ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Jangan Berurusan Dengannya!


__ADS_3

Jim terus mengomel, menasehati sahabatnya sendiri.


“Benar. Aku seharusnya menghindar.”


Michael melihat bekas luka di tangannya, akibat tertusuk oleh Ella.


“Tentu saja. Kau harus menghindar. Jangan pernah berurusan dengannya.”


“Apakah aku harus menjauhinya, Jim?”


“Ya. Itu pilihan terbaik. Jangan pernah mendekatinya lagi.”


“Tapi, Jim… Aku terus lupa.”


“Apa itu?”


“Aku lupa segalanya. Mengenai luka, kupu-kupu, dan bahkan Marco, kakakku sendiri. Terkadang aku melupakan segalanya, saat aku bersama wanita itu.”


“Jadi, tolong ingatkan aku, jika aku telah mulai lupa. Agar aku bisa sadar.”


Michael pun tersenyum pada Jim.


“Baiklah. Aku mengerti. Jangan tersenyum begitu.”


“Kenapa? Apa aku masih terlihat seperti joker?”


“Tidak. Kau seperti Chucky.”


“Hahahahaha.”


Michael tertawa, lalu menuangkan bir untuk Jim.

__ADS_1


Mereka berdua pun menghabiskan botol bir yang masih tersisa, lalu kembali ke rumah bersama.


Di kastel tempat tinggal Ella, terlihat Ella yang telah berada di kamarnya dan bersiap untuk tidur.


Ella berbaring tengkurap sambil memandangi pakaian Michael yang digantung tepat di bawah jendela kamarnya.


Saat Ella teringat dengan ucapan dan perilaku Michael, yang mengembalikan cintanya hanya dengan beberapa lembar uang, Ella beranjak dari kasurnya menuju ke baju yang digantung.


“Kau memberiku uang untuk mengusirku? Apa nilaiku hanya dua ratus dolar? Kau hidup seperti pengemis.”


Ella marah dengan baju Michael yang digantung, lalu menjatuhkannya dan menginjak-injaknya di lantai.


“Murahan! Beraninya kau! Sialan!”


*DUK DUK DUK DUK!


Ella terus menginjak-injak pakaian Michael di lantai, hingga terdengar suara pijakan kaki Ella.


Dengan nafas yang terengal-engal, Ella terus menginjak-injak pakaian Michael.


Sampai dimana Ella mengingat kembali, saat Michael memegang pipinya dan mengatakan “Anak itu hanya butuh kehangatan’, Ella menghentikan perbuatannya dan,


“Sialan!”


Ella menatap pakaian Michael di lantai yang sangat lusuh karena di injak-injak olehnya.


“Dasar plin-plan. Dia sangat membuatku bingung. Apa dia mempunyai dua kepribadian ganda?”


Ella kembali menggantung pakain Michael di bawah jendela, lalu beranjak kembali ke kasurnya untuk istirahat.


Ella tertidur nyenyak hingga keesokan harinya

__ADS_1


***


*DOK DOK DOK!!!!


“Siapa!”


Pagi harinya, Ella terbangun karena suara orang menggedor pintu rumahnya dengan keras


Dengan masih mengenakan pakain tidur, Ella berjalan menuruni anak tangga dan membuka pintu, melihat siapa yang datang sepagi itu.


Saat pintu terbuka, terlihat Tom dan Feli yang sudah berdiri di depan pintu rumah Ella.


“Ella. Kita sudah tamat,” ucap Tom dengan muka melasnya.


“Kenapa dia disini?” tanya Ella pada Tom yang melihat Feli berdiri di balik badan Tom.


Feli pun melangkah keluar dari balik badan Tom dan,


“Aku..Aku telah dijebak oleh Pak Tom, Nona,” ucap Feli yang juga memelas.


“Masuklah!”


Ella menyuruh mereka berdua untuk memasuki rumahnya dan duduk bersama di ruang tamu.


Mereka berdua mendatangi Ella untuk mengabarkan bahwa, perusahaan penerbit Tom telah bangkrut, karena Ella sudah tak mau mengarang dongeng.


Dan juga seorang kritikus yang mengetahui seluk beluk keluarga Ella, merekam semua perbuatan Ella, saat Ella berniat melukainya, hingga terjatuh dari tangga.


“Aku mencairkan deposit gedung untuk membungkam kritikus bajingan itu, lalu, aku menggunakan dana perusahaan untuk membayar gaji karyawan dan pesangon karyawan.”


“Hingga saat ini, aku sudah tak mempunyai uang sepeser pun.”

__ADS_1


Tom memulai ngedumel dan menceritakan kejadiannya pada Ella, agar Ella mau membantunya.


__ADS_2