ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Tubuhmu Terlihat Sangat Lezat!


__ADS_3

“Bagian belakang tubuhmu terlihat sangat lezat. Maksudku sangat menawan, bukan lezat. Maaf, aku salah bicara.”


Ella terus mengoceh saat Michael sedang mencuci piring.


“Cepat berdiri! Kuberi kau ongkos taksi. Pulanglah!”


Michael membersihkan tangannya dan mendekat pada ELla yang sedang berbaring bermalas-malasan.


“Tak mau. Aku mau tidur di sini.”


Ella malah memeluk bantal dan guling semakin erat dan tak mau beranjak dari sana.


“Kau tak bisa seenaknya disini.”


Michael berusaha menarik kasur lantai yang dipakai Ella.


“Aku tak mau. Terserah aku.”


“Cepat berdiri!”


“Tak mau! Aku mau disini!”


“Kau mau kuseret?”


“Bukankah kau sendiri yang membawaku kemari?”


“Aku hanya membawamu kemari untuk makan dan mengganti baju, bukan untuk tidur. Cepat berdiri!”


“Seharusnya kau menidurkanku!”


Ella terus berusaha menahan kasur, bantal dan gulingnya, agar tak diambil oleh Michael.


“Kau bukan bayi lagi. Cepat berdiri lalu pulanglah!”


“Lepaskan, atau aku akan teriak!”


“KAK!!!”


“KAK MARCO!!!!”


*SEPPPP!!!


Michael menutup mulut Ella menggunakan tangannya, agar tak berteriak lebih keras lagi.


“Sobat! Ayo makan bersama!”

__ADS_1


Terdengar suara Jim yang memanggil Michael dari luar kamar.


Michael pun bergegas keluar dan menghalangi Jim agar tak masuk ke dalam kamarnya.


*BRAKKK


“Astaga… Kau mengagetkanku. Kenapa kau keluar?”


Jim terkejut saat Michael membuka pintu kamarnya dengan keras.


“Maafkan aku, Jim.”


“Astaga. Ada apa denganmu? Kenapa kau berkeringat seperti ini?”


“Kamar… Kamarnya sangat panas. Panas sekali. Apa kau tak merasa kepanasan?”


Michael terbata-bata dan berusaha mencari alasan, agar Jim tak mencurigainya.


“Apa kau gila? Kau mengalami andropause? Tingkahmu aneh sekali hari ini. Astaga. Ayo masuk!”


Jim pun kembali berjalan dan akan memasuki kamar Michael.


*BRAKKK!!!


Dengan cepat Michael menutup pintu kamar dengan menendang pintu yang membuat Jim kembali terkejut.


“Aku.. Aku sudah selesai makan, Jim.”


“Kau yakin? Secepat itu?”


“Kau makan saja sendiri, Jim. Cepat turun kembali dan makanlah makananmu sebelum dingin. Cepat turun.”


Michael merangkul Jim agar ia cepat turun dan tak memasuki kamar.


“Kau mencurigakan sekali. Kau bahkan meninggalkan Marco yang masih sembunyi di kamarku.”


“Biarkan Marco bersamamu, Jim. Aku menitipkannya padamu.”


“Apa yang kau sembunyikan?”


*DUK DUK DUK!


“Hei!


Michael menarik rambut Jim yang masih penasaran dan berusaha masuk ke kamar Michael.

__ADS_1


“Aduhh!!! Xixixixi”


“Jim! Hati-hati, Jim. Maafkan aku.”


Michael langsung melepas tangannya yang tak sengaja menarik rambut Jim karena takut ketahuan.


“Astaga. Kau mau main kasar denganku? Hahahaha. Kau tega sekali padaku.”


“Tidak, Jim. Maafkan aku.”


“Apa yang kau lakukan baru saja? Kau menarik rambutku?”


“Tidak, Jim. Aku tak sengaja menarik rambutmu. Aku sungguh minta maaf.”


“Hahahaha. Kau mengenalku bukan? Kau pasti tahu.”


“Ya, aku sangat mengenalmu, Jim.”


“Kau harus hati-hati padaku, Michael.”


Jim pun turun menuruni anak tangga dan tersenyum-senyum sambil tertawa pada Michael yang masih merasa bersalah karena menjambak Jim.


Saat melihat Jim sudah turun, Michael kembali berjalan memasuki kamarnya.


*DOK DOK DOK!


“Buka pintunya! Biarkan aku masuk. Bolehkah aku masuk?”


Saat Michael akan kembali masuk, ternyata Ella mengunci pintu kamar Michael dari dalam.


“Tentu, asal aku bisa tidur disini,” jawab Ella dari dalam.


“Buka pintunya dahulu, setelah itu kau….”


“Tidak. Pasti kau akan mengusirku jika kubuka.”


“Tidak. Aku tak akan mengusirmu. Percayalah padaku.”


“Sungguh?”


“Ya. Sungguh. Buka pintunya lebih dulu.”


“Baiklah. Tunggu sebentar.”


*BRAK!!

__ADS_1


“Sudah.”


__ADS_2