ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Makanlah, Aku Memaafkanmu!!!


__ADS_3

Ia keluar menuju balkon untuk menghirup udara segar sembari melihat ponselnya.


“Mengapa Michael tak menghubungiku sama sekali ? Apakah mereka masih bertengkar ?” gumam Marco.


Jane merasa khawatir kepada keadaan Ella, sejak semalam ia mengirimkannya pesan teks namun tak kunjung ada balasan dari Ella. Ia mencoba meneleponnya pagi ini, dan sama, tak ada jawaban darinya.


“Apakah aku harus mengunjungi Ella di rumahnya ?” ucap Jane pada dirinya sendiri.


Michael masih berada di kastil Ella. Ia mengetuk pintu kamar Ella.


“Ella, tolong buka pintunya” ucap Michael.


Tak lama kemudian terbukalah pintu kamar Ella. Michael melihat wajah Ella yang sangat Lelah dan tampak pucat.


Ella berjalan menuju ranjangnya dan diikuti oleh Michael. Ella duduk di ranjangnya.


Michael membuka suara, ia mencoba menjelaskan sejak kapan ia mengetahui bahwa ibu ella adalah pembunuh ibunya.


“banyak kejadian aneh yang terjadi pada ayahmu, pada saat itulah aku mengetahui bahwa ibumu masih hidup” jelas Michael pada Ella

__ADS_1


“Dia adalah kepala perawat di Rumah Sakit Older, Rose.” sambung Michael.


“Apa ?” tanya Ella kaget


“Rose menghilang setelah menggambar kupu-kupu pada mural Marco” imbuh Michael.


“Tidak mungkin, tidak mungkin dia ibuku. Meskipun sudah 20 tahun berlalu dan dia mengganti seluruh wajahnya sekalipun, mustahil aku tak mengenalnya” ucap Ella menyanggahnya.


“Bahkan ayahmu dan direktur rumah sakit-pun, yang telah lama mengenalnya tak sadar sama sekali” tambah Michael.


“Tidak mungkin. Bahkan bros kupu-kupu yang aku letakkan di kamar bawah tanah juga menghilang, berarti ibu pernah kemari. Ia berada di samping ayah dan juga di samping kita. Dia menyaksikan semuanya” ucap Ella


“Ella, aku tidak akan meninggalkanmu sendirian di sini. Aku janji akan melindungimu” tegas Michael pada Ella.


“Tidak! Kau tak bisa melindungiku. Kumohon pergi dari sini dan lindungi Marco. Pergi dari sini! Kumohon!” teriak Ella sambil mendorong Michael agar pergi dari kastilnya.


“Pergilah Michael, Pergi ! Pergi dari sini” teriak Ella berkali-kali sambil menangis pada Michael dan mendorong Michael agar menjauh.


Michael langsung memeluk Ella, Ella terus memberontak, hingga pelukan Michael semakin erat. Ella menangis sambil memukul-mukul dada Michael agar ia pergi dari kastilnya.

__ADS_1


“Pergilah Michael, kumohon! Ini permintaanku” ucap Ella sambil terisak di dalam pelukan Michael.


Marco terus menghubungi Michael berulang kali, namun tak ada jawaban. Ia terus berusaha menghubungi adiknya karena merasa khawatir. Tak lama kemudian Michael mengangkatnya.


“Apakah Ella baik-baik saja ? Apakah dia masih marah ? Apakah kalian belum berbaikan ?” tanya Marco tampak khawatir pada Ella.


“Ella sedikit sakit” jawab Michael dari seberang sana. Suaranya terisak menahan tangis.


Marco yang mendengar suara Michael hendak menangis bertanya


“Apakah kau menangis, Michael ?” tanya Marco khawatir


“Tidak, kak. Aku baik-baik saja. Ella juga akan baik-baik saja. Kau tak perlu cemas pada kami” jawab Michael sembari menutup ponselnya.


Marco yang merasa ada hal aneh pada adiknya kemudian berniat untuk mengantarkan makanan pada adiknya. Ia meminta izin kepada ibu Jane.


“Biar aku saja yang mengantarkan makanannya. Bu tolong buatkan bubur untuk orang sakit” ucap marco kepada ibu Jane.


Tak lama kemudian sampailah Jim dan Marco di kastil Ella. Marco dengan tergesa-gesa membawa makanan itu menuju kastil.

__ADS_1


Marco langsung menuju kamar Ella dengan membawakan bubur.


__ADS_2