ELLA & MICHAEL

ELLA & MICHAEL
Kenapa Aku Sangat Mencintaimu?


__ADS_3

“Aku sangat mencintaimu! Kenapa kau kabur?”


“Kenapa? Aku mencintaimu! Hei!”


“Berhenti!”


Ella berteriak mengungkap cintanya pada Michael, dan menyuruhnya berhenti.


Akan tetapi, Michael terus berjalan dengan cepat yang membuat Ella semakin malas untuk mengikutinya.


Nafas Ella pun terengah-engah, setelah berteriak dan tak bisa mengejar Michael.


Ella sangat kesal dengan itu, lalu kembali ke mobilnya.


“Dia sungguh merepotkan. Suasananya tadi baik-baik saja, padahal. Kenapa tiba-tiba dia marah? Apa dia punya gangguan jiwa? Kenapa dia marah kepadaku? SIAL!!!”


Ella bergumam sendirian di dalam mobilnya, dan menyalakan mesin mobil, lalu pergi dari sana.


***


Di rumah sakit OLDER, semua staf, perawat, sekaligus Sang Direktur sedang berkumpul bersama.


Mereka sedang sibuk membicarakan tentang masalah yang baru saja terjadi.


“Mengenai Anggota Dewan Robert yang hendak mencalonkan sebagai wali kota.”


“Jika dilihat dari kepribadiannya, dia pasti mengamuk, jika sampai kehilangan jabatan.”


“Semua media TV, maupun surat kabar, telah menerbitkan berita tentang anaknya yang berada di rumah sakit ini, dan juga ulah yang dibuat saat pawai ayahnya berlangsung.”


“Bukankah kita harus bertindak sebelum itu terjadi, Pak Direktur?”

__ADS_1


Rose sebagai kepala perawat yang paling senior memulai percakapan.


Direktur yang sedang memukul punggungnya menggunakan alat pemijat pun memikirkan sesuatu dan,


“Bersiaplah untuk dituntut atas itu.” jawab Direktur singkat.


“Kenapa kau tidak memecat Penulis Ella saja, Pak? Dia telah menculik pasien, anak Anggota Dewan Robert.” tanya salah seorang perawat.


“Ayolah. Itu bukanlah sebuah penculikan. Jack menaiki mobil Ella tanpa paksaan sedikitpun darinya.”


Direktur pun tak terima jika harus memecat Ella.


“Meskipun begitu, dia harus tetap dipecat dari sini, Pak. Penulis Ella tak pernah sekalipun mengajak ayahnya jalan-jalan. Dia bilang padaku, tak pernah berjanji untuk melakukan itu.”


Salah satu perawat lain pun setuju jika harus memecat Ella.


Sang Direktur pun hanya diam dan melihat Jane yang hanya diam saja.


“Ya, memang,” jawab Jane sambil menganggukkan kepalanya.


“Apa?”


“Benarkah?”


“Bagaimana bisa?”


“Sejak kapan kalian saling mengenal?” “Kenapa aku baru mengetahuinya.”


“Astaga.”


Teman-teman Jane yang juga perawat pun ikut terkejut, saat mengetahui Jane mengenal Ella.

__ADS_1


“Kami sudah saling mengenal sejak masih kecil. Kami berasal dari tempat tinggal yang sama. Bahkan, aku satu kelas bersamanya saat masih duduk di bangku SD.”


“Berarti, kalian bisa disebut berteman.”


“Lantas, bagaimana sebaiknya menurutmu, Jane? Apakah perlu memecat Ella?” tanya direktur.


“Aku merasa, kita harus memecatnya, Pak. Penulis Ella, tak seharusnya berada di sini.”


Jane pun juga setuju untuk memecat Ella.


“Jadi, bagaimana keputusanmu, Pak?” tanya Rose.


“Ini bukan masalah mendesak. Mari kita putuskan setelah melihat keadaan pasien.”


“Baiklah,” jawab Rose.


“Baiklah. Kalian boleh melanjutkan urusan kalian masing-masing.”


Direktur pun membubarkan para perawat dari ruangannya untuk kembali mengurus para pasien.


***


Malam harinya, terlihat Ella yang baru kembali ke rumah, setelah seharian beraktifitas.


Saat mobil Ella berhenti di halaman, Ella melihat ada mobil lain yang terparkir di ujung halaman rumahnya.


Saat melihat mobil itu, sepertinya Ella mengenali mobil itu milik siapa.


Dan benar saja, mobil itu adalah milik Tom. Tom sedang tidur di dalam mobilnya sendiri dengan pintu mobil yang terkunci.


*BROK BROK BROK!!!!

__ADS_1


Ella memukul pintu mobil Tom, agar Tom bangun dari tidurnya.


__ADS_2