ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Dulu Di Sebuah Kastil Hutan.


__ADS_3

Terlihat Ella yang masih berada di mobilnya dan mengendarainya menuju suatu tempat.


Sepertinya, Ella akan kembali menuju rumah lamanya yang terletak jauh di dalam hutan rimba di kota itu.


Sudah lama Ella tak pernah kembali ke rumah itu selama puluhan tahun, sejak ayahnya sudah pikun dan sakit-sakitan.


Beberapa saat kemudian, Ella telah sampai di sebuah hutan yang sangat gelap.


Mobil Ella memasuki hutan itu dan terus menyusuri kedalam.


Beberapa ratus meter setelah memasuki hutan, mobil Ella berhenti di depan sebuah pagar besi.


Ia membuka gembok dari pagar besi yang telah dipenuhi oleh tanaman liar dan memasuki halaman rumahnya.


Rumah itu terlihat sangat megah dan luas. Hanya saja umurnya yang sudah terlihat tua dan tak pernah ditinggali oleh siapapun.


Hanya ada sarang laba-laba yang memenuhi dinding dan tanaman liar yang mulai masuk ke dalam halaman rumah.


Ella terus berjalan untuk memasuki rumah itu.


Rumah itu lebih terlihat seperti kastel yang terkutuk. Dulunya, rumah itu dibangun oleh ayah Ella untuk merayakan kelahirannya.


Dan agar ibu Ella yang juga seorang penulis, dapat menulis dengan fokus dan tenang, itu alasan mengapa rumah itu dibangun oleh ayah Ella di dalam hutan belantara.

__ADS_1


Rumah itu juga sempat mendapat penghargaan, karena arsitekturnya yang megah. Namun, sekarang rumah itu sudah rusak dan berhantu.


Walau Ella atau keluarganya menjual rumah itu saat ini, mungkin takkan ada yang mau untuk membelinya walau dengan harga yang murah.


Hanya beberapa orang yang mengetahui keadaan Ella, termasuk Tom salah satunya.


Dan hanya Ella yang mengetahui, selain ibu nya seorang penulis, ibunya juga seorang psikopat, yang akhirnya sifat itu turun kepada Ella.


Ella pun tepat sampai di depan pintu rumah miliknya.


*BRAAAKKK!!!!


Ella membuka pintu rumah itu dengan keras, hingga terbentur dinding rumah.


Ella berhenti sejenak di ruang tamu dan melihat sekelilingnya.


Ia mengeluarkan ponsel dan menyalakan senter dari ponselnya, untuk menerangi ruangan.


Ruang itu terlihat sangat luas dan megah, ala-ala bangunan tua zaman dahulu.


Banyak lukisan yang sudah diturunkan dan tertutup oleh kain, yang sudah dipenuhi oleh sarang laba-laba.


*NGIIIKK

__ADS_1


*GLEEK


Pintu rumah Ella tertutup akibat angin malam yang berhembus kencang di hutan itu.


Tanpa menghiraukan itu, Ella bergegas menaiki tangga dan menuju kamar yang ia tempati dahulu.


Sesampainya Ella dikamar, ia melihat semua barang yang ada di kamar itu telah ditutup oleh kain putih, termasuk kasurnya sendiri.


Ella membuka jendela kamar itu, agar sinar bulan membantu menerangi tanpa harus menggunakan senter di ponsel.


Kemudian, Ella menarik kain yang menutupi kasurnya, lalu membuangnya keluar dari jendela.


Ella melepas semua pakaiannya, menyisakan bra dan CD yang masih ia kenakan.


Ella beranjak ke tempat tidurnya dan menarik selimut, lalu tidur sendirian di rumah yang terletak di tengah hutan.


Beberapa menit kemudian, Ella sudah tertidur pulas di kasurnya dengan selimut yang menutupi tubuhnya dan jendela yang terbuka.


Di pertengahan tidurnya yang nyenyak, Ella terbangun dari tidurnya. Ella dapat membuka matanya, tapi tak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali.


Ella sadar ia terbangun, tapi tetap tak bisa menggerakkan semua tubuhnya, walau ia telah berusaha sekuat tenaga.


Ella melihat bayangan ibunya dari atap kamarnya, lalu bayangan ibunya berkata,

__ADS_1


“Dahulu kala di sebuah kastil dalam hutan, hiduplah seorang putri yang terlelap sekian lama.”


__ADS_2