
Michael menurunkan ponselnya dan…
“Tunggu disini sebentar, aku akan menjawab telepon dari seseorang. Makanlah, jika dingin sudah tak enak lagi.”
Michael pun berdiri dan berjalan keluar dari supermarket untuk berbicara dengan orang yang menelponnya.
Ella yang ditinggal Michael pun sangat kesal, lalu menarik nafas sedalam-dalamnya dan menghembuskannya kembali.
“Sial. Kenapa aku harus memakan makanan sampah ini. Dia benar-benar pelit. Tak masalah jika miskin, tapi jangan pelit.”
Ella bergumam sendirian, saat Michael telah keluar dari supermarket.
Di luar supermarket, Michael sedang menerima telepon yang ternyata, Tom lah yang menelponnya.
“Kenapa menelponku? Apa keadaan terkendali? Baguslah kalau begitu.” Tom malah memberikan pertanyaan yang tak jelas.
“Apa maksudmu?! Apa kau gila?”
Michael kebingungan, karena Tom malah bertanya sebaliknya.
“Pak Michael. Aku bertanya hanya untuk berjaga-jaga. Apa penulis Ella pernah mengatakan sesuatu, bahwa kau cantik, dia menginginkanmu, atau perkataan serupa itu?”
Michael hanya diam saja, saat ditanya oleh Tom.
“Astaga. Aku sangat yakin dia pasti bilang begitu.”
“Memangnya kenapa?” tanya Michael.
__ADS_1
“Dengarkan aku baik-baik. Saat dia bilang menginginkanmu, sama artinya di sedang lapar.”
Michael pun melihat Ella dari balik kaca supermarket.
“Dengan kata lain, dia akan melahapmu hidup-hidup,” lanjut Tom.
“Lalu? Kenapa itu penting bagiku?” tanya Michael yang masih melihat Ella dari kaca supermarket.
“Kita sedang dalam keadaan yang sangat darurat. Buku terbarunya dilarang beredar, dia tak seharusnya bersantai bersamamu di sana. Dia harus menulis buku baru.”
Michael pun masih tak mengerti harus berbuat apa, atas apa yang telah dikatakan oleh Tom.
“Baiklah, Pak Michael. Apa pun yang terjadi, aku akan menyeret Ella kembali ke Texas. Tolong tetap hidup sampai… Maksudku….”
“Kau harus bertahan dengannya sampai saat itu. Semoga beruntung.”
Tom pun mematikan sambungan teleponnya.
“Siapa itu?” tanya Ella.
“Pihak Rumah Sakit.”
“Kenapa? Apa mereka memintamu kembali? Atau mau memecatku?”
*SLURRRPPP
Michael malah memakan mie yang sudah mulai dingin dan mengabaikan pertanyaan Ella.
__ADS_1
“Ku pandai sekali mengabaikan orang. Sangat pandai.”
Begitupun Ella yang akhirnya ikut memakan mie instan, karena dipaksa oleh keadaan.
“Kudengar, buku barumu dilarang beredar. Apa itu benar?”
Akhirnya Michael bertanya pada Ella.
“Buku yang mana? Apa judulnya? ‘Kisah Hidup Zombie’?” tanya balik Ella.
“Apa karena perbuatanmu untuk kakakku waktu itu, hingga bukumu dilarang beredar?”
“Kau tenang saja, Michael. Mengumpat dan menjambak tak akan membuat buku yang kubuat dilarang beredar, apa lagi bangkrut. Aku menulis ribuan buku selama beberapa tahun.”
“Hanya saja, buku yang berjudul ‘Kisah Hidup Zombie’ memiliki ilustrasi dan konten yang terlalu kejam. Dasar manusia bodoh. Mereka tak bisa melihat pesan tersembunyi di baliknya.”
Ella malah mengumpat saat ia sedang makan.
“Apa pesan moralnya?” tanya Michael yang penasaran.
“Baca saja sendiri. Aku penasaran dengan opinimu tentang itu.”
“Apa kau bercanda? Aku sudah terlalu tua untuk membaca buku dongeng.”
“Astaga. Ayolah. Usiamu sangatlah pas. Masih banyak penggemarku yang jauh lebih tua darimu.”
“Memangnya berapa usiamu?” tanya Michael.
__ADS_1
“Aku? Aku masih sangat kecil, Michael. Walau secara umur kau lebih tua dariku, tapi menurutku kau jauh lebih muda dariku, jika dilihat dari sisi lain.”
“Kenapa kau bisa berkata seperti itu?”