bisa menerima dan tak bisa memberi apapun.’


Sang ibu membuang anaknya ke laut. Setelah hari itu cuaca buruk dan badai menerpa, para pelaut sering mendengar suara tangisan anak itu.

__ADS_1


‘Ibu.. ibu.. apa salahku ? Tolong, tolong bawa aku kembali. Tolong.’


Ceritanya tamat. Namun Michael menemukan sebuah tulisan tangan di belakang buku itu.


‘Buku ini satu-satunya karyamu yang gagal, tapi ini buku yang paling aku suka. Karena kau seorang penulis, kau juga pasti tahu. Semua yang gagal harus dibuang.’


Begitulah kata yang ditulis pada akhir buku itu.


Di sisi lain, Ella sedang duduk di kamarnya, membuka sebuah amplop coklat, kemudian ia menelepon seseorang.


“Sudah lama tak berbicara, aku ingin membayar utangku kepadamu. Setelah sekian lama, aku akan membuatmu memegang pena lagi.”


 ***


Pagi ini media sosial dihebohkan dengan berita akan rilisnya jilid terakhir novel “Penyihir dari Barat”.


Feli dan Tom yang mulai kebingungan karena banyak media yang meneleponnya dan menanyakan akan kebenaran hal itu.


Di sisi lain, Marco mendapat telepon dari seseorang.


“Marco, bisakah kau keluar sebentar. Aku kepala perawat, Rose, ingin berbicara sebentar denganmu” ucap seseorang di seberang sana yang ternyata adalah Rose.

__ADS_1


__ADS_2