ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Astaga…! Menyeramkan Sekali!


__ADS_3

Tom pun yang kaget mendengar pintu mobilnya dipukul , langsung bangun seketika.


Tanpa sepatah kata, Ella bergegas masuk kedalam rumahnya.


Begitu pun dengan Tom yang langsung keluar dari mobil, dan mengikuti Ella memasuki rumah.


“Astaga. Menyeramkan sekali.”


Tom sangat merinding ketika memasuki rumah Ella yang terletak di tengah-tengah hutan.


“Kenapa kau kemari?” tanya Ella.


“Astaga. Rumah ini tidak layak untuk ditinggali. Mana bisa kau menulis karya baru di rumah ini, Ella?”


“Ella. Ayo ikut denganku kembali ke Texas.”


Ella hanya diam dan melangkah menuju ruang tamu, untuk duduk bersama Tom.


Di ruang tamu Ella, semua perabotnya pun masih tertutup dengan kain putih, karena lama tak digunakan, termasuk kursi yang sedang Ella dan Tom duduki.


“Dengarkan aku, Ella. Kau bisa menulis karya baru sambil menikmati fasilitas hotel atau apartemen yang sangat mewah.”


Tom terus membujuk Ella agar ia mau kembali ke Texas.

__ADS_1


“Belum lama sejak diberitakannya isu menghilangnya diriku…..”


“Astaga. Aku juga, kau bukan hanya sekedar penulis, tapi juga selebritas. Jika kau terlalu lama menghilang, publik akan segera melupakanmu,” Tom memotong ucapan Ella.


“Kau tak tahu betapa cepat mereka melupakan? Semuanya terlupa dalam sekejap, jika kau tak muncul kembali.”


“Aku tak mau pergi dari sini, Tom. Aku mau bermain di sini.”


Ella tetap kekeh dengan perkataanya, ia tak mau jika harus kembali ke Texas.


“Ella, bisakah kita bermain di Texas saja? Kau tak seharusnya berada di sini. Kau pasti tahu. Di rumah ini ibumu….”


Tom langsung menutup mulut dengan tangannya, saat keceplosan akan mengatakan ibu Ella.


“Kalau begitu, kau saja yang tinggal di rumah ini bersamaku.”


Tom bergegas pergi meninggalkan rumah itu, karena ketakutan, jikalau Ella akan marah, dan takut dengan suasana rumah yang terlihat seperti rumah hantu.


***


Keesokan harinya di rumah sakit OLDER, Anggota Dewan Robert yang mencalonkan diri sebagai kandidat walikota, mendatangi rumah sakit bersama para krunya.


Sepertinya mereka ingin melabrak Ella dan Michael yang telah merusak kampanye-nya tempo hari.

__ADS_1


Robert dan para krunya pun langsung menuju ruang direktur Rumah Sakit untuk meminta pertanggung jawaban.


*KLEKKK!!!


Salah satu kru Robert pun membuka pintu ruang direktur.


Robert pun memasuki ruangan itu, dengan para pengawal dan kru yang berjaga di luar ruangan.


Direktur yang melihat Robert memasuki ruangannya dengan senonoh hanya diam dan menyuruh Robert untuk duduk bersama.


“Silahkan duduk, Tuan Robert.”


Robert pun duduk di sofa ruangan direktur dan memulai percakapan,


“Wanita yang menculik anak gila dan membawanya ke kampanyeku, perawat yang bersekongkol dengan wanita gila itu, juga direktur rumah sakit yang gagal mengatur mereka.”


“Kalian sudah benar-benar merusak reputasiku. Kalian harus berlutut minta maaf di hadapanku. Bawa mereka kemari!”


Robert menyuruh para kru dan pengawalnya untuk memanggil Michael dan Ella.


Para perawat lain pun mulai mencari Michael dan memberitahukan, bahwa Robert sedang mencarinya di ruang direktur.


Michael yang mendengar Robert mencarinya, bersikap tenang, lalu mendatangi Robert di ruang direktur.

__ADS_1


Sebelum memasuki ruang direktur, Robert bertemu kembali dengan salah satu kru Robert yang ia pukul tempo hari, yang juga ikut mengawal Robert di rumah sakit.


“Hahaha. Kau lihat? Apa kubilang? Kau akan tamat,” ucap salah satu kru yang dipukul oleh Michael.


__ADS_2