
Terlihat Ella sudah sangat bosan menunggu Michael, dan mengeluarkan sebatang rokok.
Saat Ella hendak menyulut rokok dengan api, Michael lebih dahulu mengambil dan membuang rokok itu.
“Kita harus pergi.”
“Pergi kemana? Pergi bermain?” tanya Ella.
“Tutup mulutmu dan menyetirlah, aku akan duduk disampingmu. Jangan sampai kau berani untuk ngebut!”
Dengan muka ketusnya, Ella pun memasuki mobilnya, menyusul Michael yang sudah berada di dalam.
Di tengah-tengah perjalanan mereka, Ella memulai percakapan.
“Jika kau tadi tak menaiki mobilku, aku berniat untuk menculikmu.”
“Hhhh. Apa itu hobimu, menculik seseorang?”
“Jujur saja padaku, Michael. Kau pasti iri melihat pria gila tadi yang sangat bersenang-senang, karena dapat meluapkan apa yang ia rasakan.”
“Kau pasti bergumam dalam hatimu ‘Aku juga ingin bersenang-senang sama sepertinya.’ Aku bisa melihat dari raut wajahmu dengan jelas.”
Michael pun hanya diam, saat mendengarkan perkataan Ella.
“Saat kau sudah siap, katakan saja padaku. Aku akan menculikmu dan membuatmu menikmati hidup. Aku yakin kau pasti senang.”
Michael pun memalingkan wajahnya, melihat ke luar jendela dan,
“Lupakan saja.”
“Hahaha. Baiklah. Saat kau terlihat ingin melarikan diri, aku akan melarikan diri bersamamu. Tunggu saja nanti.”
__ADS_1
Ella hanya tersenyum dan tetap fokus menyetir, sesekali memandang wajah Michael.
Saat itu, Musim gugur telah tiba, yang menyebabkan bunga-bunga dan daun berjatuhan, berserakan di jalanan.
Saat mobil yang dikendarai Ella melewati pepohonan, beberapa serpihan bunga yang gugur itu jatuh di mobil Ella.
“Sial. Aku paling benci serpihan bunga kecil yang berjatuhan seperti ini.”
Ella pun menutup jendela agar bunga yang berjatuhan tak masuk ke dalam mobilnya.
Michael hanya menatap Ella dan bertanya-tanya, kenapa Ella tak menyukai musim gugur.
“Aku suka magnolia. Seluruh kelopaknya gugur sekaligus tanpa ragu. Itulah yang kusuka,” lanjut Ella.
Michael hanya tersenyum dan,
“Caramu membuat perbandingan selalu…..”
“Ya, begitulah. Bunga magnolia sangat cocok denganmu.”
“Lantas, bunga apa yang kau sukai?”
“Aku tak suka bunga apa pun. Aku membenci musim semi,” jawab Michael.
“Kenapa begitu?”
“Karena aku harus pindah lagi.”
“Ha? Apa maksudmu?” tanya Ella yang bingung dengan jawaban Michael.
“Sudah. Lupakan saja, dan teruslah menyetir.”
__ADS_1
Raut wajah Ella cemberut seketika, saat Michael tak mau menjawab.
Beberapa saat kemudian, mereka telah tiba di supermarket kecil, di pinggir jalan.
Michael keluar dan berjalan memasuki supermarket itu.
Begitupun dengan Ella yang hanya berjalan mengikuti Michael, masuk ke dalam supermarket.
Michael menuju kursi yang tersedia dan menyuruh Ella untuk duduk dan menunggu.
“Duduklah. Tunggu aku disini. Jangan pergi kemana-mana.”
Dengan raut muka yang ketus, Ella menaruh tasnya di meja, lalu duduk di kursi.
Michael pun mengambil sebuah mie, cepat saji. Ia mengambil dua porsi, dan menyeduhnya menggunakan air panas yang berada di supermarket.
Michael juga mengambil dua botol minuman kemasan untuknya dan Ella.
Saat mieya telah terseduh, Michael kembali ke meja tempat Ella menunggu, dengan membawa makanan dan minuman yang telah dibelinya.
“Aku mengajakmu makan makanan yang enak. Kenapa kau malah mengajakku kemari,” ucap Ella ketus.
“Cepat makan saja. Aku harus kembali dan bekerja. Mau ku belikan nasi kepal?”
“Tidak perlu.” Ella masih kesal dengan Michael yang malah mengajaknya makan di supermarket kecil, pinggir jalan.
*KRIIING!!!
Ponsel Michael berdering, lalu Michael pun mengangkatnya.
“Halo? Iya?”
__ADS_1