ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Tidak Tante! Apa Kau Berkelahi?


__ADS_3

“Tidak, Tante. Bukan seperti itu.”


“Lalu, apa kau berkelahi?”


“Aku.. Aku hanya berdebat dengan kakakku.”


“Berdebat apanya? Kalian berdua pasti berkelahi. Astaga.”


“Marco!!! Jika kau sampai memukul adikmu lagi, aku akan memarahimu, kau mengerti?”


Ibu Jane yang tak tahu jika Marco tak berada di kamar, meneriakinya dari luar.


“Dia tak berada di kamar, Tante?”


“Kemana perginya? Apa dia kabur?”


“Dia berada di rumah Ella.”


Ibu Jane pun menaiki tangga dan duduk bersama Michael di balkon.


Michael pun mulai menjelaskan semuanya pada Ibu Jane, tentang Marco yang diangkat Ella menjadi karyawan.


Ibu Jane pun ikut senang, ketika mendengar Marco menjadi seorang ilustrator bagi penulis terkenal seperti Ella.


“Astaga! Bagus sekali! Berarti sekarang Marco akan menjadi seorang ilustrator?”


“Apa itu bagus menurutmu, Tante?” tanya Michael.


“Tentu saja! Itu bagus sekali. Aku justru ingin berterima kasih pada Ella, karena dia sudah memberikan Marco kesempatan yang bagus seperti ini.”

__ADS_1


Ibu Jane memegang tangan Michael dan,


“Dukunglah kakakmu, Michael. Kau sudah merawatnya sejak ibumu meninggal, sampai sekarang.”


“Kini biarkan dia melakukan keinginannya. Jangan halangi dia untuk melakukan keinginannya, atau menyukai seseorang. Kau takkan bisa menghalanginya terus.”


Michael pun hanya mengangguk dan setuju dengan perkataan Ibu Jane.


Setelah mereka berbicara, Michael memutuskan langsung untuk pergi ke kastel Ella.


Michael pun berpamitan pada Ibu Jane, setelah membereskan semua pakaiannya dan pakaian Marco.


Ibu Jane pun tak ingin membangunkan Jane yang masih tidur, karena takut ia akan uring-uringan sendiri jika mengetahuinya.


Beberapa saat setelah Michael meninggalkan rumah Jane, Jim yang mendengar kabar itu, bergegas pergi ke kamar Michael untuk memastikan kembali.


“Mereka sudah pergi.”


Jim mengeluarkan ponselnya, lalu menelpon Michael, yang mungkin sudah hampir sampai di kastel Ella.


“Hei, kau ingin mati? Apa kau ingin ditusuknya lagi? Aku sudah memperingatkanmu untuk tak mendekatinya. Kenapa kau malah pindah ke rumahnya?”


“Kau sudah hilang akal? Kau sudah gila? Sebelum kau semakin gila, cepat kembali sebelum kau sampai, dan ajak Marco juga.”


Jim pun keluar dari kamar Michael dan berteriak di balkon, dengan mendekatkan ponsel ke mulutnya agar Michael mendengar.


“CEPAT KEMBALI KEPADAKU! KUMOHON PADAMU, MICHAEL!!”


Teriakan Jim pun terdengar Ibu Jane, hingga membangunkan Jane yang masih tidur.

__ADS_1


“Astaga! Dasar mulut rombeng!”


Ibu Jane pun bergegas ingin mencegah Jim agar tak melakukan hal bodoh lagi.


Saat akan mendatangi Jim, Jane keluar dari kamar dan memanggil ibunya.


“Ibu!!!”  Ada apa dengan Kak, Jim? Apa dia sudah mabuk?” tanya Jane.


“Itu.. Sebenarnya…”


Akhirnya, Ibu Jane pun berkata yang sesungguhnya, mengenai kepergian Michael dan Marco dari rumah itu.


Jane yang mendengar kabar itu, sangat marah dan kembali ke kamarnya, lalu menangis dan uring-uringan di atas kasur.


Jane sembunyi di balik selimutnya dan memukul kasur menggunakan guling dan bantal.


“Haaaaaaaaaa…… SIAL!!!”


“Dasar kau wanita ******!”


“Ella!”


“AKU AKAN MEMBUNUHMU!!!!!” Jane pun ikut berteriak dengan keras dari kamarnya.


***


*DOK DOK DOK!!!


Di kastel Ella, terlihat Marco yang baru bangun tidur di balik pintu, karena mendengar pintu yang diketuk.

__ADS_1


Marco pun membuka pintu, dan melihat Tom dan Feli yang sedang berdiri tepat di depan pintu.


__ADS_2