
Saat mendengar ucapan kakaknya, Michael kembali mengingat kejadian yang menimpa Ella tadi malam.
Ella terus merengek dan menangis seperti anak anjing, saat ia ketakutan.
Michael pun tersenyum dan merangkul kakaknya.
Sesampainya mereka di halte, dekat restoran Jim berada, Michael berpamitan pada Marco untuk pergi ke suatu tempat.
Michael juga akan pulang lebih dulu dan tak bisa mengantar Marco pulang.
Michael beralasan pada kakaknya, agar ia tak bertemu dengan Jim, yang mana jika Jim melihat Michael, Jim akan memakinya karena telah berpindah ke rumah Ella.
Michael pun bergegas pergi ke apotik untuk membelikan obat untuk Ella.
Setelah mendapatkan obat, Michael bergegas kembali ke kastel dan memberikannya pada Ella.
Singkat cerita, Michael telah kembali ke kastel Ella.
Michael melihat dari luar jendela kamar Ella, terlihat Ella yang masih berada di tempat tidurnya, dan belum beranjak sama sekali sejak pagi.
Michael pun membuka pintu kamar Ella dan memberikan obat yang telah ia beli.
“Ini untukmu. Obat penurun panas.”
“Aku sering mengkonsumsi obat, hingga kecanduan obat-obatan.”
Ella mengambil obat dari tangan Michael dan melemparnya ke kasur.
__ADS_1
“Kau tak bisa menyembuhkanku dengan obat.”
“Baiklah. Ayo cari udara segar. Berikan kunci mobilmu. Aku yang akan menyetir.”
Ella pun kaget saat Michael mengajaknya keluar untuk pergi berjalan-jalan.
Dengan senang hati, Ella memberikan kuncinya pada Michael, lalu beranjak mandi dan mengganti pakaiannya.
Dalam perjalanan, Ella membuka kaca jendela mobilnya, dan menghirup udara segar.
Ella terlihat sangat senang sekali, akhirnya Michael mau mengajaknya berkencan bersama.
“Aku sangat menyukai idemu, untuk ini,” ucap Ella.
“Kau mau pergi kemana?” tanya Michael.
“Hotel, villa, atau manapun itu. Kita bisa menginap bersama disana.”
“Aku mau makan tubuhmu di villa.”
Michael pun menarik nafas panjang dan menghentikan mobilnya di tepi jalan dan,
“Mau sampai kapan kau seperti itu? Kau bukan anak kecil lagi.”
“Baiklah. Aku akan mengikutimu hari ini, kemanapun kau mau mengajakku,” ucap Ella.
Michael kembali menghidupkan mesin mobil, dan menginjak pedal gas untuk menuju suatu tempat.
__ADS_1
Mobil Ella berhenti tepat di sebuah restoran daging di pinggiran kota.
Michael memesan beberapa potong daging sapi, babi dan ayam, untuk di panggang bersama Ella.
Michael mulai mengiris dan memanggang beberapa potong daging untuk Ella.
“Hmmmm. Ini enak. Sepertinya aku tak sakit, tapi kelaparan. Keganasanku akan kembali bangkit. Aku sudah merasa lebih baik,” ucap Ella saat mencoba salah satu potong daging.
Saat Ella akan kembali mengambil daging menggunakan sumpitnya, Michael menahan daging itu menggunakan sendok.
“Itu belum matang.”
“Tak masalah belum matang. Tubuhku sangat panas.”
Ella tetap mengambil daging yang belum matang, dan memakannya.
“Sepertinya, aku tak bisa kenyang dengan makanan. Aku terus merasa lapar. Apa karena aku adalah tong kosong, seperti katamu?” tanya Ella dengan polosnya.
Michael pun merasa bersalah, saat ia mengatakan bahwa Ella seperti tong kosong. Michael pun meminta maaf pada Ella.
“Maafkan aku. Saat itu, aku asal bicara, soal dirimu yang seperti tong kosong.”
“Bukankah aku memang tong kosong?”
“Bukan. Kau bukan tong kosong.”
“Lalu apa, jika aku bukan tong kosong?”
__ADS_1
“Kau.. Kau hanya… Preman mungkin? Hahaha. Makanlah sebelum hangus.”
Michael malah melawak, saat Ella bertanya serius.