ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Dia Akan Mati Tertusuk Jarum!


__ADS_3

“Dia akan mati tertusuk dengan jarum pentul.”


“Di hari Sang Putri dilahirkan, munculah seorang penyihir dan mengutuk putri tersebut.”


“Raja mencoba menghindari kutukan Sang Putri dengan membakar seluruh jarum pentul di negeri itu.”


“Pada akhirnya, Sang Putri terlelap akibat tertusuk duri mawar yang diberikan oleh penyihir yang menyamar.”


Ella yang hanya terbaring dan tak bisa menggerakkan tubuhnya, melihat dan mendengar semua yang dikatakan oleh bayangan ibunya itu.


“Moral yang bisa dipetik dari kisah ini adalah, kau tak akan pernah bisa lari dari takdir.”


“Hanya ciuman dari seorang pangeran, yang bisa menghilangkan kutukan Sang Putri.”


“Namun, jangan terlalu berharap dengan itu.”


Bayangan itu mendekat pada Ella dan berbisik di kupingnya,


“Karena, aku akan membunuh pangeran itu. Hahahahaha.”


Ella yang masih tak bisa menggerakkan tubuhnya hanya meneteskan air dari matanya yang mendengar ucapan dari bayangan ibunya itu.


*WHOOSH!!!!


Bayangan itu menghilang seketika dari kamar Ella, diterpa angin.


Saat bayangan itu menghilang, Ella telah dapat menggerakkan tubuhnya kembali.


Ella beranjak duduk di kasur, dan merintih menangis ketakutan.


Ia teringat perkataan Michael, saat ia tak bisa menahan diri.

__ADS_1


Ella segera memegang pundaknya  sendiri dengan tangan menyilang, lalu menepuk-nepuk pundaknya sendiri.


Saat Ella sudah mulai tenang, dan nafasnya sudah tak terengas-*****, ia menarik nafasnya sedalam-dalamnya dan menghembuskannya kembali, lalu melanjutkan tidurnya.


Ella tidur nyenyak hingga esok hari.


***


*KRIIINGGG!!!!!


Ponsel Ella berbunyi, hingga membangunkannya dari tidur.


Telepon itu dari Tom yang sedari kemarin mencoba menghubungi Ella.


Tom memberi kabar bahwa, Ella mendapat masalah yang besar, akibat yang dilakukannya dengan menjambak wali dari seorang anak, tempo hari.


Tom terus mengeluh, mengatakan, bahwa masalah itu tak bisa diselesaikan.


“Tapi bukan untuk masalah yang satu ini, Ella. Masalahnya ini terlalu besar. Terlalu banyak saksi mata yang melihatmu kala itu dan rumornya pun cepat sekali menyebar.”


“SIAL!!! Kenapa teknologi di negara ini semakin maju dan canggih?”


Tom yang sejak menelpon Ella terus mengeluh tentang masalah yang terjadi.


“Jangan mengeluh begitu, Tom. Kau malah membuatku semakin pusing.”


“Hei! Kau pasti ingin menangis juga rasanya, sepertiku. Asal kau tahu Ella, banyak yang ingin kau didepak dari nominasi penghargaan itu.”


“Apalagi ditambah dengan pemboikotan buku barumu yang….”


“Astaga. Lupakan saja.”

__ADS_1


“Ella. Mari kita kumpulkan para wartawan dan menangis bersama-sama untuk meminta maaf. Kau sangat pintar berakting, bukan?”


“Aku sudah menyiapkan dialog permintaan maaf untukmu, Ella.”


“Gunakan saja Roy. Pria tua bangkak itu.” jawab Ella


“Siapa? Ayahmu? Apa maksudmu, Ella?”


Tom pun kebingungan dengan maksud ucapan Ella.


“Catat perkataanku baik-baik. Kau bisa gunakan ini untuk alasan pada publik.”


“Ella menghilang. Ternyata, dia merawat ayahnya yang sedang mengidap demensia. Akankah dia pensiun?”


“Berikan tanda tanya di akhir kalimat.”


Ella menyuruh Tom menggunakan Roy untuk alasan, menghilangnya Ella.


“Benar juga. Jika penyihir tiba-tiba menghilang saat pengejaran berlangsung…”


“Pintar kamu Ella. Publik pasti akan mencarinya lagi.”


“Astaga, Ella! Kenapa pemikiran kita bisa sama seperti ini? Kita benar-benar partner yang luar…”


*TUUUT!!!


Ella langsung menutup telepon dari Tom, saat Tom masih mengoceh.


Ella pun beranjak dari tempat dan menelpon direktur rumah sakit OLDER.


Ella mengatakan bersedia untuk mengajar para pasien di kelas sastra.

__ADS_1


Setelah menelpon Si direktur, Ella bergegas mandi dan menuju rumah sakit OLDER.


__ADS_2