
Ella pun juga terdiam saat melihat Michael memasak dan menyiapkan semua makanan untuk sarapan pagi.
“Ayo sarapan,” Michael mengajak Ella untuk sarapan sambil membawa sup di panci dan menaruhnya di meja makan.
“Kak. Cuci tanganmu dulu sebelum makan.”
“Baiklah. Aku akan mencuci tanganku di kamar mandi.”
“Kau mau sarapan apa? Kami biasanya sarapan nasi. Kau mau roti?”
“Nasi. Aku mau nasi,” jawab Ella.
“Baiklah.”
Michael pun mengambil satu piring untuk Ella, dan mengambilkan nasi untuknya.
“Lagi! Yang banyak.”
Ella ingin menambah nasi, saat Michael hanya mengambilkan cukup nasi.
Michael pun menuruti keinginan Ella, dan menambah porsi di piring.
Mereka bertiga pun menikmati sarapan pagi bersama di meja.
Ella makan dengan lahap dan sangat menikmati makanan yang dibuat oleh Michael.
Setelah mereka menghabiskan makanan, mereka bertiga bersiap untuk pergi ke rumah sakit OLDER bersama, menggunakan mobil Ella.
Sesampainya mereka sampai, Michael, Marco dan Ella pun menuruni mobil.
__ADS_1
“Lain kita datang terpisah. Orang bisa salah paham mengenai ini.”
Michael pun bergegas masuk ke rumah sakit.
“Kau selesai. Ayo pulang bersama setelah kau selesai. Kutunggu,” ucap Ella.
“Wah. Penulis Ella. Mobilmu pakai bensin atau solar? Baunya seperti bensin,” ucap Marco yang mengikuti Ella dan Michael yang telah berjalan lebih dulu.
Di rumah sakit OLDER, mereka bertiga melanjutkan aktivitasnya masing-masing.
Ella mulai mengajar kelas sastra, Michael yang mendampingi para pasien, dan Marco yang mulai melukis di dinding tembok.
Marco pun mulai melukis dan terlihat di dindingnya sudah terlukis pemandangan gunung, dan tanaman jika dilihat dari halaman rumah sakit.
“Tolong berikan bayaran sesuai hasilnya.”
Marco terus melukis dan bergumam sendirian, mengharapkan bayaran dari direktur atas itu.
“Hmmmm. Aneh sekali. Seperti ada yang kurang. Kupu-kupu. Jika ada bunga, seharusnya ada kupu-kupu.”
“Padahal bunganya banyak sekali di lukisanmu. Kenapa tak ada seekorpun, kupu-kupu?”
“Hasilnya belum selesai. Aku yakin kau akan melukis kupu-kupu di dinding ini.
“Tidak! Aku menolak,” ucap Marco.
Direktur pun mulai mengambil alat lukis dan,
“Apa sulitnya menggambar seekor kupu-kupu? Kalau begitu, aku akan mencoba memberikan contoh padamu.”
__ADS_1
“TIDAK!!!! Tidak. Tidak. Tidak. Kuilang tak boleh. Jangan kupu-kupu!”
Marco mengambil kuas yang di pegang direktur, lalu melemparnya ke tangga.
“Tak boleh di sini! Jangan gambar kupu-kupu! Tak boleh! Jangan gambar kupu-kupu! Tak boleh ada kupu-kupu di sini. Tak boleh. Tak boleh. Pergi dari sini!”
Direktur pun mengalah dan pergi dari sana, agar Marco tenang terlebih dahulu.
Saat siang hari dan jam istirahat pun tiba, terlihat Tom dan Feli yang mendatangi rumah sakit OLDER.
Tom berniat untuk menemui Michael dan akan membicarakan sesuatu.
Sebenarnya, Feli tak setuju dengan Tom yang akan menemui Michael tanpa sepengetahuan Ella.
Akan tetapi, Tom tetap kekeh dengan pendiriannya.
Saat Tom sudah menemui Michael, mereka bertiga duduk bersama di ruang tamu.
Tom mengeluarkan kardus berisi lembaran kertas dan menaruhnya diatas meja.
“Aku sudah mencari dan meringkas data mengenai tren terbaru sastra anak-anak, untuk referensi Ella dalam mengerjakan buku baru.”
*BUK BUK
Tom memukul kardus, memberitahu Michael.
“Aku sendiri yang pergi ke warnet, dan…”
“Kau mau aku memberikan ini padanya?” potong Michael.
__ADS_1
“Tidak. Aku yang akan memberikannya sendiri.”
“Lantas, kenapa kau menemuiku?”